<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812</id><updated>2011-11-28T06:33:10.896+07:00</updated><title type='text'>Sankata &amp; Andina Blog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-1649203628846143413</id><published>2008-10-15T13:58:00.000+07:00</published><updated>2008-10-15T13:59:27.554+07:00</updated><title type='text'>Fenomena Tindihan Waktu Tidur (Sleep Paralysis)</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:13.5pt; font-family:Verdana;font-weight:bold'&gt;Fenomena Tindihan Waktu Tidur (Sleep Paralysis)&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;  &lt;hr size=2 width="100%" align=center&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=2 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Verdana'&gt;Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!&lt;br&gt; &lt;br&gt; KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangny a hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya&lt;br&gt; &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;&lt;br&gt; Sleep Paralysis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.&lt;br&gt; &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;&lt;br&gt; Kurang Tidur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).&lt;br&gt; &lt;br&gt; Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.&lt;br&gt; &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;&lt;br&gt; Jangan Anggap Remeh&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur) , kecemasan, atau depresi.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.&lt;br&gt; &lt;br&gt; - Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-1649203628846143413?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/1649203628846143413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=1649203628846143413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/1649203628846143413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/1649203628846143413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/10/fenomena-tindihan-waktu-tidur-sleep.html' title='Fenomena Tindihan Waktu Tidur (Sleep Paralysis)'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-4199914316849928925</id><published>2008-09-24T10:34:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T10:36:17.505+07:00</updated><title type='text'>Manusia Berbudi Luhur</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Umumnya orang menjadi baik ketika orang-orang disekitarnya baik.tetapi menjadi baik hanya saat orng lain baik terhadap anda bukanlah sifat sejati seorang manusia bajik(berbudi luhur).seorang barulah disebut manusia berbudi luhur bila ia bersikap baik pada semua orang,tak peduli apakah mereka baik atau buruk padanya.ketika anda tinggal disuatu komunitas anda harus berusaha hidup rukun bersama orang-orang diseputar anda.tetapi ketika anda sendirian,apakah anda hidup rukun dengan diri(batin maupun pikiran) anda?seorang manusia berbudi luhur adalah seorang yang hidup dengan sadar(menegakkan sati),bijaksana dan penuh cinta kasih(metta) terhadap pihak lain.jika hidup dengan penuh sati(sadar),bijaksana dan metta,kita akan rukun dengan siapa saja.&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bukan hanya terbatas pada manusia,bahkan dewa Sakka(Raja Para dewa) didalam cerita Sutta,tak mampu melakukankan hal ini.ia mengalami penderitaan saat menjelang akhir hidupnya dialam dewa.Mengapa?karena batinnya diliputi dengan iri hatin dan kekalutan karena bakal terlepasnya kerajaan surgawi serta semua kepemilikannya kepada penerus yang berikutnya.karena itu Sakka Sang Raja para dewa menghadap Sang Buddha dan bertanya,&amp;quot;Semua makhluk hidup menginginkan kebahagiaan,kedamaian,terbebas dari penderitaan.namun walaupun mereka menginginkan ini semua,mengapa mereka tidak terbebas dari penderitaan hidup?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sang Buddha menjawab,&amp;quot;Makhluk hidup mendambakan semua ini namun mereka masih menderita karena irihati(issa) dan kikir(macchariya).&amp;quot;Bila seseorang menumbuhkan rasa dengki saat melihat keberuntungan atau kesejahteraan orang lain,itulah iri hati.bila seseorang merasa senang dengan kemalangan orang lain,orang ini takkan pernah merasa tentram hidupnya.bila seseorang menggenggam erat2 kepemilikannya,melekati apa yang dia miliki itulah sifat kikir(macchariya).bila pihak lain sukses dan berhasil dalam hidupnya maka seyogyanya ia turut berbahagia atas keberuntungan mereka.sejaumlah orang tidak memandang demikian,mereka hanya bisa mengais kesalahan orang lain,memandang dari sisi negatif saja.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Iri hati adalah bagian dari kebencian(Dosa,pali text).meninggal dengan batin diliputi kebencian akan membawa kelahiran kembali dialam neraka.Kikir adalah bagian dari sifat serakah(Lobha).meninggal dengan lobha akan terlahir dialam Peta(setan kelaparan).karena lobha dan dosa(kebencian),makhluk hidup berada dalam kesengsaraan yang memilukan.apabila hidup dengan kesadaran dan kebijaksanaan,sikap mental demikian tidak akan ada.bila hidup dengan Metta(cinta kasih),seseorang dapat lebih bersabar terhadap orang lain,lebih mudah memaafkan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sebatang pohon akan memberikan keteduhan kepada penebang pohon sampai akhirnya ia ditumbangkan.sepotong kayu cendana akan terus menyebarkan wanginya kepada orang yang menyulutnya sampai ia terbakar habis menjadi abu.begitu pula seorang makhluk berbudi luhur akan terus memberikan pertolongan bahkan kepada penyerangnya.dalam sebuah kisah diceritakan,Sang Bodhisatta(Bodhisatva) dalam kelahirannya sebagai seekor raja kera,menolong seorang pemburu yang jatuh kedalam sebuah lubang besar.karena kehabisan tenaga setelah mengeluarkan pemburu itu,ia beristirahat sebentar dipangkuan sang pemburu.pemburu tersebut berpikir,daripada hari ini tidak berhasil menangkap seekor binatang pun,lebih baik membawa pulang daging kera.dengan sebongkah batu,pemburu ini menghantam kepala si raja kera,dan menciderainya.bayangkan betapa kejinya sipemburu kepada kera yang telah menyelamatkan dirinya.si raja kera dengan kepala terluka berusaha menyelamatkan diri dan lari keatas pohon.timbul pemikiran dalam diri siraja kera bahwa bila ia meninggalkan si pemburu ditengah hutan tanpa menunjukkan jalan keluar sementara hari sudah menjelang malam maka besar kemungkinan si pemburu akan tersesat dan menjadi santapan harimau.didorong rasa belas kasihan tanpa memikirkan bahwa sipemburu baru saja bermaksud mencelakai dirinya,si raja kera menyuruh si pemburu mengikuti ceceran darahnya dan menuntun si pemburu keluar dari hutan,sehingga selamatlah jiwa si pemburu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;seorang makhluk berbudi luhur akan memberikan pertolongan bahkan pada penyerangnya,dengan keringat dan darahnya.dengan selalu mengembangkan rasa iba dan belas kasih pada orang,batin kita menjadi tenang.raihlah berkah dari Buddhasasana dengan mengembangkan sifat berbelas kasih,gemar berdana,dan menegakkan sila dalam kehidupan sehari.semoga sedikit cerita diatas bisa menjadi motivator bagi kita untuk mengembang hati yang penuh cinta kasih kepada semua makhluk tanpa terkecuali.SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATTA.....SEMOGA SEMUA MAKHLUK HIDUP BERBAHAGIA....&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-4199914316849928925?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/4199914316849928925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=4199914316849928925' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4199914316849928925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4199914316849928925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/09/manusia-berbudi-luhur.html' title='Manusia Berbudi Luhur'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-258925605311566675</id><published>2008-09-24T10:08:00.001+07:00</published><updated>2008-09-24T10:08:59.334+07:00</updated><title type='text'>JINAPANJARA GATHA</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=6 color=darkblue face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:24.0pt;color:darkblue; font-weight:bold'&gt;JINAPANJARA GATHA&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;font size=6&gt;&lt;span style='font-size:24.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='margin-bottom:12.0pt'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 color=orange face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; color:orange'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color=orange face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;color:orange; font-weight:bold'&gt;(JINABANCHON PUNNA SOMDETTO)&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='margin-bottom:12.0pt'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namo tassa bhagavato arahato sammā-sambuddhassa! (3X)&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Puttakāmolabheputta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṁ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; dhanakāmolabhedhana&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṁ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Atthikāyekāyañaya devāna&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṁ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;piyata&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṁ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt; suttavā&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Itipi so bhagavā yamarājāno&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dāvvessuva&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṇṇ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;o mara&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṇ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;amsukha&lt;/span&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Tahoma&gt;&lt;span style='font-family:Tahoma'&gt;ṁ&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Arahamsugato namobuddhāya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Jayasanagata viraHetva maram savahinam Catosacca matarasam Ye pivimsu narasabha&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Tanhankaradayo buddhaAtthavisati nayaka Sabbe patitthita mayhem Matthake me munissara &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sire patitthita buddhaDhammo ca mama locane Sangho patitthito mayhem Ure sabba gunakaro&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Hadaye Anuruddho caSariputto ca dakkhine Kondano pitthibhagasmim Moggalano'si vamake&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dakkhine savane mayhemAsum Ananda Rahula Kassapo ca Mahanamo Ubho sum vamasotake &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kesante pitthibhagasmimSuriyo'va pabhankaro Nisinno sirisampanno Sobhito muni pungavo &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kumarakassapo namaMahesi citravadako So mayhem vadane niccam Patittha'si gunakaro &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Punno Angulimalo caUpali Nanda Sivali Thera panca ime jata Lalaje tilaka mama &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sesa siti mahathasiVijata jina-savaka Jalanta sila-tejena Anga'mangesu santhita &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ratanam purato asiDakkhine metta suttakam Dhajaggam pacchato asi Vame angulimalakam &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Khanda-Mora-parittancaAtanatiya suttakam Akasacchadanam asi Sesa pakara-sannita &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Jinana bala samyutaDhammapakara lankate Vasanto me catukiccena Sada sambuddha panjare &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;VatapittadisanjataBahirajjhattu'paddava Asesa vilayam yantu Ananta-guna-telasa &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Jinapanjara-majjhathamViharantam mahitale Sada palentu mam sabbe Te maha-purisasabha &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Icceva m'accantakato surakkhoJinanubhavena jitu'paddavo Buddhanubhavena hatarisangho Carami saddhama'nubhavapalito&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Icceva m'accantakato surakkho Jinanubhavena jitu'paddavo Dhammanubhavena hatarisangho Carami saddhama'nubhavapalito &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Icceva m'accantakato surakkhoJinanubhavena jitu'paddavo Sanghanubhavena hatarisangho Carami saddhama'nubhavapalito &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Saddhammapakarararikkhita'smiAtthariya atthadisasu honti Etthantare atthanatha bhavanti Uddharu vitanam va jina thita me &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bhindanto marasenam mama shasi thitoBhodi maruyha sattha Moggallano'si vame vasari bhujatate Dakkhine sariputto&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dhammo majjhe urasmim viharati bhavato Mokkhato morayonim Sampatto bodhisatto carana yugagato Bhanu lokekanatho &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabba'vamangala'mupaddava dunnimitam&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabbitiroga gahadosa'masesa ninda Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam Buddhanubhavapavarena payatu nasam &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabba'vamangala'mupaddava dunnimitam&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabbitiroga gahadosa'masesa ninda Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam Dhammanubhavapavarena payatu nasam &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabba'vamangala'mupaddava dunnimitam&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabbitiroga gahadosa'masesa ninda Sabbantaraya bhaya dussipinam akantam Sanghanubhavapavarena payatu nasam &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 color=darkred&gt;&lt;span style='font-size: 13.5pt;color:darkred;font-weight:bold'&gt;TERJEMAHAN:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font color=orangered&gt;&lt;span style='color:orangered'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=6 color=orangered face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:24.0pt; color:orangered;font-weight:bold'&gt;Syair Istana Sang Buddha&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Terpujilah Sang Bhagava yang telah mencapai penerangan sempurna (3X)&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Para Pahlawan, telah mengalahkan kejahatan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersama pasukannya, menduduki bangku Kemenangan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Para Pemimpin manusia telah meminum inti sari &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Empat Kebenaran Mulia.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga dua puluh delapan Buddha, seperti&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha Tamhankara dan Para Arahat&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berdiam di kepalaku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga Sang Buddha berdiam di kepalaku;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sang Dhamma di mataku;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sang Sangha, Ladang segala Kebajikan di pundakku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga Anuruddha berdiam di hatiku; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sariputta di kananku; Kondanna di punggungku dan Maha Mogalana di kiriku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ananda dan Rahula berada di telinga kananku;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kassapa dan Mahanama berada di telinga kiriku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Di tengkukku duduklah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sobhita Agung, yang bersinar bagaikan Matahari.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Penutur Dhamma, Yang Mulia Kumara Kassapa,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ladang segala Kebajikan, berdiam di mulutku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Di dahiku ada &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Thera:&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Punna, Angulimala, Upali, Nanda, dan Sivali.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Tiga puluh delapan Thera yang lain,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Para Murid dari Sang Penakluk, &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bercahaya dalam Kemenangan akan Kebajikan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berdiam di bagian tubuhku yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutta Permata ada didepanku,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di sebelah kananku Sutta Cinta Kasih.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutta Perlindungan di punggungku,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di sebelah kiriku ada Sutta Angulimala.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutta perlindungan: Khanda, Mora, dan Atanatiya bagaikan Pilar Surgawi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutta yang lain bagai Tembok Pelindung disekelilingku.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga semua Manusia Besar tersebut selalu melindungiku yang berada &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di tengah-tengah Istana Buddha dalam dunia ini.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dengan Kekuatan Kebaikan Mereka yang tak terbatas,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga semua halangan dari dalam dan luarku hilang tanpa terkecuali.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga Mereka melindungiku dalam setiap kesempatan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Mengatasi semua halangan dengan Kekuatan Sang Penakluk&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;(Sang Buddha, Sang Dhamma, dan Sang Sangha)&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga aku mengalahkan tentara nafsu dan hidup dalam &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Perlindungan Sang Dhamma yang Sempurna!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-258925605311566675?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/258925605311566675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=258925605311566675' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/258925605311566675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/258925605311566675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/09/jinapanjara-gatha.html' title='JINAPANJARA GATHA'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-3002885449689332620</id><published>2008-09-18T12:29:00.001+07:00</published><updated>2008-09-18T12:29:51.030+07:00</updated><title type='text'>Pertapa muda dan Kepiting</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, tampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; tampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, &amp;quot;Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&amp;quot;Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;saya tidak mempermasalahkan jaritangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting,&amp;quot; jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. &amp;quot;Lihat Anak Muda. Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:State w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; ?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;Seketika itu, si pemuda tersadar. &amp;quot;Terima kasih, Paman. Hari ini saya belajar sesuatu.Mengembangkan cinta kasih harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orangtua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Tetapi, kalau cara kita salah, sering kali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-3002885449689332620?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/3002885449689332620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=3002885449689332620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/3002885449689332620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/3002885449689332620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/09/pertapa-muda-dan-kepiting.html' title='Pertapa muda dan Kepiting'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-7169387157319204679</id><published>2008-09-08T17:34:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T17:35:21.233+07:00</updated><title type='text'>Cinta dan Perkawinan Menurut Plato</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, &amp;quot;Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunya menjawab, &amp;quot;&lt;st1:City w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt; ladang gandum yang luas didepan &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta&amp;quot; Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunya bertanya, &amp;quot;Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Plato menjawab, &amp;quot;Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunya kemudian menjawab &amp;quot; Jadi ya itulah cinta&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, &amp;quot;Apa itu perkawinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?&lt;wbr&gt;&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunya pun menjawab &amp;quot;Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkawinan&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar / subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunya bertanya, &amp;quot;Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Plato pun menjawab, &amp;quot;sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Gurunyapun kemudian menjawab, &amp;quot;Dan ya itulah perkawinan&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;CATATAN - KECIL :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;____________ _________ _________ _________ _________ ________&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-7169387157319204679?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/7169387157319204679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=7169387157319204679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7169387157319204679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7169387157319204679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/09/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html' title='Cinta dan Perkawinan Menurut Plato'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-900783350327896466</id><published>2008-09-03T08:55:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T08:56:33.328+07:00</updated><title type='text'>Orang Bijaksana</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;(Dhammapada XIX,258)&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Seseorang tidak bisa disebut sebagai orang Bijaksana,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hanya dikarenakan ia banyak bicara.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Akan tetapi,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;orang yang terbebas dari kebencian dan ketakutan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;juga tidak melekat pada apapun serta penuh damai,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;barulah pantas disebut sebagai orang yang bijaksana.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;(Anguttara Nikaya II,78)&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Seseorang yang bijaksana,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tidak akan menceritakan keburukan orang lain,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sekalipun jika ia ditanya, apalagi jika tidak ditanya!&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namun, apabila ia perlu untuk berbicara,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sepatutnya ia mengemukakan dengan hati-hati!&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Inilah arti dari perkataan,&amp;quot; Orang tersebut bijaksana &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Selanjutnya, seseorang yang bijaksana,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sekalipun tidak ditanya,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ia akan menceritakan kebaikan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namun, jika ditanya dan ia perlu untuk berbicara,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sepatutnya ia memuji kebaikan orang lain tersebut,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan terus terang, tanpa keraguan dan jelas!&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Inilah arti dari perkataan,&amp;quot; Orang tersebut bijaksana &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sekali lagi, seseorang yang bijaksana,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sekalipun tidak ditanya, ia membicarakan kelemahannya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namun, jika ditanya kelemahannya dan ia perlu bicara,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sepatutnya ia berbicara tentang kelemahannya sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan terus terang, tanpa keraguan dan jelas!&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Inilah arti dari perkataan,&amp;quot; Orang tersebut bijaksana &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Akhirnya, seseorang yang bijaksana,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sekalipun ditanya,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ia tidak akan membicarakan kehebatannya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namun, jika ditanya kehebatannya dan ia perlu bicara,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sepatutnya ia bicarakan kehebatannya dengan hati-hati,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan penuh keraguan dan secara singkat!&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Inilah arti dari perkataan,&amp;quot; Orang tersebut bijaksana &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Raja Asoka,Abad ke-3 SM&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;(Piagam Batu Kalinga No.XII)&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Seseorang semestinya,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tidak hanya menghormati agamanya sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan menghina agama orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Melainkan dengan menghormati agama orang lain pula,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan demikian,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dia menjadikan agamanya sendiri berkembang,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sekaligus membantu agama lain untuk berkembang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Apabila dia berbuat sebaliknya,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan menghina agama orang lain,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;maka, dia akan merusak agamanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sebaliknya pula, apabila dia berpikir,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;saya harus mengagungkan agama saya sendiri,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ia malahan akan merusak agamanya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Oleh sebab itu,&amp;quot; Keharmonisanlah yang terbaik &amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Marilah kita semua mau mendengarkan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan bersedia mendengarkan ajaran agama lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sabbe satta bhavantu sukhitatta&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sadhu sadhu sadhu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namo Buddhaya&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-900783350327896466?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/900783350327896466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=900783350327896466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/900783350327896466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/900783350327896466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/09/orang-bijaksana.html' title='Orang Bijaksana'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-5255384834123761302</id><published>2008-08-19T14:46:00.000+07:00</published><updated>2008-08-19T14:47:36.305+07:00</updated><title type='text'>Memahami belum tentu mengerti menjalankannya</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:14.0pt;font-family:Arial;font-weight:bold'&gt;Memahami belum tentu mengerti menjalankannya&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span   style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font face=Arial&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt; seorang Umat Buddha bernama A, Si A adalah seorang Sarjana yang menguasai semua ilmu agama Buddha. Ia merasa sudah mengerti ilmu tersebut, Dengan sombongnya ia berkata &amp;quot; Tiada orang dunia ini mampu menandingi diri ku&amp;quot;. Dengan langkah congkaknya ia mengajak berdebat agama Buddha dengan siapa saja ia temui, dan tak ada satupun yang bisa menandingi kemampuan beliau. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Seringnya ia berdebat, sampai ia tidak punya lawan bicara ia sampai akhirnya mencoba menantangi semua Anggota sanggha dan samanera yang ada di Daerah nya. Tak ada satu pun yang bisa mengalahkan beliau. Dan Ia berkata &amp;quot; HA!, Betapa hebatnya aku ini, semua Sanggha tidak dapat mengalahkan ilmu ku, Dan tak ada yang mampu menandingi diriku ini&amp;quot;. Sampai suatu saat ia bertemu salah satu sanggha dan ia mengajak tanding ilmu ke agamaannya. Dan sang sanggha tak mampu mengalahkannya dan berkata pada si A &amp;quot;Ananda , ada suatu tempat nun jauh disana. &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; seorang Sangha yang mampu mengalahkan dirimu&amp;quot;. Si A Kaget dan Takjub serta penasaran dan bergunam &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font face=Arial&gt;&lt;span style='font-family:Arial'&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot; Mana Mungkin, Semua Sanggha dan semua samanera sudah ku kalahkan dan tidak satupun di dunia ini mampu mengalahkan diriku&amp;quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Lalu karena sikap penasaranya si A, ia pun mau menempuh perjalanan yang sangat jauh dan belum pernah ia lakukan sebelumnya. Dan ingin tahu siapa yang mampu menaklukan dirinya. Sampai disebuah Vihara yang sangat terpencil, yang belum pernah ia ketahui. Dan ia bergembira telah sampai. Dan ia berkata &amp;quot;akhirnya aku sampai ke tempat si sanggha, Pasti akan berakhir sama dengan sebelumnya, HA.... HA.... HA.....&amp;quot;. Dengan langkah yang Tegap dan kepala mengadah keatas dan tanggan diatas pinggang dan menunjukan sifat Sombongnya kesemua orang. Setiap ia temui apa itu Samanera apa itu Sanggha ia bergumam dharma dan menantang semua samanera yang ada di vihara tersebut dan Sambil berkata &amp;quot; Adakah orang yang lebih mengusai pengetahuanku akan Buddha Dharma, dan ilmu Kebuddhisan selain diriku ?&amp;quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Lalu semua Sammanera marah dan jengkel sama orang tersebut ingin mengusir orang tersebut. lalu tiba- tiba ada seorang Samamera cilik muncul &amp;quot; Paman, paman, apakah &amp;nbsp;yang paman maksud ingin bertemu kepala sanggha yang ada disini ?&amp;quot;. Dan si A berkata dengan suara lantang &amp;quot; Adakah orang mampu mengalahkan diriku, Tunjukan dia berada dimana sekarang ?&amp;quot;. Lalu samanera kecil itu menunjukan jalan menuju kepala Vihara di Vihara tersebut. Dan Semua samanera dengan muka yang sangat jengkel dan ingin sekali mengusir si A dari tempat mereka. Terpaksa pasrah menerima tamu yang tak diundang dengan sombongnya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Ketika tiba di aula utama Si A melihat si kepala biara sedang bermeditasi dan tersenyum. Lalu si A dengan jurus Silat lidahnya mulai ia berkata dan mengumbar teori tentang meditasi. Dan Sang sangha hanya terdiam tidak mengeluarkan satu patah kata pun dan tetap tersenyum. Si A bingung melihat tingkah sang Sangha, sangking jengkelnya si A dan berkata teori dharma dan memancing emosi si kepala biara, ia terus berceloteh Sampai 3 jam masalah meditasi sang Sanggha.Dan tidak ada kata sepatah katapun keluar dari Sang Sanggha dan selalu dengan muka tersenyum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Si A Tambah Aneh melihat tingkah laku kepala Sangha vihara tersebut, ketika kepala Sanggha Tersebut selesai meditasi lalu ia melanjutkan dengan berdoa depan altar sang Buddha, Dan Si A bertambah usil dan mencoba menghina, mencaci dan memaki dengan cara mengajarinya cara bersembayang yang tepat, Tapi tidak digubris oleh kepala sangha vihara tersebut, malah tetap tersenyum dan terus memanjatkan doanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Tingkah laku Si A semakin menjadi &amp;#8211; jadi dengan sengaja mengeluarkan kata &amp;#8211; kata dan kalimat kasar serta mencaci maki dan menghina kepala Sangha di Vihara itu, ketika sang kepala Sangha sedang memberikan dharmadesana, Dengan Tersenyum kepala Sangha itu terus melakukan aktivitasnya tanpa melihat diri si A. Semua samanera, dan umat melihatnya sangat jengkel dan marah ingin sekali mencaci maki dan mengusir si A. Tapi karena melihat kepala Sangha divihara itu langsung bersikap sabar dan melantunkan doa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Semakin jengkel si A melihat Tingkah sang kepala Sangha ini setiap kali si Sangha meditasi, Berdoa, dharmadesana, makan, tidur, dan bahkan kekamar kecil pun Si A terus mengikuti sambil bergumam dan berkata semua ilmu keBuddhaan yang ia miliki, Tapi sang sangha tak pernah berkata dan menjawab dari kalimat si A, Dan selalu dengan muka yang tersenyum dan pergi melanjutkan semua aktifitasnya. Selama 3 hari dan 3 malam Si A Merasa Kesal dan jengkel melihat tingkah si kepala sangha, tidak pernah menjawab dan mengubris nya seperti sangha - sangha yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Akhirnya Si A merasa begah dan kesal dan akhirnya ia menyerah dan berkata &amp;quot; Kepala Sangha, mengapa anda tidak pernah mengubris saya dan berkata apapun juga, dari ilmu saya pelajari, Saya sudah sengaja menguji seberapa pengetahuan anda akan Agama Buddha, Tapi Anda tidak menjawab satu pun, perdebatan saya , mengapa ?&amp;quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Dan akhirnya Kepala Sangha dengan muka Tersenyum dan menjawab &amp;quot;Akhir engkau mulai mengerti &amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Si A Binggung dan bertanya kembali &amp;quot; Apa Yang Ku mengerti ?&amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Dan kepala Sangha itu menjawab &amp;quot; Apa yang kau lihat selama ini, yang aku lakukan ?&amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Si menjawab &amp;quot; iya, saya lihat &amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Lalu kepala sangha itu berkata &amp;quot;Apa Yang Kamu ketahui, selama ini, dari kau lihat dari diri ku ?&amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Si A menjawab &amp;quot; Saya melihat anda berdoa, Bermeditasi, dharmadesana dan melakukan aktivitas anda dan tidak mengeluarkan sepatah kata apapun pada diriku dan selalu tersenyum &amp;quot;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Sang kepala Sangha menjawab &amp;quot; Itulah sebabnya aku mengatakan pada dirimu, kau sudah mengerti&amp;quot;, lalu Si A bertanya &amp;quot; Maksud Guru, mohon bimbingan Guru, apa yang saya mengerti?&amp;quot; dengan suara pelan dan dengan tanpa menunjukan emosinya sudah tidak terlihat lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Kepala sangha itu menjawab &amp;quot; Engkau sungguhlah pandai ananda, semua ilmu keBuddhaan sukses kau kuasai, tapi sayang engkau tidak bisa dan tidak mampu menjalankan sedikit dari ilmu yang kamu kuasai, selama ini engkau terperangkap dalam teori sutta, vinaya saja, tapi tidak pernah mau menjalankan semua yang diajarkan oleh teori sutta, vinaya sungguh sanggatlah disayangkan dirimu itu tidak pernah menjalankannya sedikitpun didalam dirimu&amp;quot;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Si A kaget Pernyataan sang Kepala Sanggha dan bersujud 3 kali kepada kepala sangha itu &amp;quot;Mohon Maaf Ku, ya Guru Agung selama ini aku salah dalam perbuatanku, dan merasa diriku paling benar, ternyata aku aku salah karena aku menguasai teori kebuddhan, tapi tidak menjalankannya, malah aku menjadi sombong, terikat, telah melakukan lobha dan menjadi annica didalam diriku, dan mulai sekarang aku bersumpah didepan altar Buddha. Aku tidak akan mengulangi semua perbuatanku. Dan aku tidak akan mengucap sebarang lagi sutta dan vinaya jikalau memang dibutuhkan untuk menasehati dan memperbaiki jalan hidup seseorang yang suram menjadi lebih baik, Terima kasih ku pada mu Guru Agung ku&amp;quot;. Dan Kepala Sangha menjawab &amp;#8220; Ananda tidaklah perlu meminta maaf dari diriku, kau tidak bersalah ananda pada diriku, yang paling terutama adalah kau mau memaafkan dirimu sendiri, agar kau tidak mengulangi karma buruk mu, mulai lah kehidupanmu yang baru dengan memjalankan semua darma Buddha, dan semua ajarannya memalalui perliraku kehidupanmu ananda&amp;#8221;. Dan Akhirnya si A Berkata &amp;#8220; Terima Kasih Guru Agung ku&amp;#8221;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify;text-indent:.5in'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt; font-family:Arial'&gt;Dari semenjak itulah si A tidak pernah lagi mengumbar Teori kebuddhisan lagi, hanya untuk menunjukan dirinya sudah merasa menguasai agama Buddha, untuk menunjukan diri kesombongan dirinya. Untuk merasa dirinya paling benar. Tapi ia mulai menguranginya dengan tingkah laku, tutur kata dan perbuatannya. Dan ia akhirnya mengerti makna menjadi seorang umat Buddhis Sejati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;Sabbe Sattha Bhavantu Sukhita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='text-align:justify'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:Arial'&gt;Taddhaya Gate - Gate Param gate Parasamgate Bodhisuava&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-5255384834123761302?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/5255384834123761302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=5255384834123761302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5255384834123761302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5255384834123761302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/08/memahami-belum-tentu-mengerti.html' title='Memahami belum tentu mengerti menjalankannya'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-5840645787227021885</id><published>2008-08-14T11:42:00.001+07:00</published><updated>2008-08-14T11:42:46.531+07:00</updated><title type='text'>Kisah Si Penebang Pohon</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kisah Si Penebang Pohon&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Kan Shu De Gu Shi&amp;quot; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pohon itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menunjukkan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang telah ditentukan kepada si penebang pohon.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hari, mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;memberikan pujian dengan tulus, &amp;quot;Hasil kerjamu sungguh luar biasa! &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu.&amp;quot; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan mengecewakan. Semakin &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dirobohkan. &amp;quot;Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kekuatanku. Bagaimana aku dapat mempertanggungjawab &lt;st1:State w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; hasil kerjaku &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kepada majikan?&amp;quot; pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dengan kepala tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;atas hasil kerja yang kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang telah terjadi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, &amp;quot;Kapan terakhir kamu &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengasah kapak?&amp;quot; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu. Saya sangat sibuk &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tenaga,&amp;quot; kata si penebang. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Nah, di sinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kapak baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;luar biasa. Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menggunakan kapak yang sama tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk apa pun, kamu harus &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari bekerja &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal. Sekarang mulailah &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!&amp;quot; perintah sang majikan. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Xiu Xi Bu Shi Zou Deng Yu Chang De Lu&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Istirahat bukan berarti berhenti.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Er Shi &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Yao&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Zou Geng Chang De Lu&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hingga malam hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sibuk dan sibuk, sehingga seringkali melupakan sisi lain yang sama &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pentingnya, yaitu istirahat sejenak mengasah dan mengisi hal-hal baru &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;untuk menambah pengetahuan, wawasan dan spiritual. Jika kita mampu &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan kita akan &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru!&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-5840645787227021885?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/5840645787227021885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=5840645787227021885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5840645787227021885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5840645787227021885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/08/kisah-si-penebang-pohon.html' title='Kisah Si Penebang Pohon'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-7684481592492097127</id><published>2008-05-28T19:46:00.001+07:00</published><updated>2008-05-28T19:46:35.760+07:00</updated><title type='text'>AGANNA SUTTA</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;AGANNA SUTTA&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;1. Demikian telah kudengar, pada suatu ketika Sang Bhagava sedang berdiam di Savatthi, di Pubbarama milik Migaramata. Pada waktu itu Vasettha dan Bharadvaja sedang menjalani latihan kebhikkhuan bersama-sama para bhikkhu. Pada malam itu, setelah bangkit dari samadhi-Nya, Sang Bhagava keluar dari kuti (kamar) dan berjalan ke sekeliling di alam terbuka di sebelah kamar.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;2. Hal ini terlihat oleh Vasettha, lalu ia mengajak Bharadvaja pergi bersama menemui Sang Bhagava. Setelah itu, mereka bersama-sama menemui Sang Bhagava, menghormat Beliau, dan berjalan mengikuti-Nya di belakang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;3. Pada saat itu, Sang Bhagava berkata kepada Vasettha, &amp;#8220;Vasettha, engkau berasal dari keturunan dan keluarga brahmana, telah meninggalkan kehidupan rumah tangga, dan kini menempuh hidup sebagai pertapa. Apakah para brahmana tidak mencela dan menghinamu?&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;#8220;Ya, Bhante, para brahmana itu memang menghina dan mencelaku dengan berbagai macam makian, ejekan, serta kata-kata kasar yang tidak sopan. &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; brahmana itu mengatakan bahwa hanya kasta brahmana yang terbaik.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;#8220;Dalam hal ini, Vasettha, bagaimana para brahmana itu mencela dan menghinamu?&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;#8220;Bhante, para brahmana itu berkata: Hanya kaum brahmana yang berkedudukan tinggi dalam masyarakat, yang lainnya berkedudukan rendah. Hanya kaum brahmana yang berwajah cerah, yang lain berwajah suram. Hanya kaum brahmana yang berasal dari keturunan murni. Hanya kaum brahmana yang merupakan anak brahma, lahir dari mulut brahma, keturunan brahma, diciptakan oleh brahma, pewaris brahma. Sedangkan kau, Vasettha, engkau telah meninggalkan derajat terbaik, beralih ke golongan rendah, yaitu pertapa gundul, badut yang kasar, mereka yang berkulit suram, kaum rendah, keturunan yang lahir dari kaki brahma. Keadaan seperti itu tak baik dan tak pantas. Dalam hal ini, engkau telah meninggalkan kasta terhormat, bergaul dan berkumpul dengan kasta rendah tersebut. Demikianlah, Bhante, para brahmana itu mencela dan menghinaku dengan makian, ejekan, serta kata-kata kasar yang tak sopan.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;4. Vasettha, apabila mereka berkata demikian, sesungguhnya mereka telah melupakan masa lampaunya. Sebaliknya, para brahmani, istri para brahmana itu, dikenal subur, tampak hamil, melahirkan dan merawat anak-anaknya. Tetapi, masih juga para brahmana yang lahir dari kandungan itu sendiri berkata seperti itu. Dengan cara ini, mereka telah membuat tiruan terhadap sifat brahma. Hal-hal yang mereka katakan itu tidak benar. Sungguh besar akibat buruk yang akan mereka peroleh.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;5. Vasettha, terdapatlah 4 kasta dalam masyarakat: khattiya, brahmana, vessa dan sudda. Sesungguhnya, Vasettha, di sini dan dimana pun terdapat kasta khattiya yang membunuh, mencuri, berzinah, berbohong, memfitnah, berbicara kasar, omong kosong, serakah, kejam dan menganut pandangan-pandangan keliru.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah kita lihat bahwa sifat-sifat buruk dan yang dianggap demikian, yang tercela dan yang dianggap demikian, yang tidak patut dilakukan dan yang dianggap demikian, yang tidak boleh dikerjakan orang-orang terhormat dan yang dianggap demikian, sifat-sifat celaka dan yang mencelakakan, yang tidak dianjurkan para bijaksana; terdapat pula dalam diri seorang khattiya. Demikian pula, kita dapat mengatakan hal yang sama pada kasta brahmana, vessa dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;6. Demikian pula, di sini dan dimana pun terdapat kasta khattiya yang mengendalikan diri dari membunuh, mencuri, berzinah, berbohong, memfitnah, berbicara kasar, omong kosong, serakah, kejam dan menganut pandangan-pandangan keliru.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah kita lihat bahwa sifat-sifat baik dan yang dianggap demikian, yang terpuji dan yang dianggap demikian, yang patut dilakukan dan yang dianggap demikian, yang boleh dikerjakan orang-orang terhormat dan yang dianggap demikian, sifat-sifat bermanfaat dan yang membawa manfaat, yang dianjurkan para bijaksana; terdapat pula dalam diri seorang khattiya. Demikian pula, kita dapat mengatakan hal yang sama pada kasta brahmana, vessa dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;7. Vasettha, sekarang kita tahu bahwa sifat-sifat yang baik atau buruk, tercela atau terpuji oleh para bijaksana, adalah dimiliki oleh keempat kasta tersebut, dan oleh sebab itulah para bijaksana tidak akan mengakui pernyataan-pernyataan yang dikemukakan oleh para brahmana tersebut. Mengapa demikian?&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, dalam hal ini, siapa pun dari keempat kasta ini menjadi seorang bhikkhu, arahat, orang yang telah mengalahkan noda-noda batin, telah mengerjakan segala yang patut dikerjakan, telah melepaskan beban, telah mencapai kebebasan, telah mematahkan ikatan kelahiran, telah terbebas karena memiliki pengetahuan; maka dialah yang dinyatakan terbaik di antara mereka, berdasarkan kebenaran (dhamma). &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun dalam kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;8. Vasettha, berikut ini adalah sebuah contoh untuk mengerti alasan kebenaran (dhamma) itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun dalam kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Raja Pasenadi Kosala menyadari bahwa Samana Gotama telah meninggalkan keturunan Sakya, sedangkan Suku Sakya berada di bawah kekuasaan Raja Pasenadi Kosala. Suku Sakya memuja dan menghormatinya, mereka bangkit dari tempat duduk, beranjali dan melayaninya. Sekarang, Vasettha, sama seperti Suku Sakya yang melayani Raja Pasenadi Kosala dengan hormat, demikian pula Raja Pasenadi Kosala melayani Sang Tathagata. Raja Pasenadi berpikir: Bukankah Samana Gotama sempurna kelahirannya, sedangkan kelahiranku tidak sempurna. Samana Gotama perkasa, sedangkan aku lemah. Samana Gotama sangat mengagumkan, sedangkan aku tidak. Samana Gotama memiliki pengaruh yang besar, sedangkan aku memiliki pengaruh kecil saja. Demikianlah, oleh sebab Raja Pasenadi Kosala menghormati dhamma, sujud pada dhamma, menganggap suci dhamma, maka ia memberikan hormat dan sujud pada Sang Tathagata, bangkit dari tempat duduk, beranjali dan melayani dengan hormat. Dengan contoh ini, engkau dapat mengerti betapa dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang ini maupun dalam kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;9. Vasettha, bagi semua yang berbeda keturunan, nama, suku dan keluarga; yang telah meninggalkan kehidupan rumah tangga, mungkin akan ditanya: Siapakah engkau? Maka, engkau harus menjawab: Kami adalah para pertapa yang mengikuti Samana putra Sakya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, dia yang teguh keyakinannya pada Sang Tathagata, berakar kuat, mantap dan kokoh, suatu keyakinan yang tak dapat lagi digoyahkan oleh para pertapa dan brahmana, maupun oleh para dewa, mara, brahma, atau siapa pun dalam dunia ini, ia dapat berkata: Aku adalah anak Sang Bhagava, lahir dari mulut Sang Bhagava, lahir dari dhamma, diciptakan oleh dhamma, pewaris dhamma. Mengapa demikian? Dalam hal ini, Vasettha, nama-nama berikut ini sesuai untuk Sang Tathagata: Dhammakayo (Tubuh Dhamma), Brahmakayo (Tubuh Brahma), Dhammabhuto (Perwujudan Dhamma), Brahmabhuto (Perwujudan Brahma).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;10. Vasettha, terdapatlah suatu masa, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang sangat lama, tatkala dunia ini hancur. Pada saat ini terjadi, makhluk-makhluk umumnya terlahir kembali di Abhassara (Alam Cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin, diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang sangat lama.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, terdapat pula suatu saat, cepat atau lambat, setelah selang suatu masa yang sangat lama, tatkala dunia ini mulai terbentuk kembali. Pada saat ini terjadi, makhluk-makhluk yang mati di Abhassara (Alam Cahaya), umumnya terlahir kembali di sini sebagai manusia. Mereka hidup dari ciptaan batin, diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup secara demikian dalam masa yang sangat lama.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;11. Pada waktu itu, semuanya terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, bulan maupun pertengahan bulan belum ada, tahun-tahun maupun musim-musim belum ada; laki-laki maupun wanita belum ada. Makhluk-makhluk hanya dikenal sebagai makhluk-makhluk saja.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang sangat lama bagi makhluk-makhluk itu, tanah dengan sarinya muncul keluar dari dalam air. Sama seperti bentuk-bentuk buih (busa) di permukaan nasi susu masak yang mendingin, demikianlah munculnya tanah itu. Tanah itu memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warna tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tanah itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;12. Kemudian, Vasettha, di antara makhluk-makhluk yang memiliki pembawaan sifat serakah, berkata: Apakah ini? Ia pun mencicipi sari tanah itu dengan jarinya. Dengan mencicipinya, maka ia diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan meliputi dirinya. Makhluk-makhluk lainnya pun mengikuti contoh perbuatannya, maka mereka diliputi sari itu, dan nafsu keinginan pun meliputi diri mereka. Maka, makhluk-makhluk itu mulai makan sari tanah itu, memecahkan gumpalan-gumpalan sari tanah itu dengan tangan mereka. Dengan melakukan hal ini, cahaya tubuh mereka lambat-laun memudar. Dengan memudarnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak. Demikian pula dengan siang dan malam, bulan dan pertengahan bulan, musim-musim dan tahun-tahun pun terjadi. Demikianlah, Vasettha, sejauh itu bumi terbentuk kembali.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;13. Vasettha, makhluk-makhluk itu menikmati sari tanah, memakannya, hidup dengannya, dan hal itu berlangsung dalam masa yang sangat lama. Berdasarkan atas takaran yang mereka makan itu, maka tubuh mereka mulai memadat, dan terwujudlah berbagai macam bentuk tubuh. Sebagian makhluk memiliki bentuk tubuh yang indah dan sebagian lagi memiliki bentuk tubuh yang buruk. Dalam keadaan demikian, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh lebih indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk, dengan berpikir: Kita lebih indah daripada mereka, mereka lebih buruk daripada kita. Sementara mereka bangga akan keindahannya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka sari tanah itupun lenyap. Dengan lenyapnya sari tanah, mereka berkumpul bersama-sama dan meratapinya: Sayang, lezatnya! Sayang, lezatnya!. Demikian pula saat ini, jika orang menikmati rasa enak, ia akan berkata: Oh lezatnya! Oh lezatnya!; yang sesungguhnya mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan masa lampau, tanpa mereka ketahui makna dari kata-kata itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;14. Vasettha, tatkala sari tanah lenyap bagi makhluk-makhluk itu, muncullah tumbuh-tumbuhan dari tanah. Cara tumbuhnya seperti tumbuhan cendawan. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warna tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manisnya tanah itu. Makhluk-makhluk itu mulai makan tumbuh-tumbuhan yang muncul dari tanah itu. Mereka menikmati, memperoleh makanan, hidup dengan tumbuhan yang muncul dari tanah itu, dan hal ini terus berlangsung dalam masa yang sangat lama. Berdasarkan atas takaran yang mereka makan, maka tubuh mereka pun berkembang menjadi lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka semakin jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk. Seperti yang telah lalu, mereka yang indah merendahkan mereka yang buruk. Sementara mereka bangga dengan keindahan tubuhnya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan itu pun lenyap. Selanjutnya, tumbuhan menjalar (badalata) muncul, dan cara tumbuhnya seperti bambu. Tumbuhan ini memiliki warna, bau dan rasa sama seperti tumbuhan yang tumbuh sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;15. Vasettha, makhluk-makhluk itu mulai makan tumbuhan menjalar tersebut. Mereka menikmati, memperoleh makanan, dan hidup dengan tumbuhan menjalar itu, dan hal ini berlangsung dalam masa yang sangat lama. Berdasarkan takaran yang mereka makan, tubuh mereka pun tumbuh semakin padat sehingga perbedaan bentuk tubuh mereka pun semakin jelas. Mereka yang indah merendahkan mereka yang buruk. Sementara mereka bangga akan keindahan tubuhnya sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan menjalar itu pun lenyap. Dengan lenyapnya tumbuhan menjalar itu, mereka berkumpul bersama-sama dan meratapinya: Kasihanilah kami, milik kami hilang! Demikian pula sekarang, pada saat orang-orang ditanya kesusahannya, mereka menjawab: Kasihanilah kami! Segala yang kumiliki telah hilang; yang sesungguhnya mereka ucapkan itu hanyalah mengikuti ucapan pada masa lampau, tanpa mengetahui makna kata-kata itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;16. Vasettha, tatkala tumbuhan menjalar lenyap bagi makhluk-makhluk itu, muncullah tumbuhan padi (sali) yang masak di alam terbuka (akattha-pako), tanpa dedak dan sekam, harum, bulir-bulirnya bersih. Bilamana pada sore hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan malam, maka keesokan paginya padi telah tumbuh dan masak kembali. Bilamana pada pagi hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan siang, maka pada sore hari padi telah tumbuh dan masak kembali.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, selanjutnya makhluk-makhluk itu menikmati padi yang masak di alam terbuka, memperoleh makanan, dan hidup dari tumbuhan padi itu, dan hal ini terus berlangsung dalam masa yang sangat lama. Berdasarkan atas takaran yang mereka makan, maka tubuh mereka pun berkembang menjadi lebih padat, dan perbedaan bentuk tubuh mereka semakin jelas. Bagi wanita tampak jelas kewanitaannya (itthilinga) dan bagi pria tampak jelas kelaki-lakiannya (purisalinga). Kemudian wanita sangat memperhatikan keadaan laki-laki, dan laki-laki sangat memperhatikan keadaan wanita. Karena mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain terlalu banyak, maka timbullah nafsu indria yang membakar tubuh mereka. Dan sebagai akibat adanya nafsu indria tersebut, mereka melakukan hubungan kelamin (methuna). &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, ketika makhluk-makhluk itu melihat mereka melakukan hubungan kelamin, maka sebagian melempari dengan pasir, sebagian melempari dengan abu, sebagian melempari dengan kotoran sapi, sambil berteriak: &amp;#8220;Kurang ajar! Kurang ajar! Sungguh tak pantas seorang berbuat demikian pada yang lain!&amp;#8221; Demikianlah pada saat sekarang, apabila ada seorang laki-laki dari tempat lain menjemput mempelai wanita dan membawanya pergi, orang-orang akan melemparinya dengan pasir, abu atau kotoran sapi; yang sesungguhnya hal yang mereka perbuat itu hanyalah mengikuti bentuk-bentuk masa lampau, tanpa mengetahui makna daripada perbuatan itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;17. Vasettha, hal yang dianggap tidak pantas pada masa itu, sekarang dipandang pantas. Pada masa itu, makhluk-makhluk yang berhubungan kelamin tidak diijinkan memasuki desa atau kota selama satu bulan penuh atau dua bulan. Dan di saat itu, disebabkan makhluk-makhluk dengan mudah mencela perbuatan yang tidak pantas itu, maka mereka mulai membuat rumah-rumah hanya untuk menyembunyikan perbuatan tidak pantas itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, kemudian timbullah pikiran di dalam diri sebagian makhluk yang bertabiat pemalas: &amp;#8220;Mengapa aku harus capek-capek mengambil padi pada pagi hari untuk makan siang? Bukankah sebaiknya aku mengambil padi yang cukup untuk makan siang dan malam sekaligus?&amp;#8221; Maka mereka pun pergi mengumpulkan padi yang cukup untuk dua kali makan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ketika makhluk-makhluk lain datang padanya, dan berkata: &amp;#8220;Sahabat, marilah kita pergi mengumpulkan padi.&amp;#8221;, dan ia pun menjawab: &amp;#8220;Tidak, sahabat. Aku telah mengambil padi yang cukup untuk makan siang dan malam sekaligus.&amp;#8221; Selanjutnya, mereka mengumpulkan padi yang cukup untuk makan dua hari, empat hari, dan akhirnya delapan hari.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, sejak itu makhluk-makhluk tersebut mulai makan padi yang disimpan. Dedak mulai menutupi bulir-bulir padi yang bersih, dan terbungkus sekam. Padi yang sudah dituai atau potongan-potongan batangnya tidak segera tumbuh kembali, sehingga terjadi masa menunggu. Dan batang-batang padi mulai tumbuh berumpun.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;18. Vasettha, makhluk-makhluk itu berkumpul bersama dan meratap, dengan berkata: &amp;#8220;Kebiasaan buruk telah muncul di kalangan kita. Dahulu kita hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, tubuh bercahaya, melayang-layang di angkasa, dan hidup dalam kemegahan. Setelah suatu masa yang lama, muncullan sari tanah dari dalam air, yang memiliki warna, bau dan rasa. Kita mulai membuat sari tanah itu menjadi gumpalan dan menikmatinya. Setelah berbuat demikian, maka cahaya tubuh kita pun memudar, sehingga matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi mulai tampak. Kita menikmati sari tanah dalam waktu sangat lama, tetapi sejak kelakuan buruk dan kebiasaan-kebiasaan tak pantas muncul di antara kita, lalu muncullah tumbuh-tumbuhan dari tanah (bhumipappatiko), yang memiliki warna, bau dan rasa. Kita mulai menikmati dan hidup dengannya dalam waktu lama, dan akhirnya pun lenyap. Lalu muncullah tumbuhan menjalar, yang memiliki warna, bau dan rasa. Kita mulai menikmati dan hidup dengannya dalam waktu sangat lama, dan akhirnya pun lenyap. Lalu muncullah padi yang masak di alam terbuka, tanpa dedak dan sekam, harum, dengan bulir-bulir yang bersih. Bilamana kita petik pagi untuk makan siang, maka pada sore hari telah tumbuh dan masak kembali. Demikianlah kita hidup dari padi ini untuk masa yang sangat lama. Tetapi sejak kelakuan buruk dan kebiasaan-kebiasaan tak pantas muncul di antara kita, maka dedak telah menutupi bulir-bulir padi yang bersih, dan sekam pun telah membungkusnya. Dan tatkala kita petik, padi tidak segera tumbuh kembali, sehingga terjadi masa menunggu, dan batang-batang padi mulai tumbuh berumpun. Karena itu, marilah kita membagi ladang-ladang padi dengan membuat batas-batasnya.&amp;#8221; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikianlah mereka membagi ladang-ladang padi dan membuat batas di sekeliling ladang bagian mereka masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;19. Vasettha, sebagian makhluk yang memiliki pembawaan sifat serakah (lolajatiko), yang sedang menjaga ladang bagiannya sendiri, lalu mencuri padi dari ladang orang lain dan memakannya. Mereka menangkap dan memegangnya erat-erat, dan berkata: &amp;#8220;Sahabat, sesungguhnya engkau telah berbuat jahat. Saat menjaga ladangmu sendiri, engkau telah mencuri milik orang lain dan memakannya. Ingatlah, jangan mengulanginya lagi!&amp;#8221; Namun, untuk kedua kalinya ia mengulangi perbuatannya, dan juga untuk ketiga kalinya. Dan kembali mereka menangkap dan menasehatinya. Sebagian dari mereka memukulnya dengan tangan, sebagian lagi melemparinya dengan bongkahan tanah, dan sebagian lagi memukulnya dengan tongkat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah awal munculnya perbuatan mencuri. Sejak itu, pemeriksaan, kebohongan dan hukumanpun mulai dikenal.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;20. Vasettha, makhluk-makhluk itu berkumpul bersama dan meratap, dengan berkata: &amp;#8220;Kejahatan telah muncul di antara kita. Pencurian, pemeriksaan, kebohongan dan hukuman pun mulai dikenal. Sebaiknya kita memilih salah satu dari kita untuk mengadili mereka yang patut diadili, memeriksa mereka yang patut diperiksa, dan mengucilkan mereka yang patut dikucilkan. Dan untuk membalas jasanya, kita akan memberikan sebagian padi kita kepadanya.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, mereka lalu memilih salah satu dari mereka yang paling rupawan, paling disukai, paling disegani, paling pandai, dengan berkata: &amp;#8220;Sahabat, sepatutnyalah engkau mengadili mereka yang patut diadili, memeriksa mereka yang patut diperiksa, dan mengucilkan mereka yang patut dikucilkan. Dan kami akan memberikan sebagian padi kami kepadamu.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ia menyetujuinya dan mengerjakan tugasnya, dan mereka memberikan sebagian padi milik mereka kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;21. Vasettha, dia yang dipilih oleh banyak orang itulah yang disebut Maha Sammata (Pilihan Agung) sebagai ungkapan pertama yang muncul (bagi seseorang yang dipilih oleh banyak orang). Penguasa ladang adalah ia yang disebut Khattiya, sebagai ungkapan kedua yang muncul. Ia yang menyenangkan orang lain dengan dhamma (dengan melaksanakan prinsip kebenaran) adalah ia yang disebut Raja, sebagai ungkapan ketiga yang muncul.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah asal mula kelompok masyarakat Khattiya ini berdasarkan pernyataan awal di masa lampau. Asal mula mereka adalah dari kalangan mereka sendiri, dan bukan dari orang-orang lain; dari keinginan mereka sendiri dan bukan tanpa diinginkan; dan hal itu terjadi sesuai dhamma (yang seharusnya demikian). Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;22. Vasettha, kemudian muncul gagasan pada diri orang-orang itu: &amp;#8220;Perbuatan-perbuatan jahat telah muncul di kalangan kita, sehingga pencurian, pemerkosaan, kebohongan, hukuman dan pengucilan menjadi dikenal. Sekarang, marilah kita menyingkirkan semua kejahatan dan kebiasaan tak pantas itu.&amp;#8221; Dan mereka mengindahkannya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, mereka yang menyingkirkan (bahenti) kejahatan dan kebiasaan buruk adalah ia yang disebut brahmana. Demikianlah brahmana sebagai ungkapan awal bagi mereka. Mereka membuat pondok-pondok dari daun di hutan, dan bersamadhi di situ. Mereka hidup tanpa perapian, tanpa asap, tidak mempergunakan alu dan lumpang. Mereka mengumpulkan makanan pada pagi hari untuk makan siang, dan pada sore hari untuk makan malam. Mereka mengumpulkan makanan dengan memasuki desa, kampung dan kota. Setelah beroleh makanan, mereka kembali ke pondok dan bersamadhi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ketika orang-orang melihat mereka yang bersamadhi (jhayanti), orang-orang itu menyebutnya Jhayaka (pelaksana samadhi). Demikianlah istilah Jhayaka sebagai ungkapan kedua yang muncul.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;23. Vasettha, terdapatlah di antara mereka yang tidak tahan bersamadhi di pondok-pondok daun dalam hutan, maka mereka keluar dan tinggal di pinggir-pinggir desa, kampung dan kota. Di sana, mereka menulis buku (ganthe karonta). Dan ketika orang-orang melihat hal ini, mereka berkata: &amp;#8220;Orang-orang ini, karena tidak tahan bersamadhi di pondok-pondok daun dalam hutan, maka mereka keluar dan tinggal di pinggir-pinggir desa, kampung dan kota. Di sana, mereka menulis buku (ganthe karonta). Mereka tidak bersamadhi (ajhayaka).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, mereka yang tidak bersamadhi inilah yang disebut dengan Ajhayaka. Demikianlah Ajhayaka sebagai istilah ketiga yang muncul. Pada masa itu, mereka dipandang yang paling rendah, tetapi sekarang mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah asal mula kelompok masyarakat brahmana ini berdasarkan pernyataan awal di masa lampau. Asal mula mereka adalah dari kalangan mereka sendiri, dan bukan dari orang-orang lain; dari keinginan mereka sendiri dan bukan tanpa diinginkan; dan hal itu terjadi sesuai dhamma (yang seharusnya demikian). Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;24. Vasettha, terdapat pula sebagian orang yang menempuh hidup berkeluarga dan melakukan berbagai macam perdagangan. Mereka inilah yang disebut dengan Vessa (kaum pedagang). Demikianlah istilah Vessa ini dipergunakan sebagai ungkapan bagi orang-orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;25. Vasettha, selebihnya dari orang-orang ini, melakukan pekerjaan berburu. Mereka yang hidup dari hasil berburu dan pekerjaan-pekerjaan sejenisnya inilah yang disebut Sudda. Demikianlah istilah Sudda ini dipergunakan sebagai ungkapan dari orang-orang itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, demikianlah asal mula kelompok masyarakat brahmana, vessa, dan sudda ini berdasarkan pernyataan awal di masa lampau. Asal mula mereka adalah dari kalangan mereka sendiri, dan bukan dari orang-orang lain; dari keinginan mereka sendiri dan bukan tanpa diinginkan; dan hal itu terjadi sesuai dhamma (yang seharusnya demikian). Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;26. Vasettha, pada suatu saat, terdapatlah beberapa orang khattiya memandang rendah cara hidupnya sendiri. Mereka meninggalkan kehidupan rumah tangga dan menempuh hidup sebagai orang tak berumah tangga, dengan berkata: &amp;#8220;Aku ingin menjadi pertapa.&amp;#8221; &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikian pula hal ini terjadi pada golongan brahmana, vessa dan sudda. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, dari empat kelompok masyarakat inilah muncul kelompok pertapa. Asal mula mereka adalah dari kalangan mereka sendiri, dan bukan dari orang-orang lain; dari keinginan mereka sendiri dan bukan tanpa diinginkan; dan hal itu terjadi sesuai dhamma (yang seharusnya demikian). Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;27. Vasettha, seorang khattiya yang menempuh kehidupan jahat dalam perbuatan, perkataan dan pikiran; yang menganut pandangan-pandangan salah; maka sebagai akibat dari pandangan dan perbuatannya itu, pada saat kehancuran tubuhnya, setelah mati, mereka terlahir kembali dalam alam celaka (apaya), alam sengsara (duggati), alam siksaan (vinipata), dan alam neraka (niraya).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikian pula kita dapat mengatakan hal yang sama pada orang brahmana, vessa, dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;28. Vasettha, seorang khattiya yang menempuh kehidupan benar dalam perbuatan, perkataan dan pikiran; yang menganut pandangan-pandangan benar; maka sebagai akibat dari pandangan dan perbuatannya itu, pada saat kehancuran tubuhnya, setelah mati, mereka terlahir kembali dalam alam bahagia (suggati), alam surga (sagga).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikian pula kita dapat mengatakan hal yang sama pada orang brahmana, vessa, dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;29. Vasettha, seorang khattiya yang menempuh kehidupan ganda (dvaya kari), baik dan buruk dalam perbuatan, perkataan dan pikiran; yang menganut pandangan campuran (vimissaditthiko); maka sebagai akibat dari pandangan dan perbuatannya itu, pada saat kehancuran tubuhnya, setelah mati, mereka terlahir kembali dalam alam bahagia maupun alam sengsara. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikian pula kita dapat mengatakan hal yang sama pada orang brahmana, vessa, dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;30. Vasettha, seorang khattiya yang hidup dengan perbuatan, perkataan, dan pikiran terkendali, yang telah mengembangkan tujuh faktor untuk mencapai penerangan sempurna (satta bodhipakkhiya dhamma), maka ia akan mencapai pemusnahan total dari noda-noda batin atau parinibbana dalam kehidupan sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikian pula kita dapat mengatakan hal yang sama pada orang brahmana, vessa, dan sudda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;31. Vasettha, siapapun dari keempat kelompok masyarakat ini menjadi seorang bhikkhu, arahat, orang yang telah mengalahkan noda-noda batin (jinasavo), telah mengerjakan yang harus dikerjakan (kata karaniyo), telah meletakkan beban (ohitabharo), telah mencapai kebebasan (anuppattasadattho), telah mematahkan ikatan kelahiran (parikakkhinabhavasannajano), telah terbebas karena berpengetahuan (sammadannavimutto); maka dialah yang dinyatakan terbaik di antara mereka, berdasarkan kebenaran (dhamma) dan tidak atas dasar yang bukan dhamma (adhamma). &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sesungguhnya, Vasettha, dhamma itu amat bermanfaat bagi umat manusia, baik dalam kehidupan sekarang maupun di kehidupan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;32. Vasettha, syair ini telah dikumandangkan oleh Sanam Kumara, salah seorang dewa Brahma:&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;#8220;Khattiya adalah yang terbaik di antara kumpulan ini, yang mempertahankan garis keturunannya. Tetapi Ia yang sempurna pengetahuan serta tindak-tanduknya adalah yang terbaik di antara para dewa dan manusia.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, syair ini telah dikumandangkan dengan baik oleh Brahma Sanam Kumara, kata-kata yang baik, tidak buruk; penuh arti dan bukan kata-kata kosong. &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Vasettha, begitu pula Aku menyatakan: &amp;#8220;Khattiya adalah yang terbaik di antara kumpulan ini, yang mempertahankan garis keturunannya. Tetapi Ia yang sempurna pengetahuan serta tindak-tanduknya adalah yang terbaik di antara para dewa dan manusia.&amp;#8221;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikianlah sabda Sang Bhagava. Vasettha dan Bharadvaja merasa puas dan bersuka cita mendengar sabda Sang Bhagava itu.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-7684481592492097127?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/7684481592492097127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=7684481592492097127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7684481592492097127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7684481592492097127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/05/aganna-sutta.html' title='AGANNA SUTTA'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-5595714937756962778</id><published>2008-03-24T13:11:00.000+07:00</published><updated>2008-03-24T13:10:48.564+07:00</updated><title type='text'>Tanya Jawab (1)</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;Dari: hendry, &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;br&gt; Namo Buddhaya,&lt;br&gt; Bhante,&lt;br&gt; 1. Saya melihat di agama lain bahwasanya kalo kita percaya dengan agama mereka, maka mereka akan disembuhkan. Saya melihat banyak kesaksian bahwa kalo umat mereka sakit apapun, asal ikut kebaktian dan dijamah tuhan mereka, mereka bisa sembuh. &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang gak bisa berjalan setelah ikut bisa sembuh.&lt;br&gt; Yang mao saya tanyakan kepada Bhante : apakah benar ada kejadian seperti itu dan kenapa hal tersebut bisa terjadi ?&lt;br&gt; 2. Dalam Agama Buddha terdapat 3 aliran yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana.&lt;br&gt; Yang mao saya tanyakan ke Bhante : mengapa dalam ajaran Mahayana kebanyakan ajarannya mengarah ke ajaran Bodhisatva dan sutra-sutra yang dibacakan itu kebanyakan sutra Bodhisatva ?&lt;br&gt; Apakah dalam Ajaran Sang Buddha pernah cerita mengenai sutra-sutra tersebut ? Contohnya : Mahakaruna Dharani, Amithaba Sutra, Bhaisjyaguru Sutra ?&lt;br&gt; Terima kasih atas jawaban Bhante.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jawaban:&lt;br&gt; 1. Memang sering terdengar dalam masyarakat adanya kegiatan penyembuhan seperti yang disampaikan dalam pertanyaan. Namun, kalau dari ribuan orang yang hadir ada beberapa orang saja yang sembuh, berarti lebih banyak mereka yang tidak sembuh daripada mereka yang bisa disembuhkan.&lt;br&gt; Padahal, mereka yang tidak sembuh, mungkin juga memiliki keyakinan yang sama atau bahkan lebih yakin dengan mereka yang telah tersembuhkan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dalam pengertian Buddhis, mereka yang tersembuhkan dalam upacara itu adalah karena kamma baik yang mereka miliki telah mendukung untuk kesembuhannya. Upacara yang dilakukan hanya sarana untuk mempercepat kamma baik yang mereka miliki matang.&lt;br&gt; Apabila mereka belum memiliki kamma baik yang mendukung, maka meskipun mereka berkali-kali mengikuti upacara seperti itu, mereka tetap tidak mendapatkan kesembuhan seperti yang diinginkan.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Demikian pula kalau kesembuhan dapat dicapai dengan suatu upacara ritual belaka, maka tentu tidak ada lagi orang yang bersedia menjadi dokter atau membuka rumah sakit. Semua orang akan mengikuti dan belajar melakukan upacara ritual agar dapat menyembuhkan orang sakit. Namun, ternyata masih banyak orang yang menjadi dokter serta membuka rumah sakit. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua orang memiliki kamma baik yang mendukung agar ia bisa segera sembuh dengan mengikuti upacara ritual tertentu.&lt;br&gt; Jadi, memang ada upacara ritual yang mengkondisikan kamma baik berbuah dalam bentuk kesembuhan. Namun, janganlah terheran-heran dengan hal itu karena kesembuhan bukan hanya disebabkan oleh suatu upacara tertentu. Kesembuhan lebih memerlukan kamma baik yang mendukung daripada suatu upacara ritual.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 2. Dalam masyarakat Buddhis berkembang Agama Buddha dengan dua tradisi besar yaitu tradisi &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang dikenal dengan istilah Theravada, dan tradisi Tiongkok yang dikenal dengan istilah Mahayana. Tantrayana atau Vajrayana atau Agama Buddha dengan tradisi &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Tibet&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; lebih sering digolongkan sebagai bagian dari Agama Buddha tradisi Tiongkok.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Perbedaan Agama Buddha tradisi &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dengan tradisi Tiongkok secara sederhana dapat dilihat dari saat Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan. Saat Pangeran Siddhattha mencapai Penerangan Sempurna di Bodhgaya menjadi Buddha Gotama dapat dianggap sebagai titik nol untuk mempelajari kedua tradisi besar dalam Agama Buddha.&lt;br&gt; Theravada lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan dengan berbagai kejadian setelah Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan. Karena itu, berbagai kotbah Sang Buddha banyak dikutip dalam penjelasan secara Theravada.&lt;br&gt; Mahayana lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan dengan berbagai kejadian sebelum Pangeran Siddhattha mencapai kebuddhaan. Karena itu, berbagai penjelasan Dhamma dalam Mahayana banyak membabarkan tentang bodhisatta atau calon Buddha.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Adanya perbedaan itu pula yang menyebabkan beberapa bagian kitab suci yang dipergunakan di kedua aliran tidaklah sama. Dharani dan sutra yang ditanyakan di atas tidak terdapat dalam Kitab Suci Tipitaka yang dipergunakan Agama Buddha tradisi &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;India&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; atau Theravada.&lt;br&gt; Meskipun ada sedikit perbedaan di antara kedua aliran besar ini, hendaknya para umat Buddha tidak mempertajam perbedaan tersebut. Umat Buddha hendaknya lebih banyak membicarakan berbagai persamaan yang ada di kedua tradisi.&lt;br&gt; Dalam bahasa sederhana, berbagai hal yang sama dalam kedua tradisi hendaknya tidak dibeda-bedakan. Sebaliknya, hal yang berbeda dalam kedua tradisi hendaknya tidak dipersamakan. Setiap umat Buddha dapat memilih dan menjalani Agama Buddha dengan tradisi yang sesuai kecocokan masing-masing tanpa harus saling menjelekkan tradisi lain.&lt;br&gt; Semoga jawaban ini bermanfaat.&lt;br&gt; Salam metta,&lt;br&gt; B. Uttamo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;Sumber : &lt;a href="http://samaggi-phala.or.id/"&gt;http://samaggi-phala.or.id/&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-5595714937756962778?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/5595714937756962778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=5595714937756962778' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5595714937756962778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5595714937756962778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/tanya-jawab-1.html' title='Tanya Jawab (1)'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-3856723495376810988</id><published>2008-03-19T15:20:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T15:20:50.111+07:00</updated><title type='text'>Beyond The Living: Gods, Ghosts and Demons -- By : Ajahn Brahmavamso</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=judul align=center style='text-align:center'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Beyond The Living: Gods, Ghosts and Demons &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=judul align=center style='text-align:center'&gt;&lt;span class=isi&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Oleh: Ajahn Brahmavamso&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align=center style='text-align:center'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;&lt;br&gt; &lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;GHOSTS:&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dari judulnya, sudah pasti banyak yang tertarik. Kata Ajahn sepertinya malam ini yang paling banyak pendengarnya. Dulu waktu dia disuruh berkotbah di Kuala Lumpur, Malaysia, dia diminta kasih judul kotbahnya, dia juga kasih yang ini dan yang muncul dengar banyak sekali. Sampe Bhikkhu di Kuala Lumpur bercanda, wah waktu saya berkotbah yang dengar bisa dihitung pake jari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ajahn Brahm berkata, is ghost exist or not? The answer is YES!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Tapi tidak usah takut karena hantu tidak pernah melukai manusia. Hantu hanya menakuti, tidak pernah melukai. Jangan percaya pada wajah hantu yang mengerikan dalam film itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian dia bertanya, coba tunjuk tangan bagi mereka yang pernah lihat hantu! &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; beberapa pendengar yang menunjuk tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian dia bertanya lagi, coba tunjuk tangan bagi mereka yang pernah dilukai hantu! &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; beberapa juga yang menunjuk tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian Ajahm Brahm berkata kepada mereka, benarkah kamu dilukai hantu? Saya melihat kamu masih baik-baik duduk di sini mendengar cerita saya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span   style='font-size:12.0pt'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; orang berkata, sewaktu tidur seperti dicekik hantu tidak bisa bernafas. Apakah itu bukan berarti dilukai?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ajahm Brahm menjawab, sebenarnya pengalaman itu bukanlah dicekik hantu. Itu adalah pengalaman fisik kita sewaktu tidur karena pikiran kita ataupun pernafasan kita yang terganggu. Pikiran kita terikat pada sesuatu membuat kita lupa atau tidak mau bernafas, lain kali kalau mengalami yang begitu cobalah relaks and let go. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Percayalah, tidak ada hantu yang jahat di dunia ini, paling ada hantu yang nakal. Karena hantu itu seperti anak-anak, suka main dan suka diperhatikan orang. Tetapi ada sejenis hantu yang sangat mengerikan, dia bukan hanya membunuh diri sendiri. Tetapi juga membunuh orang lain. Akan saya ceritakan tentang hantu ini nanti terakhir-akhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dulu teman saya menceritakan pengalamannya tentang hantu. Sewaktu dia bermeditasi, dia mencium ada bau aneh tapi tidak dihiraukan. Kemudian dia melanjutkan meditasinya tetapi dia diganggu terus oleh hantu itu, digelitik seperti meminta perhatiannya. Dia tetap tidak menghiraukan. Keesokan harinya sewaktu dia masuk lagi ke ruang meditasinya, masih tercium bau yang aneh itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dia tahu kalau itu adalah bau hantu karena bau dewa itu harum. Jadi sebelum dia memulai meditasinya, dia mengambil bantal lebih satu taruh di sampingnya dan berkata dengan tegas, &amp;quot;I know it is you. There you sit down and meditate with me or else, go somewhere else! Don't bother me!&amp;quot; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Setelah itu, meditasinya tidak pernah terganggu lagi dan bau yang tidak sedap itupun lenyap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span  style='font-size:12.0pt'&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt; sepasang suami istri Buddhis yang sering ke vihara kita di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Mereka menceritakan pengalamannya membeli rumah baru. Agen rumah tidak memberitahukan kalau pemilik rumah sebelumnya baru saja mati di depan rumahnya sewaktu memindahkan perabotnya. Karena pemilik sebelumnya mungkin ada penyakit jantung atau karena kegemukan, dia mati di pintu rumah sewaktu memindah perabotnya. Suami istri ini tidak tahu jadi mereka pindah masuk saja seperti biasanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Tetapi tiap malam mereka diganggu orang yang iseng memijit bel. Mereka membuka pintu dan mengira mungkin saja anak-anak yang sedang iseng, tapi ternyata tidak ada orang. Sampai tengah malam pun begitu. Suaminya ada ide, dia mengeluarkan baterai dari bel jadi waktu dipijit tidak berbunyi lagi. Tetapi walaupun tidak ada baterai, bel itu berbunyi lagi. Barulah mereka tahu ini bukan perbuatan orang iseng. Ternyata itu hantu pemilik rumah sebelumnya yang mau masuk ke rumah. Dia belum sadar kalau dia sudah mati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Mereka baru tau akan kejadian tentang hantu ini setelah mendengar dari tetangga-tetangganya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Jadi sebagai umat Buddha mereka meminta petunjuk dari bhikkhu dan membacakan paritta (doa) supaya hantu itu bisa pergi ke tempat yang seharusnya dia berada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kalian tahu kenapa kebanyakan hantu tidak dapat diambil fotonya. Saya dulu juga heran. Sewaktu saya masih kuliah, saya bersama teman sekelas saya masuk menjadi anggota dari klub yang mengamati miracle (keajaiban). Karena mata kuliah saya semua tentang ilmiah, saya sangat ingin tahu tentang keajaiban di dunia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kita ada membuat kelompok belajar dan pergi mencari rumah-rumah yang berhantu. Kita berupaya untuk mengambil foto tetapi tidak ada satupun yang jadi. Setelah mendalami agama Buddha saya baru mengerti kalau hantu itu hanya dapat dilihat oleh pikiran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ini mengingatkan saya tentang cerita kungfu Tiongkok yang saya lihat sewaktu kecil. Cerita itu mengenai seorang anak yang belajar kungfu pada seorang guru. Pada suatu hari guru itu membawa anak itu pergi ke sebuah kolam. Dia berkata pada anak itu, Awas! Jangan terlalu dekat dengan kolam itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kalau kamu jatuh ke dalam, kamu akan menjadi tulang-tulang yang kamu lihat itu pada dasar kolam. Karena kolam ini bukan kolam air biasa, melainkan air asam pekat yang menghancurkan apa saja. Jadi untuk melatih keseimbangan badanmu, kamu harus berjalan di atas jembatan kayu ini dan berlatih selama 7 hari. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Seandainya badanmu tidak seimbang kamu bisa jatuh ke dalam kolam. Jadi berhati-hatilah. Anak itu berlatih tanpa jatuh ataupun terpeleset sekalipun dan tibalah 7 hari itu. Gurunya berkata, kamu sudah berlatih 7 hari, untuk meyakinkan bahwa keseimbangan badanmu sudah mantap, saya akan menutup matamu dengan kain hitam dan kamu berjalan lagi di jembatan itu satu putaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Mulailah anak itu merasa takut. Selangkah demi selangkah dia maju di jembatan itu, tetapi baru 7 langkah dia sudah terpeleset dan jatuh ke kolam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;STAY TUNED! Seperti biasanya komersial iklan di TV muncul pada saat-saat kritis, dan saya harus menunggu beberapa menit untuk melihat apa yang terjadi pada anak itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kembali ke film ini, anak itu berpikir tamatlah riwayatku. Tetapi begitu dia terjatuh dia terdengar gurunya tertawa terbahak-bahak dari tepi kolam dan berkata bukalah kain hitam itu dan berenanglah ke tepi. Anakku, tidak ada kolam asam, tulang tengkorak yang seperti kamu lihat itu hanyalah palsu saja. Itu air biasa, tetapi pikiranmu telah menghantui kamu, rasa takutmu lah yang menghantui kamu sehingga keseimbangan batinmu tidak terjaga, dan tentu saja dengan keseimbangan badanmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kembali tentang klub pelacak keajaiban yang saya masuk dulu. Dalam program pertama dari klub ini, ada seorang wanita tua yang datang memberikan ceramahnya tentang ilmu gaib. Dia bilang, &amp;quot;Welcome to my talk. As you know, I'm a witch (nenek sihir).&amp;quot; Srrhh... kita semua berdiri bulu romanya. Kemudian berkata lagi. &amp;quot;Don't be afraid. There are 2 kinds of witches. Black Witch and White Witch. Black Witch is Evil and White Witch is a kind Witch, who always helps people. I'm a White Witch.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Semua orang menjadi tenang kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian nenek itu melanjutkan lagi. &amp;quot;But... Black Witch will always say that she too a White Witch&amp;quot; hahaha... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Teman bersama saya yang masuk klub ini sekarang berbisnis di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;London&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; dan masih aktif dalam klub ini. Saya bertemu dengannya akhir-akhir ini. Kartu bisnisnya sangat unik. Selain bisnis utamanya, di bawah namanya ada tertulis &amp;quot;Member of Ghost Buster of Northern Island&amp;quot;. (artinya anggota penangkap hantu dari Pulau bagian Utara). Di Inggris banyak sekali hantu gentayangan. Karena hantu-hantu itu terlalu lengket / melekat pada keluarganya atau rumahnya atau barangnya. Mereka tidak rela meninggalkan kediamannya atau keluarganya, jadi tetap di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; tidak mau pergi-pergi untuk tumimbal lahir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Tetapi bagaimanapun, bhikkhu yang baik lah yang ahli dalam menangkap hantu. Bhikkhu itu ahli sebenarnya bukan karena dia memiliki kekuatan gaib atau kekuatan lainnya. Tetapi karena Bhikkhu itu menaati peraturan-peraturan yang diberikan Sang Buddha, sehingga bhikkhu-bhikkhu dapat terbebas dari segala niat buruk atau apapun yang tidak baik, dan bhikkhu-bhikkhu juga bisa memancarkan kasih sayangnya kepada semua makhluk tanpa meminta pembalasan apapun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Talk about this precept (peraturan), saya teringat tentang seorang wanita Thai usia 60 an yang sering ke vihara kita di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place  w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Dia seorang Buddhis yang sangat saleh, taat pada Pancasila Buddhis dan tiap minggu menjalankan Atthasila Buddhis (8 sila Buddhis). Tetapi ada beberapa minggu saya tidak melihatnya, tetapi saya melihat putrinya dan bertanya kemana orang tua itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian putrinya bercerita. Ibunya sakit dan berada di hospital. Kata putrinya, sekarang saya lebih yakin dengan agama Buddha. Karena sebenarnya ketika ibuku baru masuk rumah sakit saya sangat kuatir dan pergi menjenguk seorang ahli pengobatan dengan ilmu gaib yang terkenal. Saya membayar A$20 kepadanya kemudian dia meminta nama, tanggal lahir, nama rumah sakit dan nomor tempat tidur ibuku. Begitu saya beritahu kepadanya, dia membaca mantra-mantranya sampai lama sekali. Kemudian dia bangun dan berkata padaku, apakah ibumu ada ilmu gaib atau memakai apa-apa dalam tubuhnya. Saya tidak bisa melihat dengan jelas karena dia seperti diselimuti oleh atmosphere putih disekelilingnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Saya menjawab, tidak ibu saya tidak memakai apa-apa tetapi dia penganut Buddha yang taat pada peraturannya. Seketika itu juga ahli gaib ini mengembalikan uangku A$20 dollar dan berkata, kenapa kamu tidak bilang sebelumnya, buang waktuku saja! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dari sini, kalian harus tahu, bahwa menaati Sila yang ditetapkan Sang Buddha itu berarti melindungi diri kalian sendiri. Setiap kali ke vihara, kita selalu bersujud di depan rupang Sang Buddha. Kalian tahu apa artinya? Itu bukan berarti kita umat Buddha menyembah-nyembah di depan patung. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dulu saya tidak mengerti, saya hanya ikut saja bersujud. Sekarang saya mengerti bahwa saya bersujud di depan rupang (patung) Sang Buddha bukan karena saya menyembahnya, tetapi saya menghormati dan mengagungkan jalan yang ditunjukkan Sang Buddha dan bersujud untuk mengingatkan saya harus berjalan di atas jalan yang ditunjukkan olehNYA. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;==========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Note: Pancasila Buddhis adalah &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sila yang harus ditaati umat Buddha. Sewaktu seorang umat Buddha di wisudhi, selain berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha, dia juga harus berjanji taat pada Pancasila Buddhis yang ditetapkan oleh Sang Buddha sebagai peraturan untuk umat awam. Isi Pancasila Buddhis itu adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;1. Panatipata Veramani Sikkhapadang Samadiyami. Saya berjanji untuk tidak membunuh atau melukai makhluk apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;2. Adinandana Veramani Sikkhapadang Samadiyami. Saya berjanji untuk tidak mencuri, mengambil milik orang lain tanpa persetujuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;3. Kamesumichacara Veramani Sikkhapadang Samadiyami. Saya berjanji untuk tidak melakukan perbuatan serong atau asusila. Saya hanya setia pada pasangan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;4. Musavada Veramani Sikkha &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Samadiyami. Saya berjanji untuk tidak berbohong, tidak berkata kasar. Saya hanya berbicara yang jujur dan benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;5. Sura-meraya-maja-pamadathana Veramani Sikkhapadang Samadiyami. Saya berjanji untuk tidak minum arak, makan obat yang mengakibatkan kecanduan dan kebodohan. Saya harus selalu berwaspada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;===========================&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Sewaktu Ajahn Brahm berbicara tentang &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sila yang harus ditaati umat awam ini, dia bercanda tentang orang Thai yang pergi ke vihara. Dulu dia merasa aneh melihat beberapa lelaki Thai yang ke vihara berdoa dengan sikap anjali tetapi tidak semua &lt;st1:City w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt; jari bertemu &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; jari sebagai mana seharusnya. &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang dua jarinya disimpan sehingga hanya 4 pasang jari yang keluar. Kemudian dia bertanya ke bhikkhu Thai temannya, kenapa mereka berdoa dengan jari begitu? Temannya menjawab, karena mereka tidak menaati salah satu peraturan dari &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; sila itu. Ini hanyalah tradisi orang Thai yang sebenarnya tidak benar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Seorang Buddhis yang benar harus tetap patuh pada perjanjiannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kebetulan waktu ini &lt;st1:State w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; waktu &amp;quot;Pho-Tho&amp;quot; bulan Juli menurut penanggalan Tiongkok. Banyak orang Singapura yang masih sembahyang besar-besaran untuk &amp;quot;hantu&amp;quot;. &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; orang bertanya mengenai &amp;#8220;Pho-Tho&amp;#8221; kepada Ajahn Brahm. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kata Ajahn, sebenarnya sembahyang &amp;quot;Pho-Tho&amp;quot; ini asal usulnya juga dari Ajaran Sang Buddha, hanya Ajaran itu telah direformasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ceritanya ada tertulis dalam Sutta agama Buddha. Konon di masa kehidupan Sang Buddha, ada seorang raja di India yang bermimpi buruk dimana dia didatangi makhluk-makhluk halus yang menderita memohon-mohon padanya dengan sedih dan iba sekali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Raja ini sangat gelisah setelah mimpi ini sehingga dia berkunjung kepada Sang Buddha memohon petunjuknya. Sang Buddha dengan kekuatannya tahu mengenai hal ini, Beliau berkata kepada raja itu bahwa mereka itu adalah orang-orang yang dihukum mati oleh raja ataupun raja sebelumnya. Karena mereka mati dengan penasaran, mereka menjadi gentayangan, tidak mau &amp;quot;let go&amp;quot; dengan dunia ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Raja yang bijaksana, berdana lah kepada orang-orang yang pantas menerima danamu. Keesokan harinya Raja membagi-bagi makanan dan pakaian kepada semua rakyatnya. Rakyatnya semua sangat gembira dan bersyukur dan berdoa atas kebahagiaan Raja. Sejak itu Raja itu tidak pernah bermimpi buruk lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Cerita kedua adalah mengenai salah seorang murid utama Sang Buddha yang bernama Mogallana. Ibu Mogallana meninggal dunia. Mogallana sebagai anak berbakti ingin mengetahui keadaan ibunya, karena dia tahu pada masa hidupnya ibunya itu bukanlah seorang Buddhis, ibunya suka mencaci maki dan marah-marah terus pada siapapun termasuk pada Sang Buddha dan pengikutnya. Waktu itu Mogallana sudah mencapai kesucian dan mempunyai kekuatan menembus ruang dan alam, sehingga dia berhasil menemukan ibunya di alam kelaparan. Dia merasa kasihan sekali kepada ibunya, sedangkan ibunya tidak mengenal dia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dia melihat ibunya kelaparan, dan segera dia memberi makanan yang memang sudah disediakan kepada ibunya. Tetapi begitu ibunya makan, segera makanan itu menjadi bara api di kerongkongannya. Ibunya menjerit-jerit kesakitan dan segera Mogallana memberi ibunya minuman tetapi sama juga minuman itu juga menjadi bara api begitu masuk ke mulutnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Mogallana dengan segera upaya menolong ibunya tidak berhasil. Akhirnya dia pergi mencari Sang Buddha untuk memohon petunjuknya. Sang Buddha tahu akan kejadian ini juga dan berkata pada Mogallana, cepatlah kamu berdana memberi makan kepada orang suci agung atas nama ibunda mu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Pada waktu kehidupan Sang Buddha, tentu saja tidak sukar mencari orang suci / Arahat, jadi Mogallana secepat mungkin mengumpulkan bhikkhu-bhikkhu lain yang juga temannya dan berdana ke mereka. Setelah itu mereka bersama-sama memanjatkan paritta untuk mentransfer kebaikan Mogallana kepada ibunya yang berada di alam kelaparan. Akhirnya ibunya terbebas dari alam kelaparan dan dilahirkan kembali di alam Surga Tusita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Cerita ketiga adalah mengenai murid utama Sang Buddha yang lainnya (lupa namanya, entah Upali atau siapa). Pada suatu malam, sewaktu Upali bermeditasi di vihara dia mendengar suara dan tangis isakan seseorang. Setelah diteliti ternyata itu berasal dari seorang mahkluk halus di luar vihara. Hantu ini sedang memohon pada dewa penjaga pintu untuk membiarkan dia masuk menemui anaknya. Begitu Upali keluar, makhluk ini berkata kepada Upali, jangan melihat ke depan anakku, saya tidak memakai apa-apa, saya kotor! dan orang suci seperti kamu tidak pantas melihat saya. Tetapi saya memohon kepadamu anakku, tolonglah ibumu ini supaya terbebas dari kesengsaraan ini. Upali sangat terkejut mendengar perkataan makhluk ini. Tetapi sebelum dia sempat berkata apa-apa, makhluk ini sudah hilang. Pikiran Upali sangat terganggu oleh kejadian ini, karena ibunya belum meninggal dunia, kenapa makhluk ini berkata padanya bahwa dia adalah ibunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Seperti biasanya, Upali pergi mencari Sang Buddha memohon petunjuk. Sang Buddha berkata, Upali, ia benar adalah ibumu, tetapi ibu dari kehidupan lalu. Dia menderita karena karmanya, dan sekarang telah tiba karmanya bertemu denganmu yang telah menjadi orang suci. Cepatlah membuat jubah dan berdana lah kepada orang yang pantas supaya dia berpakaian kembali. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Karena pada masa itu, benang saja sukar diperoleh, apalagi kain lebih sulit lagi. Jadi dengan susah payah Upali mengumpul kain-kain kecil dari rakyat-rakyat di desa yang mereka diami, dan dia jahit jadi jubah dan berdana kepada bhikkhu-bhikkhu yang menjadi temannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dan kemudian bersamaan mereka memanjat paritta (doa) menyalurkan jasa perbuatan baik pada ibunya pada kehidupan yang terdahulu, dan ibunya terlahir kembali entah di alam mana, saya lupa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Pasti orang bertanya, mengapa bhikkhu-bhikkhu itu bisa mentransfer / menyalurkan jasa perbuatan baik kepada makhluk lain dengan mudah? Jawabannya karena pada masa kehidupan Sang Buddha, bhikkhu-bhikkhu yang ada pada masa itu benar-benar suci dan sudah mencapai Arahat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;GODS OR DEWA:&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ada seorang anak muda dari Amerika. Dia selalu suka jadi sukarelawan di panti-panti jompo atau di vihara. Sampai pada suatu hari dia berkata kepada temannya bahwa dia ingin menjadi seorang bhikkhu (pendeta Buddha). Bagaimana caranya? Temannya berkata pergilah kamu berdana kepada bhikkhu dan tanya lah dia bagaimana cara menjadi bhikkhu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Pergi lah si anak ini ke vihara. Dia bertemu dengan seorang bhikkhu. Bhikkhu ini bertanya ada yang bisa saya bantu? Kebetulan Bhikkhu juga seorang berkebangsaan Amerika. Pada tahun 70-an masih sedikit bhikkhu orang kulit putih. Kata pemuda itu, saya ke sini mau berdana dan mau jadi bhikkhu, bagaimana caranya? Bhikku itu tersentak dan dia tahu pemuda ini ikhlas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Bhikkhu itu berkata, pergilah kamu ke Thailand. Di sana ada Monastery International yang menerima kita para orang asing untuk berlatih. Jadi berangkatlah pemuda ini ke Thailand, sampai di Bangkok Airport jam 2 pagi tapi dia tidak tahu pasti alamat Monastery itu. Jadi dia pergi dengan naik taksi. Setelah perjalanan cukup jauh, sampailah ia di depan Monastery itu, waktu itu masih dini sekitar jam 3 lebih. Taksi itu pergi saja begitu mengantarnya. Ternyata Monastery itu belum terbuka, semuanya masih gelap gulita. Ketika dia mengamati pintunya, tiba-tiba tercium harum wangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian berbalik badan melihat seorang bapak tua dengan pakaian adat Thai berdiri di belakangnya. Bapak itu bertanya dengan bahasa Inggris yang fasih, ada yang bisa saya bantu? Pemuda ini sangat gembira sekali, karena untuk pertama kalinya di sini dia berjumpa dengan orang yang bisa berbahasa Inggris. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Pemuda ini menjawab, saya ke sini mau berdana dan menjadi bhikkhu. Bapak itu tersenyum dan menjawab, hari masih dini, belum ada yang bangun, mari saya antar kamu masuk ke dalam. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dan bapak ini meraba kantongnya mengeluarkan kunci yang sudah usang dan membuka pintu samping monastery itu. Kemudian dia membawa pemuda ini ke sebuah ruang besar, menghidupkan lampu-lampu di ruang itu. Di sana ada patung-patung Buddha dan beberapa lukisan yang kelihatan sudah tua. Bapak itu menceritakan tentang sejarah lukisan-lukisan yang berada di ruang itu kepada pemuda tersebut dengan bahasa Inggris yang fasih sekali. Tak terasa subuh sudah sampai, bapak itu berkata pada pemuda itu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;&amp;quot;Mari saya antar kamu ke ruang tempat para bhikkhu menerima dana makan. Setelah sampai di sana, bapak itu berkata, tunggulah di sini kepala biara akan segera keluar, dan bapak itu berjalan keluar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Begitu kepala biara itu keluar, dia terperanjat melihat pemuda ini. Karena dia tidak bisa berbahasa Inggris, dia segera mencari murid kulit putih lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Pemuda ini menjelaskan bagaimana dia bisa masuk ke vihara dan menunggu di sana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kepala biara terperanjat, karena di dalam vihara mereka tidak pernah ada bapak yang dikatakan pemuda itu, lagipula hanya kepala biara dan wakilnya yang ada kunci pintu itu. Dia juga terperanjat karena pemuda itu tahu sejarah lukisan-lukisan itu, sementara orang-orang yang bermukim lama di sana saja sudah tidak tahu menahu tentang sejarah itu. Setelah pemuda itu menjelaskan ciri-ciri khas orang itu, ternyata baju adat itu seperti baju Raja Thailand yang dulu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Segera mereka membawa pemuda itu untuk melihat sebuah lukisan seseorang. Pemuda itu berkata: &amp;quot;Yes! This is the man who helped me this morning.&amp;quot; Segera mereka mengerti bahwa bapak itu ternyata Raja Thailand dulu yang sudah meninggal dunia dan menjadi Dewa. Karena keikhlasan dan kesucian hati dari pemuda ini, dewa pun menolongnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Cerita kedua tentang Dewa adalah dari pengalaman senior saya di Thailand. Pada masa saya dulu, bhikkhu-bhikkhu banyak yang berniat ke India, tempat asal usul agama Buddha. Mereka berjalan dari Thailand ke India, perlu waktu satu tahun. Banyak yang tidak berhasil, atau meninggal karena perjalanan yang berbahaya dalam hutan liar, ataupun tersesat. Senior saya, seorang bhikkhu yang sangat saleh bercerita tentang pengalamannya. Dia sudah berhasil sampai ke India. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Tetapi dalam perjalanan pulangnya sekitar 4 hari sebelum mencapai Thailand dia sudah kehabisan tenaga, karena sudah hampir seminggu dia belum menemukan makanan untuk mengisi perutnya. Akhirnya dia terjatuh di jalan, dari kejauhan dia nampak seorang berpakaian rapih dan bersih seperti orang kota membawa rantangan makanan berjalan ke arahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Orang itu menderma makanannya kepada senior saya itu. Senior saya heran bagaimana orang ini bisa tahu kalau ada bhikkhu yang menunggu dana makanan. Karena bhikkhu tidak boleh bertanya asal usul makanan dari seorang pemberi, senior saya hanya menerima dan memakan makanan itu. Tetapi begitu dia membuka rantang makanan, dia terperanjat dengan isi makanan itu karena semuanya berisi sayuran yang bagus-bagus adat Thai seperti yang dijual di restoran. Senior saya tidak tahan untuk tidak bertanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Sehingga dia berkata kepada orang itu: &amp;quot;Maafkanlah saya untuk bertanya, dari manakah kamu berasal sehingga kamu tahu kalau di sini ada seorang bhikkhu yang sedang menunggu dana makan?&amp;quot; Orang itu hanya tersenyum dan menunjuk ke atas langit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Cerita lain tentang dewa adalah pengalaman saya sendiri. Sewaktu saya berada di Thailand, sudah biasa seorang bhikkhu berjalan kaki dari suatu tempat ke tempat lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Suatu waktu, karena saya berjalan melewati banyak hutan yang tidak ada penduduknya, saya tidak menerima makanan maupun minuman. Sebagai seorang bhikkhu, sudah menjadi peraturan untuk hanya makan atau minum dari pemberian orang, tidak boleh meminta. Pada saat itu matahari terik sekali dan sudah 2 hari saya berjalan tidak makan atau pun minum. Kemudian tibalah saya di sebuah desa. Sewaktu saya berjalan di pintu desa, dari kejauhan saya sudah melihat ada warung dimana beberapa orang duduk sambil mengobrol. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Saya melihat ada iklan Coca-Cola. Sewaktu saya melewati warung itu, sebagai seorang bhikkhu saya tidak boleh melihat ke sana ke mari, apalagi meminta minum kepada mereka, jadi pandangan mata saya tetap menunduk ke bawah. Mereka sepertinya tidak menghiraukan saya. Kemudian saya berpikir dan berkata dalam hati, kalau benar ada DEWA yang menolong bhikkhu yang baik seperti yang tertulis dalam Sutta Pitaka, tunjukkanlah kepadaku sekarang juga keberadaan dewa itu. Kemudian saya berusaha konsentrasi dengan jalan saya sampai kira-kira setelah 9 meter saya berjalan, saya mendengar ada orang berlari-lari ke arah saya dan berteriak dengan bahasa Thai yang artinya persembahan dana makan untuk bhikkhu. Ternyata seorang wanita membawa Coca-Cola untuk saya, kemudian diikuti teman-temannya yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kemudian saya duduk di bangku di tepi jalan. Kemudian saya minum Coca-Cola yang berada di sampingku, 9 botol! Dan berpikir, Wah! DEWA benar ada, dan bukan hanya satu, mereka benar-benar mau menunjukkan bahwa DEWA itu ada! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;DEMON ATAU IBLIS&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Apakah Demon itu ada? Well, ini cerita tentang seorang wanita penganut Buddhis juga. Wanita ini sangat taat pada sila-sila yang dia ucapkan. Dia juga seorang yang aktif dalam kegiatan Buddhis. Pada kehidupan pribadinya, dia termasuk seorang sukses dalam bisnis jadi banyak yang iri padanya. Mungkin karena iri, salah satu orang yang dikenalnya bermaksud tidak baik padanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dia tidak mengetahui kalau ada yang mau berniat buruk padanya. Tetapi dia bisa merasakan kalau ada sesuatu yang terus mengikutinya dan berusaha mengganggunya. Dia merasa tidak nyaman. Kebetulan pada hari Minggu itu seperti biasanya dia pergi ke vihara. Begitu di vihara, dia merasa nyaman kembali. Tetapi dia sempat mencari bhikkhu di vihara untuk menceritakan tentang rasa tidak nyaman yang dialaminya akhir-akhir ini. Bhikkhu ini segera tahu kalau ada sesuatu yang tidak wajar terjadi, jadi bhikkhu inipun membawa beberapa murid-muridnya mengikuti wanita ini ke rumahnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Segera saja, bhikkhu itu mengetahui kalau ada DEMON di rumah wanita itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Setelah membacakan paritta, bhikkhu itu menyuruh DEMON tersebut untuk mewujudkan rupanya. Bhikkhu ini bertanya: &amp;quot;Why do you want to hurt this woman? Have she ever hurted you before in anyway?&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Demon itu berkata: &amp;quot;Saya disuruh oleh seseorang untuk membunuhnya, saya sudah berusaha dengan berbagai cara untuk masuk ke tubuhnya tetapi gagal. Saya sedang menunggu kelemahannya.&amp;quot; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Bhikkhu itu berkata: &amp;quot;Wanita ini tidak dapat kamu lukai karena dia dilindungi oleh sila (perilaku dan moral) yang telah diperbuatnya. Kembalilah kamu ke alam yang seharusnya kamu berada.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Demon itu berkata lagi: &amp;quot;Tidak, saya tidak bisa kembali dengan kegagalan. Kalau saya gagal dengan tugas saya, itu sama saja dengan kematian saya.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Bhikkhu itu dengan kasih sayang berkata: &amp;quot;Bertobatlah Demon. Saya akan membacakan paritta untukmu sehingga dapat membantumu terlahir kembali di alam yang seharusnya kamu berada. Pergilah dengan sukarela.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dengan cerita ini, apakah saya telah menjawab pertanyaanmu tentang Demon? I hope so. Semua cerita yang saya ceritakan itu berdasarkan TRUE STORY yang saya dengar ataupun saya alami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Now, seperti yang saya ceritakan pertama-tama. Di dunia ini ada satu hantu yang benar-benar mengerikan, bukan hanya bisa membunuh diri kita sendiri, tetapi juga bisa membunuh orang lain. Tahukah kalian hantu apakah itu? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Hantu itu namanya &amp;quot;Hantu Botol&amp;quot;. Dia tersimpan dalam botol. Sekali kamu bertemu botol itu dan membuka botol itu, hantu itu segera keluar dan ada yang mengakibatkan makin lama perut kamu semakin bulat dan besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Ini sebuah cerita yang diceritakan oleh seorang lelaki. Seperti biasanya lelaki ini suka pergi ke pub after work untuk minum-minum bersama dengan teman-temannya. Pada suatu malam dalam perjalanan pulang ke rumah, ada pemeriksaan lalu lintas di jalan yang akan dilewatinya. Dia melihat semua kendaraan berjalan dengan lambat dan segera ia mengetahui kalau di depan pasti ada pemeriksaan. Dia bermaksud untuk berputar balik mencari jalan lain karena dia tahu pasti bahwa dirinya tidak akan lulus dari pemeriksaan, angka alkohol di tubuhnya pasti sangat tinggi. Tetapi begitu menoleh ke belakang, sudah banyak mobil antri di belakangnya. Dia berpikir, ah, pasrah lah saya untuk menerima denda. Begitu sampai gilirannya, terdengar suara BUMP! (benturan) besar di depan. Polisi pemeriksa itu berkata: &amp;quot;There's an accident in front, we have to go to check it. Count yourself lucky, just go ahead!&amp;quot; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Lelaki itu kegirangan karena dia pikir, wah, I'm really lucky this time.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Dengan gembira sekali dia mengendarai mobilnya pulang dan langsung tidur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Keesokan paginya, dia terbangun oleh sirene mobil polisi. Kemudian terdengar bel pintunya berbunyi. Dia langsung berpikir, saya tidak melanggar peraturan kemarin, kenapa polisi itu datang ke rumah saya? Ah, sekarang alkohol saya pasti sudah menurun, kalaupun mau ditest sekarang saya tidak perlu takut. Dia segera bangun membuka pintu. Begitu melihat polisi kemarin, dia berkata, &amp;quot;Hello Sir, ada yang bisa saya bantu? &amp;quot; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Polisi itu menjawab: &amp;quot;Yes, tolong bantu kami membuka pintu garasimu.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Begitu dibuka, lelaki itu terperanjat melihat mobil di garasi bukanlah mobilnya, melainkan mobil polisi kemarin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Sekarang dia bukan hanya menerima hukuman karena mabuk saja, tetapi juga hukuman karena mencuri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Kalau Anda atau teman Anda suka minum minuman keras, segeralah nasehati mereka untuk menghentikan kebiasaan buruknya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Alkohol bukan saja merusak kesehatan, dia juga banyak menghancurkan kehidupanmu, keluargamu, bahkan banyak kecelakaan lalulintas yang membunuh akibat alkohol. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;Inilah yang saya maksudkan dengan the HORRIBLE GHOSTS!&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;font face="Times New Roman"&gt;Penerjemah: Tidak diketahui &lt;/font&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;YDAP Building 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jakarta, 12510&amp;nbsp;- Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-3856723495376810988?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/3856723495376810988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=3856723495376810988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/3856723495376810988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/3856723495376810988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/beyond-living-gods-ghosts-and-demons-by.html' title='Beyond The Living: Gods, Ghosts and Demons -- By : Ajahn Brahmavamso'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-6375438256016838500</id><published>2008-03-19T14:56:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T14:56:04.067+07:00</updated><title type='text'>Misteri Kematian?</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;Dari: suriyano, &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;br&gt; Namo Buddhaya,&lt;br&gt; Bhante , ada beberapa hal yang hendak saya tanyakan seputar &amp;quot; Misteri Kematian&amp;quot; yaitu :&lt;br&gt; 1. Apakah pengertian kematian (&lt;i&gt;&lt;span style='font-style:italic'&gt;marana&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;) secara Buddhis?&lt;br&gt; 2. Saya berkesimpulan bahwa kita tidak pernah mati, hanya mengalami proses kehidupan saja. Benar atau salah pendapat saya ini?&lt;br&gt; 3. Kalau mencapai Nibbana yang mati hanya jasmaninya saja, sedangkan kesadarannya tidak. Betulkah demikian?&lt;br&gt; Mohon penjelasannya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Jawaban:&lt;br&gt; 1. Banyak pengertian tentang kematian yang berkembang dalam masyarakat. Semula, kematian dianggap terjadi ketika seseorang sudah tidak lagi bernafas. Kemudian, setelah beberapa puluh tahun berlalu, pengertian kematian berubah yaitu ketika seseorang tidak lagi bernafas dan jantung tidak juga berdenyut. Definisi kematian terus berubah hingga saat ini. Dewasa ini, seseorang dianggap meninggal apabila otak tidak lagi menunjukkan aktifitasnya. Aktifitas otak ini dapat diukur dengan berbagai peralatan medis yang cukup canggih.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Dalam pengertian Buddhis, manusia terdiri dari badan dan batin. Batin manusia terdiri dari perasaan, pikiran, ingatan dan kesadaran. Konsep kematian menurut Buddhis terjadi apabila kesadaran sudah tidak ada lagi dalam tubuh seseorang. Pengertian ini dapat disimpulkan pada saat membaca peristiwa Sang Buddha wafat. Pada saat itu, semua bhikkhu sudah menyatakan bahwa Beliau wafat. Namun, ada satu bhikkhu bernama Y.A. Anuruddha mampu mengetahui dan mengikuti kondisi kesadaran Sang Buddha yang masuk dalam berbagai tingkat pencapaian meditasi. Beliau juga mengetahui dengan tepat saat kesadaran Sang Buddha padam. Sang Buddha wafat.&lt;br&gt; Itulah pengertian kematian dalam Ajaran Buddha.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 2. Ketika pengertian kematian adalah padamnya kesadaran, maka kematian yang sesungguhnya terjadi pada kematian orang yang telah mencapai kesucian. Ia mati dan tidak terlahirkan kembali. Dengan demikian, berhenti pula proses kehidupan yang telah dijalani selama ini.&lt;br&gt; Oleh karena itu, pernyataan di atas, bahwa manusia tidak pernah mati yang ada hanya proses kehidupan akan benar untuk mereka yang belum mencapai kesucian. Mereka memang akan terus terlahir kembali di berbagai alam kehidupan.&lt;br&gt; Namun, ketika seseorang sudah mencapai kesucian, ia akan mati dan tidak akan terlahir kembali. Berhentilah proses kehidupan.&lt;br&gt; Dengan demikian, pernyataan tersebut di atas, memiliki kebenaran namun hanya sebagian, bukan sepenuhnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; 3. Dalam konsep Buddhis, pencapaian kesucian dan kematian mereka yang telah mencapai kesucian adalah termasuk konsep yang mutlak dan tidak mampu untuk dilukiskan dengan kata-kata apapun. Untuk memahami pengertian ini, haruslah dialami sendiri.&lt;br&gt; Oleh karena itu, kesadaran mereka yang meninggal dalam kondisi mencapai kesucian tidak pula mampu dikatakan sebagai 'ada' atau 'tidak ada'. Konsep 'ada' dan 'tidak ada' merupakan konsep dualisme yang sudah dilampaui oleh mereka yang telah mencapai kesucian.&lt;br&gt; Dengan demikian, jawaban atas pertanyaan ini adalah 'tidak terceritakan' atau 'tidak terlukiskan dengan kata-kata'.&lt;br&gt; Semoga jawaban ini bermanfaat untuk menambah pengertian tentang kematian dalam konsep Buddhis.&lt;br&gt; Semoga demikianlah.&lt;br&gt; Salam metta,&lt;br&gt; B. Uttamo&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-6375438256016838500?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/6375438256016838500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=6375438256016838500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6375438256016838500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6375438256016838500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/misteri-kematian.html' title='Misteri Kematian?'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-6042834392451013205</id><published>2008-03-19T14:28:00.000+07:00</published><updated>2008-03-19T14:29:00.019+07:00</updated><title type='text'>Jivaka Sutta (Sutta pendukung vegetarian)</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;JIVAKA SUTTA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='margin-bottom:12.0pt'&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal align=center style='text-align:center'&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt'&gt;(Sumber : Kumpulan Sutta Majjhima Nikaya II&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;1. Demikianlah yang saya dengar.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Pada suatu waktu Sang Bhagava sedang berada di Ambavana, taman milik Jivaka Komarabhacca, Rajagaha. Kemudian Jivaka Komarabhacca pergi menemui Sang Bhagava, setelah bertemu ia menghormat Sang Bhagava dan ia duduk. Setelah duduk ia berkata kepada Sang Bhagava:&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;2. &amp;quot;Bhante, ada hal yang telah saya dengar, yaitu bahwa mereka membunuh makhluk hidup untuk petapa Gotama dan petapa Gotama dengan sadar makan daging (binatang) yang dibunuh dengan maksud dan khususnya menyediakan untuk Beliau. Bhante, mereka yang mengatakan mereka membunuh makhluk hidup untuk petapa Gotama dan petapa Gotama dengan sadar makan daging (binatang) yang dibunuh dengan maksud dan khusus menyediakannya untuk Beliau --- pernyataan ini merupakan kutipan dari kata-kata bhante sendiri, tanpa salah mewakilkan Beliau dengan fakta yang salah, apakah mereka tidak menerangkan sesuai dengan dhamma dan tidak berdasarkan pada hal yang masuk akal sehingga dapat dicela?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;3. &amp;quot;Jivaka, mereka yang mengatakan mereka membunuh makhluk hidup untuk petapa Gotama dan petapa Gotama dengan sadar makan daging (binatang) yang dibunuh dengan maksud dan khusus menyediakannya untuk Beliau --- pernyataan ini tidak mengutip kata-kata-Ku, namun salah mewakilkan-Ku dengan hal yang tak benar, dengan fakta yang salah. Jivaka, saya mengatakan bahwa dalam tiga kondisi daging tak dimakan, yaitu: jika (pembunuhan) itu dilihat, didengar dan diduga (pembunuhan dilakukan demi seorang bhikkhu). Jivaka, berdasarkan pada tiga kondisi ini saya katakan daging tidak boleh dimakan. Jivaka, tetapi saya mengatakan bahwa dalam tiga kondisi daging dapat dimakan, yaitu jika (pembunuhan) itu tidak dilihat, tidak didengar dan tidak diduga (pembunuhan dilakukan demi seorang bhikkhu). Jivaka, berdasarkan pada tiga kondisi ini, saya nyatakan daging dapat dimakan.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;4. Jivaka, demikianlah seorang bhikkhu hidup tergantung pada umat di desa maupun di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Ia hidup dengan pikiran yang diliputi cinta kasih (metta) pada satu arah, dua arah, tiga arah dan empat arah; demikian pula ia mengarahkan pikirannya yang diliputi metta ke arah atas, bawah dan samping; ia hidup dengan pikiran yang diliputi metta yang disebarluaskan, tanpa batas, tanpa permusuhan dan tanpa iri hati ke berbagai arah dan ke seluruh dunia. Seorang berumah tangga atau anaknya, setelah menemui beliau, ia mengundang beliau untuk makan pada besok hari.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;5. Jivaka, bhikkhu tersebut dapat memenuhi undangan itu bila ia mau. Menjelang pagi ia mengenakan jubah, mengambil patta dan sanghati, ia mendatangi rumah orang yang mengundangnya, ia duduk di tempat yang telah disediakan. Perumah tangga yang mengundangnya melayani beliau dengan makanan terpilih. Namun ia tidak berpikir: 'Sangat baik karena seorang perumah tangga atau anaknya melayani saya dengan makanan terpilih. Semoga, seorang perumah tangga atau anaknya akan melayani saya dengan makanan terpilih yang sama pada masa akan datang'-- hal ini tak terpikirkan olehnya. Ia makan makanan itu tanpa terikat, tergiur atau terpikat dengannya, tetapi ia melihat bahaya yang ada pada makanan itu dan bijaksana bila melepaskan diri darinya. Jivaka, bagaimana pendapatmu mengenai hal ini ? Apakah pada saat itu bhikkhu tersebut berusaha melukai dirinya sendiri, atau ia berusaha melukai orang lain, atau ia berusaha melukai dirinya dan orang lain?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;6. &amp;quot;Tidak, Bhante.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, bukankah pada saat itu bhikkhu tersebut makan makanan yang tak tercela?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Ya, bhante, saya telah mendengar hal sebagai berikut: Orang yang diliputi oleh cinta kasih adalah brahma. Bhante, dalam hal ini Sang Bhagava sebagai saksiku, karena Sang Bhagava diliputi oleh cinta kasih.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, dari nafsu (raga), kebencian (dosa) dan kebodohan (moha) dapat muncul iri hati, namun hal-hal ini telah dilenyapkan, akar-akarnya telah dicabut, bagaikan batang pohon palem, oleh Tathagata; sehingga hal-hal itu tidak akan muncul lagi pada kehidupan yang akan datang. Jivaka, jika hal ini yang kau maksudkan, maka saya setuju dengan katamu.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;7. &amp;quot;Demikianlah yang saya maksudkan, Bhante.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, demikianlah seorang bhikkhu hidup tergantung pada umat di desa maupun di &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Ia hidup dengan pikiran yang diliputi kasih sayang (karuna) pada satu arah, dua arah, .... pikiran yang diliputi simpati (mudita) pada satu arah, dua arah, .... pikiran yang diliputi keseimbangan batin (upekha) .... seorang perumah tangga atau anaknya menemui beliau, ia mengundang beliau untuk makan pada besok hari ... Apakah bhikkhu itu berusaha melukai dirinya sendiri, atau ia berusaha melukai orang lain, atau ia berusaha melukai dirinya sendiri dan orang lain?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;8. &amp;quot;Tidak, bhante.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, bukankah pada saat itu bhikkhu tersebut makan makanan yang tak tercela?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Ya, bhante. Bhante, saya telah mendengar hal sebagai berikut: Orang yang diliputi oleh keseimbangan batin (upekha) adalah brahma. Bhante, dalam hal ini Sang Bhagava sebagai saksiku, karena Sang Bhagava diliputi keseimbangan batin.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, dari nafsu, kebencian dan kebodohan dapat muncul kejengkelan, ketidaksenangan dan kejijikan, namun hal-hal ini telah dilenyapkan, akar-akarnya telah dicabut, bagaikan batang pohon palem, oleh Tathagata; sehingga hal-hal itu tidak akan muncul lagi pada kehidupan yang akan datang. Jivaka hal ini yang kau maksudkan, maka saya setuju dengan kamu.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;9. &amp;quot;Demikianlah yang saya maksudkan, Bhante.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jivaka, ia yang membunuh makhluk hidup untuk Tathagata atau murid Tathagata adalah menimbun banyak kamma buruk (apunna) dalam &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; cara yaitu dalam hal ini, ketika ia berkata: 'Pergi dan tangkap seekor binatang', inilah cara pertama ia menimbun banyak kamma buruk. Selanjutnya, sementara binatang itu ditangkap, binatang ini menderita kesakitan dan tekanan batin sebab kerongkongannya terasa sakit, inilah cara kedua menimbun kamma buruk. Begitu pula ketika ia berkata: 'Pergi dan bunuh binatang itu', inilah cara ketika ia menimbun banyak kamma buruk. Sementara binatang itu dibunuh, binatang itu mengalami kesakitan dan penderitaan, inilah cara keempat ia menimbun banyak kamma buruk. Demikian pula, bilamana ia memberi kepada Tathagata atau muridnya sesuatu yang tidak pantas diberikan, inilah cara kelima ia menimbun kamma buruk. Jivaka, ia yang membunuh makhluk hidup (binatang) untuk Tathagata atau muridnya adalah menimbun kamma buruk dalam &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; cara ini.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;10. Setelah hal ini dikatakan, Jivaka Komarabhacca berkata kepada Sang Bhagava: &amp;quot;Bhante, sangat menakjubkan, sangat mengherankan. Bhante sesungguhnya pada bhikkhu makan makanan yang pantas; Bhante, sesungguhnya para bhikkhu makan makanan yang tak tercela. Bhante, sangat baik; bhante, sangat baik ... Semoga Bhante menjadi pelindungku dan menerima saya sebagai upasaka sejak hari ini hingga akhir hayatku.&amp;quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-6042834392451013205?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/6042834392451013205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=6042834392451013205' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6042834392451013205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6042834392451013205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/jivaka-sutta-sutta-pendukung-vegetarian.html' title='Jivaka Sutta (Sutta pendukung vegetarian)'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-7294625655182866900</id><published>2008-03-19T14:13:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T14:13:38.715+07:00</updated><title type='text'>The path to bliss and wisdom</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=4 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size:13.5pt;font-weight:bold'&gt;The path to bliss and wisdom&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;by NISSARA HORAYANGURA, The &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Post, Feb 24, 2008&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;i&gt;&lt;span style='font-style:italic'&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;The best way to learn about meditation is to practise it,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt; says Ajahn Brahm&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;Bangkok&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span  class=msgbodytext&gt;, &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Thailand&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt; -- &lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;'Teach what you know,&amp;quot; says the old adage. Perhaps a more powerful directive would be to teach what you love. For Ajahn Brahm, the two come together in teaching meditation.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;I love doing meditation. Of all the things I do, meditation is the best. It's what gives you energy. It's also what gives you fun. It's also what gives you the understanding of what Buddhism truly is,&amp;quot; said Ajahn Brahm with palpable - and contagious - enthusiasm during a public talk on meditation given in &lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Bangkok&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; recently.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Having first begun meditating while a student of theoretical physics at &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;Cambridge&lt;/st1:PlaceName&gt;  &lt;st1:PlaceType w:st="on"&gt;University&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/st1:place&gt;, the English-born monk later immersed himself more deeply in meditation in the Thai forest tradition as a disciple of renowned master Ajahn Chah. Ordained now for 33 years and currently the abbot of Bodhinyana Monastery in &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, he has since become a widely respected meditation teacher in his own right and has published a book on meditation entitled Mindfulness, Bliss and Beyond: A Meditator's Handbook.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bliss is certainly a key element of his teachings - especially as a motivation for people to start meditating. Meditation, Ajahn Brahm emphasizes, actually creates happiness. It leads to inner peace and the experience of the &amp;quot;pure and empowered&amp;quot; mind, which is deeply blissful (&amp;quot;better than sex!&amp;quot; is the catchy tagline he offers).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Moreover, Ajahn Brahm claims that meditation trains one to be happy when off the meditation cushion as well, for once one learns how to be happy from within one can remain at ease regardless of what's going on in the world.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Despite knowing of such benefits of meditation in theory, most people still find it difficult to establish meditation as a regular practice. Often, people make the mistake of approaching meditation like going to the gym to work out, driven by guilt. But if you focus on the happiness that comes from meditation, Ajahn Brahm says, you'll do it because you like to do it, want to do it and actually experience its immediate and long-term benefits. And for those who may be motivated to meditate during times of stress but find laziness sets in when their lives get rosier, he points out that one can practice meditation not just to get rid of acute suffering but to generate even more happiness.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Rather than thinking of meditation as work, Ajahn Brahm explains it as &amp;quot;mental relaxation&amp;quot;. When you really know how to relax the mind, meditation becomes fun.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;He says cheerfully, &amp;quot;Meditation's not hard. If it's hard, you're missing the point.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;So, what is the point?&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;In a word, stillness.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;The Pali word samadhi is often translated generally as &amp;quot;meditation&amp;quot; or more specifically as &amp;quot;concentration&amp;quot;, but Ajahn Brahm prefers &amp;quot;stillness&amp;quot; as he feels it is more descriptive of the word's true meaning. It also indicates how to actually reach the state of samadhi - by being still, by not doing anything.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;One stops moving in time, into the past or the present, and one stops moving in thought. One rests mindfully in the present moment. One also stops trying to control anything or do anything. &amp;quot;The Doer&amp;quot; is subdued; only &amp;quot;the Knower&amp;quot; remains.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;To clarify what meditation is and how to do it, Ajahn Brahm likes to perform a little demonstration. He holds up a glass, with the water in it sloshing from side to side. How can one make the water still? Ajahn Brahm stares intently at the glass and screws his face up with exaggerated effort, intoning, &amp;quot;I'm going to meditate! I'm going to 'concentrate'! I'm going to hold this cup of the water until it is totally still!&amp;quot; He pauses briefly, then asks with mock anxiety, &amp;quot;Is it still yet? Is it still yet?'&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;That's the way many people meditate,&amp;quot; he chuckles. &amp;quot;The problem is, the water never gets still that way, and people just get frustrated. The way to do it is to put the glass down. At first, the water moves more, but then soon after it gets totally still, like it could never do if you were holding it.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;The same is true for meditation: At first, when you let go, the mind gets more restless. But then it gets still, like it couldn't if you were holding it, trying to make it still. When you put the mind down and let go of all control, meditation becomes so easy.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;When the mind is still, it is energised, and that energy gives you joy - this is where the happiness of meditation comes from.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Stillness also leads to insight. Once the mind is still and silent, it automatically sees more clearly. &amp;quot;A tadpole can only know what water is when it becomes a frog and gets out of the water. Similarly, only when your mind is still can you know what thinking is, what all the movement and agitation and craving is,&amp;quot; he explains.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Another evocative simile Ajahn Brahm draws on comes from his experiences travelling as a young man in &lt;st1:place w:st="on"&gt;South  America&lt;/st1:place&gt;. He had been wandering in thick rainforest when suddenly he came upon a huge pyramid. Not having seen the horizon for days, it was a revelation to get to the top of the pyramid. &amp;quot;Suddenly, I could see my whole world laid down in front of me and see this incredible emptiness - infinity - surrounding the noisy jungle,&amp;quot; he recalls with wonder.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Deep meditation is like climbing the pyramid above the jungle of our thoughts, our family life, our work life, our world. Only when you rise above it and attain stillness can you see the bigger picture of reality.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Among different schools of meditation, however, varying views exist about how high up the pyramid, or to invert the simile, how deep into samadhi it is necessary to go to develop liberating insight. Some methods emphasize the development of moment-to-moment mindfulness rather than deep meditation.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;In particular, some teachers caution against &amp;quot;getting stuck on bliss&amp;quot;, particularly that experienced in the deep meditation states called jhanas. For while the promise of bliss through meditation may be appealing to many, it also raises red flags to those practitioners who say they are wary of meditating for &amp;quot;just&amp;quot; relaxation or bliss, being intent on meditating for wisdom.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Of the sometimes vigorous debate, Ajahn Brahm says, &amp;quot;it's wonderful that you can have debate in Buddhism. You're not forced to believe anything.&amp;quot; Still, he is forthcoming in offering his views on some common points of contention, subject of course to each individual's own scrutiny and trial.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;For one, he is unequivocal in teaching the necessity of developing the jhanas. Ajahn Brahm's book has been called &amp;quot;bold&amp;quot; for plainly putting forth this position and offering vivid descriptions and instructions about the jhanas, which few other books have thus far done. The jhanas may seem esoteric, but Ajahn Brahm says that it is not only monks who can practice them. He reports that many of his lay disciples have also developed them during retreats.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;It's so clear from the teachings of the Buddha that you really need those jhanas,&amp;quot; he says. &amp;quot;There has been a distortion of the Buddha's teachings [in saying otherwise]. I'm quite harsh on this point, but it needs to be said.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;In his view, the problem is that people, especially in Western countries, can emphasize mindfulness training (in daily life) so much that they do not recognise there are different levels of mindfulness with varying levels of effectiveness in developing higher insight.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;He likens weak mindfulness to a teaspoon, &amp;quot;powerful mindfulness&amp;quot; (what he calls the mindfulness produced after developing firm samadhi but prior to jhanas) to a spade, and &amp;quot;superpower mindfulness&amp;quot; (mindfulness produced after the jhanas) to a huge backhoe, in terms of their efficiency in digging a hole or digging oneself out of ignorance, so to speak.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;As for the fears of &amp;quot;getting stuck&amp;quot; on bliss, Ajahn Brahm maintains there is no such danger. &amp;quot;You don't get stuck on the jhanas. It is said in the suttas that anyone who indulges in jhanas can only expect one of four results - stream winner, once-returner, non-returner, arahant [the four stages of enlightenment]. If you do 'get stuck on jhanas', what'll happen is you'll be enlightened.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;The misgivings some have about jhanas is related to what Ajahn Brahm calls the &amp;quot;Great Debate About Samatha Versus Vipassana&amp;quot;. For new meditators, the terms can be confusing as different explanations are given about them. Some traditions hold that samatha (calm) and vipassana (insight) are separate types of meditation, and developing jhanas is &amp;quot;only samatha&amp;quot; and does not result in wisdom. Ajahn Brahm disagrees, saying &amp;quot;the two are indivisible facets of the same process. Calm leads to insight and insight leads to calm.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;To tell it as a story, as he is wont to do, a happily married couple, Mr Sam Atha and Mrs Vi Passana, decide to go on a walk up a hill. Sam wanted to go to the top because it was so peaceful up there. Vi accompanied him, but she wanted to go up there for the beautiful view. They also took their little dog called Metta. So Sam, Vi and Metta walked up the hill. The higher they got, the more Metta wagged his tail. When they got to the top, Sam enjoyed the beautiful peace, but as he had eyes, he also saw the amazing view. Vi enjoyed the view, her original purpose, but she could also feel the calm. And Metta was running around happily. In meditation, insight, calm, and compassion always go together.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;With all the different and contradictory points of view about meditation that can be confusing, Ajahn Brahm's advice is simple: Start meditating. Then one can figure things out from one's own experience.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;The problem is people read too much and practice too little, argue too much and keep silent too little,&amp;quot; he says. &amp;quot;Wisdom never comes from thinking, but from silence.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Tips for meditation:&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;1) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Relax&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - Start by relaxing your body physically, removing any tension in your muscles. Then imagine transferring that same action of relaxing your body to relaxing your mind.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;2) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Let go&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - Don't try to gain anything or get rid of anything through your meditation.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;3) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Do nothing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - The more you try to control the mind, the stiffer it becomes and the less suited for meditation. Just do nothing and leave the mind alone and it will become still on its own.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;4) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Be kind and gentle to yourself&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - Adopt a kind and gentle attitude in your meditation. Don't be too forceful with your body and mind. Don't try too hard or be too impatient. Gently and softly is the fastest way.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;5) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Focus on the how, not the what&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - The trick in meditation is not to focus on what you're experiencing but how you're experiencing it. What's more important than the object of meditation is how you are relating to the object (see number 6).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;6) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Give unconditional love to every moment&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - Another dimension of loving-kindness meditation (metta bhavana), in addition to giving unconditional love to yourself and other beings, is giving unconditional love to every moment. Open the door of your heart to whatever you're experiencing in your mind and body, whether it is comfort or pain, calm or restlessness, alertness or torpor, etc.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;7) &lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Keep theory and practice in balance&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; - Theory is like a map, practice is like a flashlight. Both are needed to find treasure, but both have to be kept in balance.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;img width=17 height=17 id="_x0000_i1025" src="cid:image001.gif@01C889CB.5ED0D590" alt=Cool border=0&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;&lt;b&gt;&lt;span style='font-weight:bold'&gt;Enjoy meditation!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;------------&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Talks and guided meditations given by Ajahn Brahm can be downloaded from &lt;a href="http://www.bswa.org/" target="_blank"&gt;http://www.bswa.org/.&lt;/a&gt; His book, 'Mindfulness, Bliss and Beyond', is available in local bookstores. The Buddhist Society of Western Australia (of which Ajahn Brahm is spiritual director) is currently building a meditation centre to offer residential meditation retreats free of charge. Donations can be made online at &lt;a href="http://www.bswa.org/modules/donations/" target="_blank"&gt;http://www.bswa.org/modules/donations/.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-7294625655182866900?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/7294625655182866900/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=7294625655182866900' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7294625655182866900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7294625655182866900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/path-to-bliss-and-wisdom.html' title='The path to bliss and wisdom'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-8033026935739215184</id><published>2008-03-13T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-03-13T17:55:29.007+07:00</updated><title type='text'>Sutra Kelenyapan Dharma</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;span class=msgbodytext&gt;Sutra Kelenyapan Dharma&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;---------------------------&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Demikianlah yang telah kudengar. Pada saat itu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha ada di negeri&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kusinagara. Tathagata akan parinirvana dalam tiga&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bulan dan para bhiksu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan Boddhisattva berikut banyak sekali makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lain sudah datang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;untuk menyembah dan bersujud kepada Buddha. Sang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bhagavan dalam keadaan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tenang dan diam. Buddha tidak bicara satu kata pun dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;cahayaNya tidak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;muncul.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ananda bersujud dan bertanya kepada Buddha, &amp;quot;Oh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bhagavan, sebelum&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ini setiap kali Tathagata memberikan Dharma, cahaya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mempesona muncul.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namun hari ini dalam persamuan besar ini tidak ada&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pancaran cahaya.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Pasti ada sebab musabab untuk ini dan kami ingin&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mendengar penjelasan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Bhagavan.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha tetap diam dan tidak menjawab sampai&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;permintaan diulang tiga&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kali. Buddha kemudian memberitahu Ananda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Setelah saya parinirvana, ketika Dharma sudah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menjelang lenyap,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pada waktu Lima Kemerosotan (kemerosotan kalpa,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kemerosotan pandangan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kemerosotan kekotoran batin, kemerosotan makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan kemerosotan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;usia) sedang melanda dunia, gaya hidup sesat akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tumbuh dengan subur.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Mara-mara akan berpura-pura menjadi Sramana; mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan menyesatkan dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;merusak ajaran saya, mengenakan pakaian orang awam,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mereka lebih suka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berjubah indah yang terbuat dari kain yang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berwarna-warni. Mereka akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;minum minuman keras, makan daging, membunuh makhluk&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lain, dan mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan menurutkan nafsu mereka memakan makanan yang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dibumbui dengan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;beraneka ragam rasa. Tidak berbelas kasih dan bahkan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;saling membenci di&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;antara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Pada waktu itu akan ada Boddhisattva,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Pratyekabuddha, dan Arhat&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang akan dengan hormat dan tekun menanam kebajikan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang tak ternoda.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Mereka akan dihormati orang dan ajaran mereka akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;adil dan sederajat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Mereka akan menaruh belas kasihan terhadap orang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;miskin, teringat kepada&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;orang yang sudah lanjut usia, dan mereka akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menyelamatkan dan memberi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;wejangan kepada orang yang dalam kesusahan. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan selalu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;memotivasi orang lain untuk menghormati dan melindungi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutra dan pratima&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha. Mereka akan melakukan hal yang bermanfaat,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tegas dan baik hati&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan tidak pernah mencelakakan orang lain. Mereka akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengorbankan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;jasmaninya untuk kemaslahatan makhluk hidup. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tidak akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;memperdulikan keadaannya sendiri tetapi akan sabar,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengalah, manusiawi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan damai.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jika orang seperti ini ada, gerombolan bhiksu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;jahat akan iri hati.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Yang jahat akan mengejek, memfitnah dan mencemarkan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;nama baik mereka,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mengusir dan merendahkan derajat mereka. Yang jahat&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan mengasingkan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bhiksu yang baik dari masyarakat biara. Kemudian yang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;jahat ini tidak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan menanam jalan kebajikan. Vihara dan caitya mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan kosong dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tak terawat. Karena tidak dipelihara, tempat itu lama&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kelamaan akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menjadi puing reruntuhan dan dilupakan orang. Bhiksu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang jahat hanya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;haus akan kekayaan dan menimbun harta benda. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan menolak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;membagikan kekayaannya satu bagian pun atau&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menggunakannya untuk&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;memperoleh berkah dan kebajikan.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Pada waktu ini, bhiksu jahat akan membeli dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menjual budak untuk&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bercocok tanam dan membuka hutan gunung dengan cara&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tebas-bakar. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan mencelakakan makhluk hisup dan tidak ada rasa&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;belas kasihan sedikit&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pun. Budak-budak ini akan menjadi bhiksu dan pelayan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;wanita menjadi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bhiksuni. Sama sekali tidak berkelakukan baik, mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan bertindak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sesuka hati dan berkelakuan amoral. Dalam kondisi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;pikiran yang kacau,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mereka tidak akan memisahkan laki-laki dan wanita di&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;masyarakat vihara.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Merekalah biang kemerosotan Dharma. Buronan akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mencari perlindungan di&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Jalan-Ku, ingin menjadi Sramana tetapi tidak mau&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mematuhi vinaya (sila).&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Walaupun Pratimoksa Sila dibacakan dua kali sebulan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tetapi hanya dalam&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;nama saja. Karena mereka malas dan lemah, tidak ada&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;orang yang mau&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mendengar ajaran lagi. Sramana yang jahat ini tidak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan sudi membacakan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;seluruh ajaran Sutra melainkan akan meringkas di&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bagian depan dan di&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bagian belakang teks sesuka hati. Tidak lama kemudian&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;praktek pembacaan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Sutra akan berhenti sama sekali. Sekalipun ada yang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;membacakan teks,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mereka tidak akan berpendidikan, tidak memenuhi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;syarat, namun bersikeras&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bahwa merekalah yang betul. Tidak mau bertanya kepada&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang paham,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersikap sombong dan angkuh, orang ini cenderung&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mencari kemasyhuran dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;keagungan. Mereka suka berpura-pura dan bergaya alim&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dengan harapan bisa&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menarik sumbangan dari orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Ketika bhiksu jahat ini wafat mereka akan jatuh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ke neraka Avici.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Berbuat lima dosa besar, mereka akan terlahir sebagai&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hantu kelaparan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan hewan selama berkalpa-kalpa sebanyak jumlah pasir&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di sungai Gangga.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Setelah karma mereka sudah selesai dilaksanakan,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mereka akan dilahirkan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di tempat terpencil yang tidak ada Triratna.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Waktu Dharma akan berakhir, wanita akan menjadi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;giat dan selalu&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berbuat kebajikan. Sebaliknya laki-laki akan menjadi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;malas dan tidak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lagi mempraktekkan Dharma. Mereka akan melihat Sramana&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;seperti kotoran&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hewan dan tidak beriman. Ketika Dharma sudah akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berakhir, semua dewa&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan mulai menangis. Sungai-sungai akan menjadi kering&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan lima jenis&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;padi tidak akan matang. Penyakit epidemik akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersimaharajarela, jumlah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;korban banyak sekali. Banyak orang akan bekerja&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;membanting tulang dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menderita sedangkan pejabat daerah akan bersekongkol&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dan membuat rencana&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;jahat. Tidak ada yang mematuhi peraturan; semuanya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;hanya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersenang-senang saja. Orang jahat makin banyak,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sebanyak pasir di dasar&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;laut. Orang baik susah dicari; paling banyak hanya ada&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;satu atau dua&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;orang saja. Ketika akhir zaman sudah mendekat,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;revolusi matahari dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bulan menjadi lebih pendek dan umur manusia menjadi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lebih pendek. Rambut&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan memutih waktu umur empat puluh. Disebabkan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kelakukan tidak bermoral&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang sudah berlebihan, laki-laki menghabiskan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;spermanya sehingga wafat&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di waktu umur muda, biasanya sebelum enam puluh tahun.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Walau umur&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;laki-laki turun, umur wanita akan naik menjadi tujuh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;puluh, delapan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;puluh, sembilan puluh, atau seratus tahun.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Sungai-sungai besar akan bergolak melawan siklus&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;alam sehingga&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;tidak harmonis, namun manusia tidak perduli&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;memperhatikannya dan tidak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;merasa khawatir. Iklim yang berfluktuasi secara&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ekstrim akan segera&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dianggap biasa. Manusia dari semua ras akan bercampur&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;aduk secara&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sembarangan, tanpa perduli terhadap yang baik dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;jahat. Mereka akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;timbul tenggelam seperti makhluk yang diberi makanan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;di air.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Saat itu, ada Boddhisattva, Pratyekabuddha, dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Arhat, karena&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;diusir para Mara, tak dapat menghadiri pertemuan umat.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ketiga yana&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;(kereta) terpaksa masuk gunung, tempat kebajikan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersemayam. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bahagia dalam hidup yang sederhana, usia mereka pun&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menjadi panjang.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Dewa akan melindungi dan bulan akan menyinari mereka.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Tiga kereta akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mempunyai kesempatan untuk berkumpul dan Jalan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kebenaran akan berkembang&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;walaupun sebentar. Namun dalam kurun waktu lima puluh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dua tahun, Sutra&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Suranggama dan Sutra&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Pratyutpanna-buddha-sammukhavasthita-samadi akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lenyap terlebih dahulu. Dua belas divisi dari ajaran&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha akan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berangsur-angsur ikut hilang, takkan pernah muncul&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lagi. Kata-kata dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;kitabnya tidak akan ditemukan selamanya. Jubah Sramana&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan berubah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;warna menjadi putih. Ketika DharmaKu musnah, polanya&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;diibaratkan seperti&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;lampu minyak yang menyala sangat terang sesaat sebelum&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;padam. Demikian&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;juga Dharma saya akan seperti padamnya lampu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Setelah itu susah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;dikatakan dengan pasti apa yang akan terjadi&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;berikutnya.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;&amp;quot;Jadi ini akan berlanjut sampai beberapa puluh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;juta tahun kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Saat Maitreya akan lahir di dunia untuk menjadi Buddha&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang berikut,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;segenap bumi ini akan damai. Hawa jahat pun&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;menghilang, hujan akan turun&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;teratur, panen akan berlimpah. Pohon akan tumbuh&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sangat tinggi dan&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;manusia akan tumbuh setinggi delapan puluh kaki (24&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;meter). Umur&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;rata-rata akan menjadi 84.000 tahun. Makhluk hidup&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;yang terbebaskan tak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;terhitung jumlahnya.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Ananda bertanya kepada Buddha, &amp;quot;Apa yang kita&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;sebutkan untuk Sutra&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ini dan bagaimanakah kita akan menegakkannya?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Buddha berkata, &amp;quot;Ananda, Sutra ini disebut Sutra&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Kelenyapan Dharma.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Beritahu semua orang agar menjadi maklum; berkah dari&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;perbuatanmu tak&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;akan terhitung.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Setelah mendengar penjelasan Buddha tentang Sutra&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;ini, keempat&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;golongan siswa menjadi sedih dan menangis. Mereka&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;semua bertekad&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mencapai kesucian menyelami kebenaran. Setelah&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;bersujud kepada Buddha,&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;mereka kembali ke tempat masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;------------------------------------------------------------ ---&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Namaste _/\_&lt;/span&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;span class=msgbodytext&gt;Om Mani Padme Hum&lt;/span&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-8033026935739215184?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/8033026935739215184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=8033026935739215184' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8033026935739215184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8033026935739215184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/sutra-kelenyapan-dharma.html' title='Sutra Kelenyapan Dharma'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-8728835495051224931</id><published>2008-03-11T14:58:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T14:57:27.422+07:00</updated><title type='text'>It's all about me...</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;It&amp;#8217;s a long day when I came to office and find all mistake that I make. It&amp;#8217;s hard to see everything not right.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face=Arial&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:Arial'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=2 face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;Regards,&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;font size=3 color="#3366ff" face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Courier New";color:#3366FF'&gt;Sankata&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;font face="Courier New"&gt;&lt;span style='font-family:"Courier New"'&gt;&lt;br&gt; &lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;PT. Ecomindo Saranacipta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:PlaceName w:st="on"&gt;&lt;font size=1   face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;YDAP&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:PlaceName&gt;&lt;font  size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; &lt;st1:PlaceType  w:st="on"&gt;Building&lt;/st1:PlaceType&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt; 4th Floor&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Jl. Raya PAsar Minggu Kav. 45&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;st1:City w:st="on"&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span  style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt;font-family:Verdana'&gt;, 12510&amp;nbsp;- &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Phone: +62 21 7900909 Fax: +62 21 7900808&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Mobile phone : +62 819 - 77669779&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Email : &lt;a href="mailto:sankata.ec@ecomindo.com"&gt;sankata.ec@ecomindo.com&lt;/a&gt;, &lt;a href="mailto:sankatalee@gmail.com"&gt;sankatalee@gmail.com&lt;/a&gt;&amp;nbsp;| ym : sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=1 face=Verdana&gt;&lt;span style='font-size:7.5pt; font-family:Verdana'&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com" target="_blank"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;font size=3 face="Times New Roman"&gt;&lt;span style='font-size: 12.0pt'&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-8728835495051224931?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/8728835495051224931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=8728835495051224931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8728835495051224931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8728835495051224931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/03/its-all-about-me.html' title='It&apos;s all about me...'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-4285752768370297522</id><published>2008-01-25T17:28:00.000+07:00</published><updated>2008-01-25T17:34:18.450+07:00</updated><title type='text'>Ratana Sutta</title><content type='html'>Ketika itu, di kota Vesali mengalami wabah kelaparan yang  &lt;br&gt;mengakibatkan banyak korban kematian bagi penduduknya terutama kaum  &lt;br&gt;miskin. Karena adanya mayat yang membusuk, roh jahat mulai  &lt;br&gt;bergentayangan di kota itu; yang kemudian diikuti dengan wabah campak.  &lt;br&gt;Mewabahnya ketiga jenis ketakutan ini: kelaparan, mahluk halus, dan  &lt;br&gt;campak mengakibatkan penduduk mencari bantuan kepada Sang Buddha yang  &lt;br&gt;saat itu berdiam di Rajagaha.&lt;p&gt;Diikuti dengan sejumlah besar Bhikkhu termasuk Yang Mulia Ananda,  &lt;br&gt;pengikut setiaNya, Sang Buddha datang ke kota Vesali. Tibanya Sang  &lt;br&gt;Buddha diikuti dengan hujan teramat lebat dan deras, yang menyapu  &lt;br&gt;semua mayat membusuk hingga udara menjadi jernih dan kota menjadi  &lt;br&gt;bersih.&lt;p&gt;Setelahnya, Sang Buddha membabarkan Sutra Permata (Ratana Sutta) ini  &lt;br&gt;kepada Yang Mulia Ananda, dan memberikan perintah kepadanya mengenai  &lt;br&gt;bagaimana Ia harus berkeliling kota bersama penduduk Licchavi membaca  &lt;br&gt;Sutra untuk tanda perlindungan bagi penduduk Vesali. Yang Mulia Ananda  &lt;br&gt;mengikuti perintah tersebut dan memercikkan air suci dari mangkok Sang  &lt;br&gt;Buddha kepada penduduk kota. Karenanya, semua roh jahat terusir dan  &lt;br&gt;wabah campak-pun menyusut. Kemudian, Yang Mulia Ananda bersama  &lt;br&gt;penduduk Vesali kembali ke Balai Umum, tempat Sang Buddha dan  &lt;br&gt;pengikutnya berkumpul menanti kedatangannya. Di sana Sang Buddha  &lt;br&gt;membacakan Sutra Permata tersebut kepada semua yang berkumpul:&lt;p&gt;[sunting]&lt;br&gt;Ratana Sutta (versi bahasa Indonesia)&lt;p&gt;1) Makhluk apapun juga yang berkumpul di sini, baik dari dunia maupun  &lt;br&gt;ruang angkasa. Semoga semua mahluk berbahagia. Dengarkanlah dengan  &lt;br&gt;seksama kata-kata yang Saya sabdakan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;2) Duhai para makhluk, perhatikanlah. Tunjukkanlah cinta kasihmu  &lt;br&gt;kepada umat manusia yang mempersembahkan sesajian kepadamu siang dan  &lt;br&gt;malam. Karenanya, lindungilah mereka dengan tekun.&lt;p&gt;&lt;br&gt;3) Harta apa pun juga yang terdapat di sini atau di alam lain; Atau  &lt;br&gt;permata tak ternilai apa pun juga di alam surga. Tiada yang menyamai  &lt;br&gt;Sang Tathagata. Sesungguhnya, dalam Sang Buddha terdapat permata tak  &lt;br&gt;ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;4) Sang Bijaksana Sakyamuni menemukan lenyapnya dukkha, terlepasnya  &lt;br&gt;keinginan, pembebasan dari kematian, yang luhur; Tiada apa pun yang  &lt;br&gt;dapat menyamai keagungannya. Susungguhnya, dalam Dhamma terdapat  &lt;br&gt;permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk  &lt;br&gt;berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;5) Kesucian yang dipuja oleh Sang Buddha, dinamakan samadhi dengan  &lt;br&gt;hasil segera --- tiada satu pun yang dapat menyamai tingkat samadhi  &lt;br&gt;ini. Sesungguhnya, dalam Dhamma terdapat permata tak ternilai ini.  &lt;br&gt;Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;6) Delapan orang yang dipuja oleh sang Budiman, Keempat pasangan ini  &lt;br&gt;adalah pengikut yang pantas mendapatkan pahala dari Sang Buddha ---  &lt;br&gt;Pahala yang berbuah berkah berlimpah. Sesungguhnya, dalam Sangha  &lt;br&gt;terdapat permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua  &lt;br&gt;mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;7) Dengan tekad teguh mereka melaksanakan ajaran Gautama, tiada nafsu,  &lt;br&gt;mereka menuai hasilnya; terbebaskan dari kematian, mereka menikmati  &lt;br&gt;kedamaian abadi. Sesungguhnya, dalam Sangha terdapat permata tak  &lt;br&gt;ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Cool Bagai tertanam kokoh di dalam tanah, tak tergoyahkan oleh angin  &lt;br&gt;dari empat penjuru; demikianlah orang bijaksana; Saya namakan, orang  &lt;br&gt;bijaksana yang telah memahami Kesunyataan Mulia. Sesungguhnya, dalam  &lt;br&gt;Sangha terdapat permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga  &lt;br&gt;semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;9) Mereka yang telah memahami Kesunyataan Mulia yang dibabarkan dengan  &lt;br&gt;jelas olehNya dengan kebijaksanaan hakiki. Sekalipun mereka lalai,  &lt;br&gt;mereka tidak akan terlahir di delapan alam utama. Sesungguhnya, dalam  &lt;br&gt;Sangha terdapat permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga  &lt;br&gt;semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;10) Seseorang yang telah memahami Pandangan Benar, tiga belenggu  &lt;br&gt;terlepaskan serentak, --- Sakkya-ditthi (keyakinan adanya diri yang  &lt;br&gt;kekal), Vicikiccha (keragu-raguan) dan Silabbataparamassa (percaya  &lt;br&gt;pada takhyul) ---. Terbebaskan dari empat alam menyedihkan. Ia tak  &lt;br&gt;dapat melakukan enam kejahatan berat. Sesungguhnya, dalam Sangha  &lt;br&gt;terdapat permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua  &lt;br&gt;mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;11) Walaupun Ia bisa melakukan beberapa kesalahan dengan perbuatan,  &lt;br&gt;perkataan dan pikiran, Ia tak dapat menyembunyikannya; Adalah  &lt;br&gt;keniscayaan bagi seseorang yang telah memahami jalan mulia.  &lt;br&gt;Sesungguhnya, dalam Sangha terdapat permata tak ternilai ini. Demi  &lt;br&gt;kebenaran ini, semoga semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;12) Bagaikan hutan belukar bermekaran bunga pada awal musim panas,  &lt;br&gt;demikian agunglah Dhamma menuju Nibbana yang Ia ajarkan, suatu  &lt;br&gt;kebajikan sejati. Sesungguhnya, dalam Buddha terdapat permata tak  &lt;br&gt;ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;13) Ia, Yang Maha Agung, Maha Tahu, Maha Pemberi, Pembawa Keagungan,  &lt;br&gt;yang mengajarkan Keagungan Dhamma. Sesungguhnya, dalam Buddha terdapat  &lt;br&gt;permata tak ternilai ini. Demi kebenaran ini, semoga semua mahluk  &lt;br&gt;berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;14) Karma mereka sirna, tiada muncul karma baru, pikiran mereka telah  &lt;br&gt;terbebaskan dari kelahiran kembali, benih-benih lampau dimusnahkan.  &lt;br&gt;Keinginan tiada timbul kembali, kebijaksanaan muncul bagaikan terang  &lt;br&gt;pelita ini. Sesungguhnya, dalam Sangha terdapat permata tak ternilai  &lt;br&gt;ini. Demi kebenaran ini, semua mahluk berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;15) Makluk apapun juga yang berada disini, baik dari dunia maupun  &lt;br&gt;ruang angkasa. Marilah bersama-sama kita menghormati Sang Buddha, yang  &lt;br&gt;dipuja dan dipuji oleh para Dewa dan Manusia. Semoga kita berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;16) Makluk apapun juga yang berada disini, baik dari dunia maupun  &lt;br&gt;ruang angkasa. Marilah bersama-sama kita menghormati Dhamma, yang  &lt;br&gt;dipuja dan dipuji oleh para Dewa dan Manusia. Semoga kita berbahagia.&lt;p&gt;&lt;br&gt;17)Makluk apapun juga yang berada disini, baik dari dunia maupun ruang  &lt;br&gt;angkasa. Marilah bersama-sama kita menghormati Sangha, yang dipuja dan  &lt;br&gt;dipuji oleh para Dewa dan Manusia. Semoga kita berbahagia&lt;p&gt;&lt;br&gt;Ratana Sutta (versi bahasa Pali)&lt;p&gt;1) Yanidha bhutani samagatni, bhummani va yani va antalikkhe; Sabbe va  &lt;br&gt;bhuta sumana bhavantu. Athopi sakkacca sunantu bhasitam.&lt;p&gt;&lt;br&gt;2) Tasma hi bhuta nisametha sabbe, mettam karotha manusiya pajaya;  &lt;br&gt;Diva ca ratto ca haranti ye balim, tasma hi ne rakkhatha appamatta.&lt;p&gt;&lt;br&gt;3) Yam kinci vittam idha va huram va, saggesu va yam ratanam panitam;  &lt;br&gt;Na no samam atthi Tathagatena, idampi Buddhe ratanam panitam, etena  &lt;br&gt;saccena suvatthi hotu&lt;p&gt;&lt;br&gt;4) Khayam viragam amatam panitam, yad-ajjhaga Sakyamuni samahito; Na  &lt;br&gt;tena dhammena samatthi kinci, idampi Dhamme ratanam panitam, etena  &lt;br&gt;saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;5) Yem Buddhasettho parivannayi sucim, samadhim-anantarikannam-ahu,  &lt;br&gt;samadhim tena samo na vijjati; Idampi Dhamme ratanam panitam, etena  &lt;br&gt;saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;6) Ye puggala attha satam pasattha, cattari etani yugani honti, te  &lt;br&gt;dakkhineyya Sugatassa savaka, etesu dinnani mahapphalani; Idampi  &lt;br&gt;Sanghe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;7) ye suppayutta manasa dalhena, nikkamino Gotamasasanamhi; te  &lt;br&gt;pattipatta amatam vigayha, laddha mudha nibbutim bhujamana; Idampi  &lt;br&gt;Sanghe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Cool Yathindakhilo pathavissito siya, catubbhi vatehi asampakampiyo;  &lt;br&gt;Tathupamam sappurisam vadami, yo ariyasaccani avecca passati; Idampi  &lt;br&gt;Sanghe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;9) Ye ariyasaccani vibhavayanti, gambhirapannena sudesitani; Kincapi  &lt;br&gt;te honti bhusam pamatta, na te bhavam atthamam-adiyanti; Idampi Sanghe  &lt;br&gt;ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;10) Saha-vassa dassanasampadaya, tayassu dhamma jahita bhavanti;  &lt;br&gt;Sakkaya-ditthi vicikicchitanca, silabbatam va pi yad-atthi kinci;  &lt;br&gt;Catuh-apayehi ca vippamutto, chaccabhithanani abhabba katum, idampi  &lt;br&gt;Sanghe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;11) Kincapi so kammam karoti papakam, kayena vaca uda cetasa va;  &lt;br&gt;Abhabbo so tassa paticchadaya, abhhabbata ditthapadassa vutta; Idampi  &lt;br&gt;Sanghe ratana panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;12) Vanappagumbe yatha phussitagge, gimhina mise pathamasmim gimhe;  &lt;br&gt;Tathupamam dhammavaram adesayi, nibbinagamim paramam hitaya; Idampi  &lt;br&gt;Buddhe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;13) Varo varannu varado varaharo, anuttaro dhammavaram adesayi; Idampi  &lt;br&gt;Buddhe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;14) Khinam puranam, nava n&amp;#39;atthi sambhavam, virattacitta-yatike  &lt;br&gt;bhavasmim, te kninabija avirulnichanda nibbanti dnira yatnayam padipo;  &lt;br&gt;Idampi Sanghe ratanam panitam, etena saccena suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;15) Yanidha bhutani samagatani, bhummani va yani va antaikkhe;  &lt;br&gt;Tathagatam deva-manussa-pujitam, Buddnam namassama suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;16) Yanidha bhutani samagatini, bnummani va yani va antalikkhe;  &lt;br&gt;Tathagatam deva-manussa-pujitam, Dhammam namassama suvatthi hotu.&lt;p&gt;&lt;br&gt;17) Yanidha bhutani samagatini, bhummani va yani va antalikkhe;  &lt;br&gt;Tathagatam deva-manussa-pujitam, Sangham namassama suvatthi hotu.&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Best Regards,&lt;p&gt;Sankata Lie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-4285752768370297522?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/4285752768370297522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=4285752768370297522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4285752768370297522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4285752768370297522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/01/ratana-sutta.html' title='Ratana Sutta'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-4239307956717534227</id><published>2008-01-24T13:55:00.001+07:00</published><updated>2008-01-24T13:55:58.581+07:00</updated><title type='text'>Manfaat Visudhi Tisarana</title><content type='html'>Saya ceritakan sedikit kisah pada masa Sang Buddha Gotama, pada suatu  &lt;br&gt;perjalanan membabarkan Dhamma, Sang Buddha bersama Ananda bertemu  &lt;br&gt;dengan seorang pedagang yang membawa kereta dagangannya.&lt;p&gt;Sang Pedagang begitu bahagia ketika Sang Buddha membabarkan Dhamma  &lt;br&gt;padanya, ia lalu dengan tulus mengucapkan kalimat Tisarana, bahwa ia  &lt;br&gt;akan selalu berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha.&lt;p&gt;Ia juga berdana berupa kereta dagangannya pada Sang Buddha, dan  &lt;br&gt;kemudian mohon pamit pada Sang Buddha.&lt;p&gt;Setelah Sang Pedagang pergi, Sang Buddha tersenyum, Ananda yang  &lt;br&gt;melihat hal tsb sangat ingin tahu dan bertanya &amp;quot; Mengapa Sang  &lt;br&gt;Tathagata tersenyum, apakah yang saya tidak mengerti ? &amp;quot;&lt;p&gt;Sang Buddha menjawab &amp;quot; Ananda, walau pada kehidupan saat ini pedagang  &lt;br&gt;tadi tidak mencapai tingkat kesucian apapun, tapi berkat ketulusannya  &lt;br&gt;yang mulia untuk selalu berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha, ia  &lt;br&gt;tidak akan pernah mundur dari Buddha Dharma pada kehidupan2nya yang  &lt;br&gt;akan datang. &amp;quot;&lt;p&gt;Ia akan selalu mengenal Buddha Dharma dan mempraktekkannya, hingga  &lt;br&gt;pada suatu saat nanti di beberapa kehidupan yang akan datang, ia akan  &lt;br&gt;mencapai tingkat kesucian secara bertahap dan mencapai Nibbana.&lt;p&gt;Demikianlah arti dari mengucapkan Tisarana secara tulus, walau  &lt;br&gt;terlihat sederhana tapi manfaatnya tidak terkira.&lt;p&gt;Walau anda tidak akan mencapai Nibbana dalam kehidupan ini, tapi bila  &lt;br&gt;anda memiliki keyakinan yang tidak terkira pada Buddha, Dhamma dan  &lt;br&gt;Sangha.&lt;p&gt;Anda tidak akan pernah mundur dari Buddha Dharma di kehidupan2 yang  &lt;br&gt;akan datang, anda akan selalu mengenal Buddha Dharma, menambah  &lt;br&gt;kebajikan serta mensucikan hati dan pikiran, hingga suatu saat nanti  &lt;br&gt;anda akan mencapai Nibbana.&lt;p&gt;Dan semuanya berawal dari mengucapkan Tisarana dengan setulus hati dan  &lt;br&gt;penuh keyakinan.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia&lt;p&gt;&lt;br&gt;-- &lt;br&gt;Best Regards,&lt;p&gt;Sankata Lie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-4239307956717534227?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/4239307956717534227/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=4239307956717534227' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4239307956717534227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4239307956717534227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/01/manfaat-visudhi-tisarana.html' title='Manfaat Visudhi Tisarana'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-150656834574320969</id><published>2008-01-23T17:33:00.001+07:00</published><updated>2008-01-23T17:33:47.532+07:00</updated><title type='text'>Cara yang salah di dalam mendapatkan hasil</title><content type='html'>Bhumija Sutta (Sutta ke 126 dari Majjhima Nikaya ) Theravada&lt;br&gt;CATATAN: Sutta ini juga ada pada MADHYAMAGAMA (Chung&lt;br&gt;A Han Cing), yang merupakan padanan Mahayana bagi Majjhima Nikaya&lt;br&gt;Pali. Yang mana pada Madhyamagama, Sutta ini menempati urutan ke 173,&lt;br&gt;dan dalam Bhs Mandarin disebut: FOU MI CING.&lt;p&gt;&lt;br&gt;Demikianlah yang kudengar, pada suatu kesempatan Yang Terberkahi sedang &lt;br&gt;berdiam di dekat Rajagaha, di Hutan Bambu, tempat pembiakkan tupai.&lt;p&gt;Sebelum menghadap Sang Buddha Gotama, pada waktu pagi sekali, Yang Arya &lt;br&gt;Bhumija mengenakan jubahnya, membawa mangkuk dan jubah luarnya pergi ke &lt;br&gt;tempat kediaman Pangeran Jayasena.&lt;p&gt;Pada saat kedatangannya, ia duduk pada tempat yang telah dipersiapkan, &lt;br&gt;kemudian pangeran Jayasena pergi kepada Yang Arya Bhumijja, saling &lt;br&gt;bertukar salam yang baik dan ia berkata pada Yang Arya Bhumija,&lt;p&gt;&amp;quot;Guru Bhumija, ada beberapa brahmana yang mengajarkan ajaran ini, jika &lt;br&gt;seseorang mengikuti hidup yang suci, meskipun ia mengharapkan hasilnya, &lt;br&gt;ia akan gagal untuk mendapatkan hasilnya. Jika seseorang mengikuti hidup &lt;br&gt;suci, meskipun ia tidak mengharapkan suatu hasil apapun, ia juga akan &lt;br&gt;gagal untuk mendapatkan hasilnya. Jika seseorang mengikuti kehidupan &lt;br&gt;suci, meskipun ia mengharapkan hasil atau tidak mengharapkan hasil, ia &lt;br&gt;akan gagal untuk mendapatkan hasilnya. Jika seseorang mengikuti &lt;br&gt;kehidupan suci, meskipun tidak mengharapkan hasil maupun tidak tak &lt;br&gt;mengharapkan hasil, maka ia akan gagal untuk mendapatkan hasilnya. &lt;br&gt;Sehubungan dengan hal ini, bagaimanakah pendapat Guru Anda, bagaimanakah &lt;br&gt;pandanganNya, apakah yang dinyatakanNya?&amp;quot;&lt;p&gt;Ket Sutta :&lt;br&gt;Makna dari ungkapan panjang ini sebenarnya singkat saja, ada pandangan &lt;br&gt;bahwa kehidupan suci tidak berguna. Kehidupan suci tidak dapat membawa &lt;br&gt;manusia pada kebahagiaan.&lt;p&gt;Kelanjutan Sutta :&lt;br&gt;Yang Arya Bhumija mengakui bahwa ia memang belum pernah mendengar hal &lt;br&gt;itu secara langsung dari Sang Buddha, maka ia menjawab hanya berdasarkan &lt;br&gt;kira-kira saja:&lt;p&gt;&amp;quot;Aku belum pernah mendengar hal ini langsung dari Yang Terberkahi, O &lt;br&gt;Pangeran, aku belum pernah menerima hal ini langsung dari Yang &lt;br&gt;Terberkahi, namun ada kemungkinan bahwa Yang Terberkahi akan menjawab &lt;br&gt;seperti ini: Jika seseorang tidak mengikuti kehidupan suci dengan benar, &lt;br&gt;maka meskipun ia berharap untuk mendapatkan hasilnya, ia akan gagal &lt;br&gt;mendapatkan hasilnya. Jika seseorang tidak mengikuti kehidupan suci &lt;br&gt;dengan benar, maka meskipun ia tidak mengharapkan sesuatu, mengharapkan &lt;br&gt;dan tidak mengharapkan sesuatu,… tidak mengharapkan dan tidak tak &lt;br&gt;mengharapkan sesuatu, maka ia akan gagal mendapatkan hasil.&lt;p&gt;Namun jika seseorang mengikuti kehidupan suci dengan benar, maka dengan &lt;br&gt;mengharapkan hasil, ia akan mendapatkan hasil. Jika seseorang mengikuti &lt;br&gt;kehidupan suci dengan benar,… dengan tanpa mengharapkan hasil,… dengan &lt;br&gt;mengharapkan dan tanpa mengharapkan hasil,… dengan tidak mengharapkan &lt;br&gt;dan tidak tak mengharapkan hasil, maka ia akan mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;Pangeran Jayasena merasa puas dengan jawaban itu, ia mengatakan bahwa &lt;br&gt;kalau memang benar itu yang dikatakan oleh Guru dari Yang Arya Bhumija, &lt;br&gt;maka pandangan itu dapat mengalahkan pendapat para Brahmana tersebut.&lt;p&gt;Sepulang dari pindapatta, Yang Arya Bhumijja kemudian menceritakan hal &lt;br&gt;itu pada Sang Buddha. Yang Arya Bhumijja menanyakan apakah yang &lt;br&gt;diungkapkannya sudah benar dan sesuai dengan Dhamma yang dibabarkan Sang &lt;br&gt;Buddha. Ternyata Sang Buddha menyetujui hal tersebut.&lt;p&gt;&amp;quot;Tentu saja, Bhumija, di dalam menjawab dengan cara demikian ketika &lt;br&gt;ditanya, engkau telah berbicara sesuai dengan apa yang telah Kukatakan, &lt;br&gt;engkau tidak mensalah tafsirkan Aku dengan apa yang tidak benar, dan &lt;br&gt;engkau menjawab sesuai dengan Dhamma sehingga tidak ada lagi orang yang &lt;br&gt;pemikirannya sejalan dengan Dhamma akan mempunyai alasan-alasan untuk &lt;br&gt;menyalahkanmu.&amp;quot;&lt;p&gt;Sang Buddha menjelaskan bahwa bagi para brahmana dengan pandangan salah, &lt;br&gt;tindakan salah, ucapan salah, cara hidup yang salah, usaha yang salah, &lt;br&gt;konsentrasi salah, dan lain sebagainya, maka bila mereka melakukan hidup &lt;br&gt;suci baik dengan mengharapkan, tidak mengharapkan, mengharapkan dan &lt;br&gt;tidak mengharapkan, tidak mengharapkan maupun tidak&lt;br&gt;tak mengharapkan, maka mereka akan gagal mendapatkan hasil.&lt;p&gt;Mengapa hal itu terjadi ?&lt;p&gt;&amp;quot;Karena cara yang salah dalam mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;Sang Buddha kemudian memberikan beberapa analogi mengenai hal itu, yang &lt;br&gt;akan kita ambil beberapa saja:&lt;p&gt;&amp;quot;Bayangkan ada seseorang yang membutuhkan susu, mencari susu, mengembara &lt;br&gt;untuk mendapatkan susu, dan ia memerah tanduk dari sapi yang baru saja &lt;br&gt;melahirkan. Jika ia memerah tanduk dari sapi yang baru saja melahirkan, &lt;br&gt;maka meskipun dengan mengharapkan,.. tidak mengharapkan,.. mengharapkan &lt;br&gt;dan tidak mengharapkan,.. tidak mengharapkan dan juga tidak tak &lt;br&gt;mengharapkan [suatu hasil], maka akan gagal untuk mendapatkan hasilnya. &lt;br&gt;Mengapa demikian? Karena cara yang salah di dalam mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Bayangkan ada seseorang yang memerlukan api, mencari api, mengembara di &lt;br&gt;dalam mencari api, ia mengambil kayu api dan menggosokkannya pada &lt;br&gt;sebatang kayu yang basah dan berair. Jika ia mengambil kayu api dan &lt;br&gt;menggosokkannya pada sebatang kayu yang basah dan berair, maka meskipun &lt;br&gt;dengan mengharapkan,… tidak mengharapkan,.. mengharapkan dan&lt;br&gt;tidak mengharapkan,.. tidak mengharapkan dan juga tidak tak mengharapkan &lt;br&gt;[suatu hasil], maka akan gagal untuk mendapatkan hasilnya. Mengapa &lt;br&gt;demikian? Karena cara yang salah di dalam mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;Sang Buddha kemudian memberikan beberapa analogi yang merupakan &lt;br&gt;kebalikan dari cara-cara yang salah dalam mendapatkan sesuatu di atas.&lt;p&gt;&amp;quot;Bayangkan ada seseorang yang membutuhkan susu, mencari susu, mengembara &lt;br&gt;untuk mendapatkan susu, dan ia memerah susu sapi yang baru saja &lt;br&gt;melahirkan. Jika ia memerah susu sapi yang baru saja melahirkan, maka &lt;br&gt;meskipun dengan mengharapkan,.. tidak mengharapkan,.. mengharapkan dan &lt;br&gt;tidak mengharapkan,.. tidak mengharapkan dan juga tidak tak mengharapkan &lt;br&gt;[suatu hasil], maka ia akan berhasil untuk mendapatkan hasilnya. Mengapa &lt;br&gt;demikian? Karena cara yang benar di dalam mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Bayangkan ada seseorang yang memerlukan api, mencari api, mengembara di &lt;br&gt;dalam mencari api, ia mengambil kayu api dan menggosokkannya pada &lt;br&gt;sebatang kayu yang kering dan tak berair. Jika ia mengambil kayu api dan &lt;br&gt;menggosokkannya pada sebatang kayu yang kering dan tak berair, maka &lt;br&gt;meskipun dengan mengharapkan,… tidak mengharapkan,.. mengharapkan dan &lt;br&gt;tidak mengharapkan,.. tidak mengharapkan dan juga tidak tak mengharapkan &lt;br&gt;[suatu hasil], maka ia akan berhasil untuk mendapatkan hasilnya. Mengapa &lt;br&gt;demikian? Karena cara yang benar di dalam mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;Kesimpulan yang dapat diambil dari sutra ini adalah:&lt;p&gt;&amp;quot;Bila seseorang memiliki pandangan benar, ucapan benar, pikiran benar, &lt;br&gt;tindakan benar, kehidupan benar, daya upaya benar, perhatian benar, dan &lt;br&gt;konsentrasi yang benar. Jika mereka mengikuti kehidupan suci dengan &lt;br&gt;mengharapkan hasil, mereka akan berhasil mendapatkan hasil. Jika mereka &lt;br&gt;mengikuti kehidupan suci dengan tanpa mengharapkan apa-apa, mereka akan &lt;br&gt;berhasil mendapatkan hasil. Jika mereka mengikuti kehidupan suci dengan &lt;br&gt;mengharapkan dan tidak mengharapkan,…. Dengan tidak mengharapkan maupun &lt;br&gt;tidak tak mengharapkan mereka akan berhasil mendapatkan buah/ hasilnya. &lt;br&gt;Mengapa demikian? Karena telah menempuh cara yang benar untuk &lt;br&gt;mendapatkan hasil.&amp;quot;&lt;p&gt;Banyak yang menganggap inti Buddha Dharma adalah sangat sederhana, yang &lt;br&gt;penting banyak berbuat baik serta sucikan hati dan pikiran, hal ini &lt;br&gt;memang benar, namun dibalik sebuah inti yang sederhana terkandung Dharma &lt;br&gt;yang sangat mendalam, yang telah dibabarkan oleh seorang Samma &lt;br&gt;SamBuddha, bila memang seseorang bertekad untuk terbebas dari &lt;br&gt;penderitaan samsara ( lahir, tua, sakit dan mati ), akan tidak &lt;br&gt;bermanfaat bila seseorang tsb tidak menempuh jalan yang benar, sesuai &lt;br&gt;Dharma yang dibabarkan seorang Samma SamBuddha, mengapa ?&lt;p&gt;Cara yang salah di dalam mendapatkan hasil&lt;p&gt;&lt;br&gt;Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-150656834574320969?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/150656834574320969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=150656834574320969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/150656834574320969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/150656834574320969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/01/cara-yang-salah-di-dalam-mendapatkan.html' title='Cara yang salah di dalam mendapatkan hasil'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-5191286703043342986</id><published>2008-01-23T16:27:00.001+07:00</published><updated>2008-01-23T16:27:38.206+07:00</updated><title type='text'>Sutta Dhamma</title><content type='html'>Sutra ini merupakan salah satu ajaran Hyang Buddha yang menerangkan &lt;br&gt;tentang hukum karma, tentang sebab musabab semua perbuatan kita yang &lt;br&gt;berlaku, baik dulu, sekarang maupun yang akan datang di dalam kehidupan &lt;br&gt;kita masing-masing.&lt;p&gt;Ketika Hyang Buddha berada di kota Rajagaha, 1250 orang Arahat datang &lt;br&gt;berkumpul bersama para mahkluk lainnya. Pertemuan para Arahat tersebut &lt;br&gt;dinamakan Caturangasannipata, mereka berkumpul di Veluvanarama (Vihara &lt;br&gt;Hutan Bambu) dan waktu itu tengah hari pada saat purnama-sidhi di bulan &lt;br&gt;Magha. waktu itu, Yang Mulia Ananda datang mendekati Hyang Bhagava. ia &lt;br&gt;memberi hormat dengan beranjali dan mengelilingi Hyang Buddha tiga kali &lt;br&gt;(berpradaksina). Setelah memberi hormat ia dengan sopan duduk di satu &lt;br&gt;sisi. kemudian Yang Mulia Ananda berkata kepada Hyang Bhagava :&lt;p&gt;&amp;quot;Guru, mengapa semua makhluk yang dilahirkan selalu dicengkeram oleh &lt;br&gt;dukkha (derita) seperti lobha (keserakahan), dosa (kebencian), moha &lt;br&gt;(ketidaktahuan), tidak menghormati Buddha Dhamma. tidak berbakti kepada &lt;br&gt;orang tua, tidak bermoral, tidak menjalankan sila. Generasi ini menjadi &lt;br&gt;kacau seperti benang kusut. rumput munja dan gelabah. sehingga tidak &lt;br&gt;dapat terbebas dari apaya (alam neraka), duggati (alam binatang), &lt;br&gt;vinipata (alam keruntuhan) dan samsara (lingkaran tumimbal lahir).&lt;p&gt;Banyak di antara mahkluk itu terlahir tuli, buta, bisu, idiot, cacat dan &lt;br&gt;lainnya, saling bersaing, saling merugikan, saling memusuhi, saling &lt;br&gt;membenci, saling membunuh, saling berbuat jahat dan tidak adil. &lt;br&gt;Bagaimana kita dapat mengerti rahasia kesunyataan (sebab musabab) apa &lt;br&gt;yang tersembunyi di balik kenyataan hidup ini. dan apakah akibat buruk &lt;br&gt;dari setiap perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia ?&lt;p&gt;Semoga Guru berkenan menjelaskan kepada kami sebab musabab dari semua &lt;br&gt;perbedaan-perbedaan ini yang menyebabkan timbulnya keragu-raguan &lt;br&gt;terhadap keadilan dan kebenaran !&amp;quot;.&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, perhatikan dengan baik, Aku akan menerangkan tentang Hukum &lt;br&gt;Karma. sebenarnya, segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan ini &lt;br&gt;dikarenakan akibat dari karma lampau yang berbuah, yang diwariskan dari &lt;br&gt;perbuatan pada kehidupan yang lampau, Karma lah yang menyebabkan &lt;br&gt;perbedaan-perbedaan dalam alam kehidupan ini, ada yang kaya, ada yang &lt;br&gt;miskin, ada yang bahagia, ada yang menderita, ada yang sempurna, ada &lt;br&gt;yang cacat, ada yang dipuji dan ada yang terhina.&lt;p&gt;Kemudian Hyang Bhagava melanjutkan dengan mengucapkan syair di bawah ini :&lt;p&gt;&amp;quot;Segala sesuatu sudah ditentukan oleh karma lampau. percaya dan tekun &lt;br&gt;mengamalkan Sutra ini akan membawa kebahagiaan dan keberhasilan yang &lt;br&gt;tiada taranya.&lt;p&gt;O, para bhikkhu, Aku akan membuat syair contoh untukmu. karena dengan &lt;br&gt;contoh maka orang-orang pintar akan dapat mengerti makna dari apa yang &lt;br&gt;dikatakan.&lt;p&gt;Membangun Vihara, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke alam &lt;br&gt;Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;membangun vihara&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia mendapat kedudukan terhormat (tinggi)&lt;p&gt;Membangun jalan dan jembatan, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam &lt;br&gt;dewa, atau ke alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;membangun jalan dan jembatan&amp;quot; membuat ia mendapat keselamatan dalam &lt;br&gt;perjalanan serta memiliki kendaraan yang bagus&lt;p&gt;Berdana jubah, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke alam &lt;br&gt;Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memberi jubah untuk &lt;br&gt;bhikku&amp;quot; membuat ia memiliki cukup sandang serta berpakaian bagus&lt;p&gt;Berdana makanan dan minuman, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, &lt;br&gt;dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memberi makanan dan &lt;br&gt;minuman untuk orang miskin&amp;quot; membuat ia kaya&lt;p&gt;Berdana untuk Bhikkhu, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memberi untuk &lt;br&gt;keperluan Bhikkhu&amp;quot; membuat ia memiliki rumah mewah&lt;p&gt;Kikir dan tidak mau berdana, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, &lt;br&gt;dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, &lt;br&gt;atau ke alam setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;kikir dan &lt;br&gt;tidak mau berdana&amp;quot; membuat ia miskin&lt;p&gt;Membangun sekolah dan rumah sakit, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam &lt;br&gt;dewa, atau ke alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;membangun sekolah dan rumah sakit&amp;quot; membuat ia hidup sukses dan bahagia&lt;p&gt;Memuja Hyang Buddha, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memuja Hyang Buddha &lt;br&gt;dengan bunga&amp;quot; membuat ia memiliki wajah yang rupawan&lt;p&gt;Tekun membaca paritta dan melaksanakan Sila, O bhikkhu, menganjurkan, &lt;br&gt;melakukan sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke &lt;br&gt;alam dewa, atau ke alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;tekun membaca paritta dan melaksanakan sila&amp;quot; membuat ia cerdas dan &lt;br&gt;bijaksana&lt;p&gt;Membabarkan Dharma, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;meyebarkan Dharma &lt;br&gt;dalam Dharmasala&amp;quot; membuat ia mendapatkan isteri yang cantik dan berbudi.&lt;p&gt;Menghias Altar, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke alam &lt;br&gt;Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menghias altar Hyang &lt;br&gt;Buddha dengan macam-macam dekorasi, hiasan yang bagus dan pantas&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia sukses dalam perkawinan&lt;p&gt;Menolong orang sebatang kara, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam &lt;br&gt;dewa, atau ke alam Brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;menghormati dan menolong orang sebatang kara&amp;quot; membuat ia memiliki orang &lt;br&gt;tua yang baik&lt;p&gt;Membunuh makhluk hidup, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;membunuh makhluk &lt;br&gt;hidup&amp;quot; membuat ia pendek umur&lt;p&gt;Mencuri, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;mengambil barang milik &lt;br&gt;orang lain&amp;quot; membuat ia kehilangan barang-barangnya&lt;p&gt;Berzinah, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;melakukan hubungan seks &lt;br&gt;yang tidak diperkenankan&amp;quot; membuat ia dimusuhi lingkungannya.&lt;p&gt;Berdusta, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berdusta&amp;quot; membuat ia &lt;br&gt;sering mendapat tuduhan palsu&lt;p&gt;Bergossip, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;sering menceritakan &lt;br&gt;keburukan orang lain&amp;quot; membuat ia ditingggalkan oleh kawan-kawannya&lt;p&gt;Berkata kasar, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berkata kasar&amp;quot; membuat ia &lt;br&gt;sering menerima kata-kata yang tidak menyenangkan&lt;p&gt;Mengobrol kosong , O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;mengobrol kosong&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia tidak dapat berbicara dengan jelas&lt;p&gt;Berburu, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berburu binatang&amp;quot; membuat &lt;br&gt;ia menjadi yatim piatu&lt;p&gt;Melepas Binatang, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke alam &lt;br&gt;brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;membebaskan binatang &lt;br&gt;yang tertangkap orang&amp;quot; membuat ia memiliki anak yang sukses&lt;p&gt;Menolong hidup makhluk lain, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, &lt;br&gt;dan sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menyelamatkan nyawa &lt;br&gt;makhluk lain&amp;quot; membuat ia panjang umur dan bahagia&lt;p&gt;Merusak lingkungan, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;merusak hutan, &lt;br&gt;tanaman, tumbuhan bunga&amp;quot; membuat ia tidak mempunyai keturunan&lt;p&gt;Memperkosa, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memperkosa anak, isteri &lt;br&gt;orang lain&amp;quot; membuat ia hidup sengsara dan kesepian&lt;p&gt;Meniup lilin altar, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;tidak mengenal rasa &lt;br&gt;hormat dan dengan sengaja meniup lilin atau lampu altar Hyang Buddha&amp;quot; &lt;br&gt;membuat mulutnya menjadi cacat&lt;p&gt;Menghina suami, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menghina dan memukul &lt;br&gt;suami&amp;quot; membuat ia menjadi janda&lt;p&gt;Lupa Budi, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;melupakan budi dan jasa &lt;br&gt;orang lain&amp;quot; membuat ia menjadi budak (kuli)&lt;p&gt;Menyeleweng, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menyeleweng dengan istri &lt;br&gt;atau suami orang lain&amp;quot; membuat ia hidup kesepian&lt;p&gt;Menyesatkan orang, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menyesatkan orang &lt;br&gt;dengan bacaan porno&amp;quot; membuat matanya jadi buta&lt;p&gt;Berdana minyak lampu, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berdana minyak &lt;br&gt;lampu untuk altar Hyang Buddha&amp;quot; membuat ia dikaruniai mata yang indah &lt;br&gt;dan terang&lt;p&gt;Mencaci maki orang tua, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;mencaci maki orang tua &lt;br&gt;&amp;quot; membuat ia menjadi bisu dan tuli&lt;p&gt;Memukul orang tua, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memukul orang tua&amp;quot; &lt;br&gt;membuat tangannya cacat&lt;p&gt;Menertawakan siswa Hyang Buddha, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;menertawakan siswa Hyang Buddha dan tidak menghormati Buddha Dharma&amp;quot; &lt;br&gt;membuat punggungnya bongkok&lt;p&gt;Menodong dan merampok, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menodong dan merampok&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia berkaki cacat&lt;p&gt;Tidak membayar hutang, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;tidak membayar hutang&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia terlahir kembali menjadi kerbau atau kuda&lt;p&gt;Menipu, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menipu dan mencelakakan &lt;br&gt;orang lain&amp;quot; membuat ia terlahir kembali menjadi babi atau anjing&lt;p&gt;Berbuat kejam dan sadis, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berbuat kejam dan &lt;br&gt;sadis&amp;quot; membuat ia hidup lama di penjara&lt;p&gt;Meracuni makhluk lain, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;meracuni makhluk lain&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia mati keracunan&lt;p&gt;Menolong orang sakit, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke sorga, ke alam dewa, atau ke &lt;br&gt;alam brahma. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memberi obat &lt;br&gt;menolong orang sakit atau luka&amp;quot; membuat ia selalu sehat&lt;p&gt;Memfitnah, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memfitnah dan mengadu &lt;br&gt;domba&amp;quot; membuat ia muntah darah&lt;p&gt;Tidak setia, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;tidak setia dan &lt;br&gt;berkhianat&amp;quot; membuat ia hidup sengsara dan menyedihkan&lt;p&gt;Minum minuman keras, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;minum-minuman keras&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia mabuk, ketagihan dan tidak dihormati orang&lt;p&gt;Membuat makhluk lain mati kelaparan, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;membuat &lt;br&gt;makhluk lain mati kelaparan&amp;quot; membuat ia menjadi mati kelaparan&lt;p&gt;Menghina orang miskin, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menghina orang miskin&amp;quot; &lt;br&gt;membuat ia berbadan cebol dan jelek&lt;p&gt;Mendengarkan Dharma dengan kurang perhatian, O bhikkhu, menganjurkan, &lt;br&gt;melakukan sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, &lt;br&gt;ke alam binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;mendengarkan Dharma dengan kurang perhatian&amp;quot; membuat ia menjadi tuli&lt;p&gt;Menyiksa binatang, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menyiksa binatang&amp;quot; &lt;br&gt;membuat badannya korengan dan bisulan&lt;p&gt;Iri hati, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;iri hati dan cemburu akan &lt;br&gt;kesuksesan dan kebahagiaan orang lain&amp;quot; membuat ia kesepian, bau busuk &lt;br&gt;dan korengan&lt;p&gt;Sumpah palsu, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan sering &lt;br&gt;diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau ke &lt;br&gt;setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;sumpah palsu&amp;quot; membuat ia &lt;br&gt;mati disambar geledek, petir atau api.&lt;p&gt;Memuja Hyang Buddha dengan daging, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;memuja &lt;br&gt;Hyang Buddha dengan daging&amp;quot; membuat ia menderita penyakit kulit&lt;p&gt;Berdagang dengan tidak jujur, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;berdagang dengan tidak jujur&amp;quot; membuat ia menderita penyakit korengan&lt;p&gt;Berburu dengan tali atau jala, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;berburu &lt;br&gt;binatang dengan tali atau jala &amp;quot; membuat ia mati tergantung&lt;p&gt;Bermusuhan, benci dan dendam, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan &lt;br&gt;sendiri, dan sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam &lt;br&gt;binatang, atau ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &lt;br&gt;&amp;quot;bermusuhan, benci dan dendam&amp;quot; membuat ia mati digigit binatang (jelmaan &lt;br&gt;dari musuhnya)&lt;p&gt;Menggugurkan kandungan, O bhikkhu, menganjurkan, melakukan sendiri, dan &lt;br&gt;sering diperbuat, akan membawa orang ke neraka, ke alam binatang, atau &lt;br&gt;ke setan. Bahkan sekurang-kurangnya, akibat dari &amp;quot;menggugurkan &lt;br&gt;kandungan&amp;quot; membuat ia tidak dapat melahirkan&lt;p&gt;Apapun yang kita lakukan akan kembali kepada kita, jadi terimalah segala &lt;br&gt;pahala maupun pembalasan terhadap diri kita. jangan mengira kejahatan &lt;br&gt;yang kita lakukan tidak akan ada akibatnya. akan terbukti dan dialami &lt;br&gt;sendiri dalam kehidupan ini atau kehidupan mendatang.&lt;p&gt;Kalau tidak percaya berkah dari melaksanakan Buddha-Dharma. lihatlah &lt;br&gt;kebahagiaan yang dinikmati oleh para siswa Sang Buddha. Karma kehidupan &lt;br&gt;lalu menentukan pahala kehidupan sekarang. Karma kehidupan sekarang akan &lt;br&gt;menentukan kehidupan mendatang.&lt;p&gt;Bagi orang yang tidak percaya ajaran Karma, akan jatuh terlahir di &lt;br&gt;alam-alam rendah.&lt;br&gt;Bagi orang yang menghayati dan mengamalkan ajaran Dhamma ini, akan &lt;br&gt;terlahir di alam-alam sorga.&lt;br&gt;Bagi orang yang menyebarluaskan Sutta ini, akan menjadi maju dan jaya.&lt;br&gt;Bagi orang yang mencetak Sutta ini, Kehidupannya akan sukses dan dihormati.&lt;br&gt;Bagi orang yang menyimpan Sutta ini, akan terlindung dari malapetaka.&lt;br&gt;Bagi orang yang mengkhotbahkan ajaran Dharma ini, dalam kehidupannya &lt;br&gt;akan sukses dan cerdas.&lt;br&gt;Bagi orang yang membacakan Sutta ini kepada orang lain, akan dihormati &lt;br&gt;dan dicintai orang banyak.&lt;p&gt;Jika karma tidak berakibat, mengapa Bhikkhu Moggallana bertekad menolong &lt;br&gt;ibunya dari penderitaan alam neraka ?&lt;p&gt;&amp;quot;Begitulah Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah umur pendek karena &lt;br&gt;suatu sebab tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang &lt;br&gt;pertanyaan : &amp;quot;Apakah sebab umur pendek itu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab &lt;br&gt;:&amp;quot;Membunuh makhluk hidup, kejam dan gemar memukul dan membunuh, tanpa &lt;br&gt;mempunyai rasa kasihan kepada makhluk hidup adalah sebab umur pendek. &lt;br&gt;Orang yang melakukan dan melaksanakan perbuatan ini, ketika badan &lt;br&gt;jasmaninya hancur setelah mati, akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh &lt;br&gt;kesedihan dan penderitaan, atau neraka. Atau, apabila ia dilahirkan &lt;br&gt;kembali sebagai manusia, dimana saja ia akan bertumimbal lahir, maka &lt;br&gt;umurnya akan pendek.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah menderita banyak penyakit karena &lt;br&gt;suatu sebab tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang &lt;br&gt;pertanyaan : &amp;quot;Apakah sebab menderita banyak penyakit itu ?&amp;quot;, Engkau &lt;br&gt;harus menjawab :&amp;quot;Menyakiti makhluk lain dengan menggunakan tinju, batu, &lt;br&gt;tongkat atau senjata, gembira melihat makhluk lain menderita adalah &lt;br&gt;sebab menderita banyak penyakit. Orang yang melakukan dan melaksanakan &lt;br&gt;perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur setelah mati, akan &lt;br&gt;terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan penderitaan, atau &lt;br&gt;neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai manusia, dimana saja &lt;br&gt;ia akan bertumimbal lahir, ia akan menderita banyak penyakit.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah rupa buruk karena suatu sebab &lt;br&gt;tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang pertanyaan : &lt;br&gt;&amp;quot;Apakah sebab rupa buruk itu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab :&amp;quot;Cepat marah, &lt;br&gt;lekas naik darah; untuk hal kecil saja yang diceritakan padanya ia sudah &lt;br&gt;menjadi murka, marah, berkeras kepala, memperlihatkan kegusarannya, &lt;br&gt;kebenciannya dan kecurigaannya adalah sebab rupa buruk. Orang yang &lt;br&gt;melakukan dan melaksanakan perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur &lt;br&gt;setelah mati, akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan &lt;br&gt;penderitaan, atau neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai &lt;br&gt;manusia, dimana saja ia akan bertumimbal lahir, ia akan mempunyai rupa &lt;br&gt;yang buruk.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah mempunyai wibawa/pengaruh sedikit &lt;br&gt;sekali karena suatu sebab tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan &lt;br&gt;tentang pertanyaan : &amp;quot;Apakah sebab mempunyai pengaruh sedikit sekali itu &lt;br&gt;?&amp;quot;, Engkau harus menjawab :&amp;quot;Iri hati, penuh rasa dengki dan benci, &lt;br&gt;mengiri kalau orang menerima hadiah, diberi tempat menginap, &lt;br&gt;penghargaan, penghormatan, dimuliakan, dan diberi persembahan dengan &lt;br&gt;sopan santun adalah sebab mempunyai pengaruh sedikit sekali. Orang yang &lt;br&gt;melakukan dan melaksanakan perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur &lt;br&gt;setelah mati, akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan &lt;br&gt;penderitaan, atau neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai &lt;br&gt;manusia, dimana saja ia akan bertumimbal lahir, ia akan mempunyai &lt;br&gt;pengaruh sedikit.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah miskin karena suatu sebab &lt;br&gt;tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang pertanyaan : &lt;br&gt;&amp;quot;Apakah sebab miskin itu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab :&amp;quot;Tak pernah &lt;br&gt;memberikan makanan, minuman, jubah, pengangkutan, bunga, wangi-wangian, &lt;br&gt;obat-obatan, tempat menginap, tempat tinggal. lampu dan sebagainya &lt;br&gt;kepada bhikkhu dan pandita adalah sebab menjadi miskin. Orang yang tidak &lt;br&gt;melakukan dan melaksanakan perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur &lt;br&gt;setelah mati, akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan &lt;br&gt;penderitaan, atau neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai &lt;br&gt;manusia, dimana saja ia akan bertumimbal lahir, ia akan menjadi orang &lt;br&gt;miskin.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah orang menjadi rendah karena suatu &lt;br&gt;sebab tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang pertanyaan &lt;br&gt;: &amp;quot;Apakah sebab orang rendah itu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab :&amp;quot;tinggi hati &lt;br&gt;dan penuh kesombongan, tak mau menghormat kepada orang yang patut &lt;br&gt;dihormati, tak mau berdiri untuk siapa ia patut berdiri, tak mau memberi &lt;br&gt;tempat duduk kepada yang patut diberi tempat duduk, tak memberi kamar &lt;br&gt;kepada yang patut diberi kamar, tidak menjamu yang patut dijamu, tak &lt;br&gt;memberi hormat dan penghargaan kepada yang patut diberi hormat dan &lt;br&gt;penghargaan. dan juga tak memberikan persembahan kepada yang patut &lt;br&gt;diberi persembahan adalah sebab menjadi orang rendah. Orang yang tidak &lt;br&gt;melakukan dan melaksanakan perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur &lt;br&gt;setelah mati, akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan &lt;br&gt;penderitaan, atau neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai &lt;br&gt;manusia, dimana saja ia akan bertumimbal lahir, ia akan dilahirkan &lt;br&gt;sebagai orang rendah.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, bila engkau ditanya : &amp;quot;Apakah orang dungu karena suatu sebab &lt;br&gt;tertentu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab : &amp;quot;Ya&amp;quot;. Dan tentang pertanyaan : &lt;br&gt;&amp;quot;Apakah sebab orang dungu itu ?&amp;quot;, Engkau harus menjawab :&amp;quot;Tak &lt;br&gt;mengunjungi para bhikkhu dan menanyakan kepada mereka : apakah yang &lt;br&gt;dimaksud dengan karma baik, Bhante ? Apakah yang dimaksud dengan karma &lt;br&gt;tidak baik ? Apa yang tercela ? Apa yang terpuji ? apa yang harus &lt;br&gt;dilakukan ? apa yang tidak harus dilakukan ? Perbuatan apakah yang dapat &lt;br&gt;mengakibatkan celaka dan penderitaan untuk waktu yang lama ? Perbuatan &lt;br&gt;mana yang dapat membawa berkah dan kebahagiaan untuk waktu yang lama?&amp;quot; &lt;br&gt;adalah sebab menjadi orang dungu. Orang yang tidak melakukan dan &lt;br&gt;melaksanakan perbuatan ini, ketika badan jasmaninya hancur setelah mati, &lt;br&gt;akan terjatuh ke alam-alam rendah penuh kesedihan dan penderitaan, atau &lt;br&gt;neraka. Atau, apabila ia dilahirkan kembali sebagai manusia, dimana saja &lt;br&gt;ia akan bertumimbal lahir, ia akan dilahirkan sebagai orang dungu.&amp;quot;&lt;p&gt;&amp;quot;Ananda, Pemilik dari perbuatan adalah makhluk, ia adalah ahli waris &lt;br&gt;dari perbuatannya, perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir, kepada &lt;br&gt;perbuatannya ia terikat, namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. &lt;br&gt;Perbuatan apapun yang ia lakukan, baik atau buruk, ia juga kelak yang &lt;br&gt;menjadi ahli warisnya. Terdapat orang yang gemar membunuh makhluk hidup, &lt;br&gt;mengambil milik orang lain, melakukan perbuatan asusila dengan wanita; &lt;br&gt;berbicara yang tidak benar, sering menggossip orang lain, menggunakan &lt;br&gt;kata-kata kasar, suka ngobrol kosong, tamak, berhati kejam dan mengikuti &lt;br&gt;pandangan yang keliru.&lt;p&gt;Dan ia terikat erat-erat kepada perbuatannya yang dilakukan dengan &lt;br&gt;jasmani, ucapan atau pikiran. Dengan sembunyi-sembunyi ia melakukan &lt;br&gt;perbuatan-perbuatan, mengucaokan kata-kata dan memikirkan sesuatu; dan &lt;br&gt;sembunyi-sembunyi pula cara dan tujuannya.&lt;p&gt;Tetapi Aku katakan kepadamu : &amp;quot; Bagaimana tersembunyinyapun cara dan &lt;br&gt;tujuannya, orang itu pasti akan menerima salah satu dari kedua akibat &lt;br&gt;ini, yaitu siksaan dari neraka atau terlahir sebagai binatang yang &lt;br&gt;merangkak.&amp;quot; Demikianlah tumimbal lahir dari makhluk-makhluk : &amp;quot;Sesuai &lt;br&gt;dengan Karmanya mereka akan bertumimbal lahir. Dan dalam tumimbal &lt;br&gt;lahirnya itu mereka akan menerima akibat dari perbuatannya sendiri.&amp;quot; &lt;br&gt;Karena itu Aku menyatakan :&amp;quot;Pemilik dan ahli waris perbuatan adalah &lt;br&gt;makhluk, perbuatannya adalah rahim dari mana ia lahir, kepada &lt;br&gt;perbuatannya ia terikat, namun perbuatannya juga merupakan pelindungnya. &lt;br&gt;perbuatan apapun yang ia lakukan, baik atau buruk, ia juga kelak yang &lt;br&gt;menjadi ahli warisnya.&lt;p&gt;Perbuatanlah yang membuat manusia menjadi mulia dan rendah, kaya dan &lt;br&gt;miskin, bahagia dan menderita.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah membabarkan ajaran Karma kepada Ananda dan para Arahat, lalu &lt;br&gt;Sang Bhagava menambahkan : &amp;quot;Contoh yang telah say berikan hanya sebanyak &lt;br&gt;setetes air dibandingkan contoh yang belum diberikan sebanyak air yang &lt;br&gt;ada di Sungai Gangga. &amp;quot; Kemudian sang Bhagava mengucapkan Ovada Patimokkha :&lt;p&gt;&amp;quot;Jangan berbuat kejahatan,&lt;br&gt;Perbanyaklah perbuatan baik,&lt;br&gt;sucikan hati dan pikiranmu,&lt;br&gt;Itulah Ajaran semua Buddha.&lt;p&gt;Kesabaran adalah cara bertapa yang paling baik,&lt;br&gt;Sang Buddha bersabda :&lt;br&gt;Nibbanalah yang tertinggi dari semuanya.&lt;br&gt;Beliau bukan Pertapa yang menindas orang lain.&lt;br&gt;Beliau bukan pula pertapa yang menyebabkan kesusahan orang lain.&lt;p&gt;Tidak menghina, tidak melukai,&lt;br&gt;Mengendalikan diri sesuai dengan tata tertib,&lt;br&gt;Makan secukupnya,&lt;br&gt;Hidup dengan menyepi,&lt;br&gt;Dan senantiasa berpikir luhur,&lt;br&gt;Itulah Ajaran semua Buddha.&lt;p&gt;Kemudian Yang Mulia Ananda berkata : &amp;quot;Pada generasi yang kacau ini, &lt;br&gt;bayak manusia telah mengisi kehidupannya dengan perbuatan-perbuatanjahat &lt;br&gt;dikarenakan ketidak-tahuan mereka akan ajaran dan Hukum Karma. Kami &lt;br&gt;sangat senang dan gembira&amp;lt; Bhante. Dengan panjang lebar dan penuh cinta &lt;br&gt;kasih Bhante telah menguraikan Dharma, menjelaskan bagaikan orang yang &lt;br&gt;menegakkan kembali apa yang roboh, atau memperlihatkan apa yang &lt;br&gt;tersembunyi, atau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat, atau &lt;br&gt;membawa lampu di waktu gelap gulita, sambil berkata, &amp;quot;Siapa yang punya &lt;br&gt;mata, silahkan melihat.&amp;quot;&lt;p&gt;Demikianlah Dharma telah dibabarkan Bhante dalm berbagai cara, dan Kami &lt;br&gt;berjanji untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh Ajaran Karma mulai &lt;br&gt;hari ini sampai akhir hayat nanti. Begitu mulianya Dharma ini sehingga &lt;br&gt;bagi siapa saja yang menulis, membaca, mencetak, menyebarluaskan sutta &lt;br&gt;ini, atau digunakan untuk memuja para Buddha, akan dianugerahi dengan &lt;br&gt;kebahagiaan dan kesuksesan besar.Dan kelak nanti setelah meninggal akan &lt;br&gt;terlahir bahagia di Buddha-Loka tempat para siswa Buddha bersemayam.&amp;quot;&lt;p&gt;Setelah Ananda berkata demikian, para Arahat, para Bhikkhu, para &lt;br&gt;Upasaka, para Dewa, para Asura, para Gandabha, para mahkluk halus &lt;br&gt;lainnya menjadi gembira hatinya denagn kata-kata Sang Bhagava. Mereka &lt;br&gt;berjanji untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh Ajaran Karma ini.&lt;p&gt;JIKA BERTANYA SEBAB KEHIDUPAN SEBELUMNYA&lt;br&gt;YAITU APA YANG DITERIMA PADA KEHIDUPAN INI&lt;p&gt;JIKA BERTANYA AKIBAT KEHIDUPAN MENDATANG&lt;br&gt;YAITU APA YANG DIPERBUAT PADA KEHIDUPAN INI&lt;p&gt;Jangan meremehkan kejahatan denagn mengatakan bahwa kejahatan yang &lt;br&gt;kulakukan kecil sekali, tidak akan berakibat apa-apa kepadaku, tetapi &lt;br&gt;sebenarnya ibarat air yang jatuh setetes demi setetes akhirnya dapat &lt;br&gt;memenuhi sebuah gentong. Demikianlah orang yang dungu sedikit demi &lt;br&gt;sedikit mengisi dirinya dengan kejahatan.&lt;p&gt;Tidak di langit, tidak di tengah samudera, juga tidak di dalam gua atau &lt;br&gt;di puncak gunung; tidak ada suatu tempatpun di dunia ini yang dapat &lt;br&gt;dipakai orang untuk menghindarkan diri dari akibat perbuatannya yang jahat.&lt;p&gt;Di alam ini ia menderita, juga di alam sana&lt;br&gt;Di kedua alam ini orang jahat menderita&lt;br&gt;Ia menderita karena diganggu oleh pikirannya&lt;br&gt;Ia akan lahir di neraka dicengkeram oleh derita&lt;p&gt;Jangan meremehkan kebajikan dengan mengatakan bahwa kebajikan yang &lt;br&gt;kulakukan hanya sedikit, tak akan membawa pahala bagiku. Tetapi &lt;br&gt;sebenarnya, ibarat air yang jatuh setetes demi setetes akhirnya orang &lt;br&gt;yang bijaksana mengisi dirinya sedikit demi sedikit dengan kebajikan.&lt;p&gt;Di alam ini ia berbahagia, juga di alam sana&lt;br&gt;Di kedua alam ini orang yang baik hidup bahagia&lt;br&gt;Ia berbahagia dalam menikmati kebahagiaan&lt;br&gt;Ia menerima pahala dari perbuatannya yang baik&lt;p&gt;&lt;p&gt;Semoga Bermanfaat,&lt;p&gt;Semoga Semua Makhluk Hidup Berbahagia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-5191286703043342986?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/5191286703043342986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=5191286703043342986' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5191286703043342986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/5191286703043342986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/01/sutta-dhamma.html' title='Sutta Dhamma'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-7920459044651638814</id><published>2008-01-22T13:50:00.001+07:00</published><updated>2008-01-22T13:50:28.588+07:00</updated><title type='text'>Patut dibaca setiap anak!</title><content type='html'>Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.&lt;br&gt;Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.&lt;p&gt;Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu,&lt;br&gt;ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.&lt;p&gt;Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau&lt;br&gt;dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku.&lt;p&gt;Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu&lt;br&gt;kali kuceritakan agar kau tidur.&lt;p&gt;Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah padaku.&lt;br&gt;Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?&lt;p&gt;Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan hal-hal baru, jangan&lt;br&gt;mengejekku.&lt;br&gt;Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap &amp;quot;mengapa&amp;quot; darimu.&lt;p&gt;Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih kuat untuk&lt;br&gt;memapahku.&lt;br&gt;Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.&lt;p&gt;Ketika aku seketika melupakan pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk&lt;br&gt;mengingat.&lt;br&gt;Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau&lt;br&gt;disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.&lt;p&gt;Ketika kau memandang aku yang mulai menua, janganlah berduka.&lt;br&gt;Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai&lt;br&gt;belajar menjalani kehidupan.&lt;p&gt;Waktu itu aku memberi petunjuk bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang&lt;br&gt;temani aku menjalankan sisa hidupku.&lt;p&gt;Beri aku cintamu dan kesabaran, aku akan memberikan senyum penuh rasa&lt;br&gt;syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-7920459044651638814?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/7920459044651638814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=7920459044651638814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7920459044651638814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7920459044651638814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2008/01/patut-dibaca-setiap-anak.html' title='Patut dibaca setiap anak!'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-6234692782833206867</id><published>2007-11-09T11:27:00.001+07:00</published><updated>2007-11-09T11:27:24.236+07:00</updated><title type='text'>Knowledge is Power.</title><content type='html'>Well, this week is very busy week. But I have to try to fix all my &lt;br&gt;project bug that always come. but at lease it will be my source of &lt;br&gt;knowledge. Knowledge is Power.&lt;p&gt;try &lt;a href="http://www.w3schools.com"&gt;www.w3schools.com&lt;/a&gt; if u want to learn from zero. trust me! it work &lt;br&gt;for me.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-6234692782833206867?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/6234692782833206867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=6234692782833206867' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6234692782833206867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6234692782833206867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/11/knowledge-is-power.html' title='Knowledge is Power.'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-2014338090732408492</id><published>2007-10-22T16:59:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T17:25:30.754+07:00</updated><title type='text'>Upload and Retrive Image or File to Database using ASP.NET 2.0</title><content type='html'>As a developer, you might face few requirements where you want to upload large documents, PDF's and images from your application. Then how do you manage and store such large data? Usually, traditional approach was to store those large files on web server's file system. But you also have database approach which allows you to store those large documents like PDF's, .zip files, images etc., as binary data directly in the database itself. Let's elaborate on Database approach a bit further. How do we usually store large data objects in Databases like SQL Server 2000? Ok, SQL server 2000 supports exclusive image data type to hold image data. Now SQL Server 2005 supports another new data type varbinary which allows storing binary data up to 2GB in size.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;Even with new data types, we still need to understand that working with binary data is not the same as straight forward working with text data. So, we are here to discuss how to use ASP.NET 2.0 SqlDataSource control to store and retrieve image files directly from a database.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;We will create application which allows user to upload images and display the uploaded pictures. The uploaded images will be stored in database as binary data. To hold image data, we need to create new table called PictureTable as shown below&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxx4i31n4EI/AAAAAAAAAAc/AIzTai7I3mk/s1600-h/Binary-Data-Database.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxx4i31n4EI/AAAAAAAAAAc/AIzTai7I3mk/s320/Binary-Data-Database.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124103016540528706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="articletext"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;img style="width: 70px; height: 18px;" id="Picture_x0020_1" src="cid:image001.jpg@01C814CC.D5ECA9C0" alt="http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Images/Binary-Data-Database.jpg" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext"&gt;if exists (select * from dbo.sysobjects where id = object_id(N'[dbo].[PictureTable]') and OBJECTPROPERTY(id, N'IsUserTable') = 1)&lt;br /&gt;drop table [dbo].[PictureTable]&lt;br /&gt;GO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CREATE TABLE [dbo].[PictureTable] (&lt;br /&gt;[ImageID] [int] IDENTITY (1, 1) NOT NULL ,&lt;br /&gt;[Title] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,&lt;br /&gt;[DateAdded] [datetime] NOT NULL ,&lt;br /&gt;[MIMEType] [varchar] (50) COLLATE SQL_Latin1_General_CP1_CI_AS NOT NULL ,&lt;br /&gt;[Image] [image] NOT NULL&lt;br /&gt;) ON [PRIMARY] TEXTIMAGE_ON [PRIMARY]&lt;br /&gt;GO&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Schema script for PictureTable&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;This table records details of pictures and content. The PictureTable table's MIMEType field holds the MIME type of the uploaded image (image/jpeg for JPG files, image/gif for GIF files, and so on); the MIME type specifies to the browser how to render the binary data. The Image column holds the actual binary contents of the picture.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="articletext"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Label1"&lt;/span&gt;  &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;Text&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Upload Image"&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;&amp;lt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Label2"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;Text&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Title"&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;TextBox&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="TextBox1"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;TextBox&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Label3"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;Text&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Image"&amp;gt;&amp;lt;/&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Label&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;FileUpload&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="FileUpload1"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&amp;lt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;asp&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="color:maroon;"&gt;Button&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;ID&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Button1"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;runat&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="server"&lt;/span&gt; &lt;span style="color:red;"&gt;Text&lt;/span&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;="Upload"/&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articlemanager" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;img id="Picture_x0020_2" src="cid:image002.jpg@01C814CC.D5ECA9C0" alt="http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Images/Binary-Data-Upload-Images.jpg" height="198" width="293" /&gt;&lt;img id="Picture_x0020_2" src="cid:image002.jpg@01C814CC.D5ECA9C0" alt="http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Images/Binary-Data-Upload-Images.jpg" height="198" width="293" /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;As shown above, we are using Fileupload control to browse picture files on hard disk. FileUpload control is a composite control which includes a textbox and browse button together. To add this control, simply drag and drop FileUpload control from Toolbox as shown below.&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;img id="Picture_x0020_3" src="cid:image003.jpg@01C814CC.D5ECA9C0" alt="http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Images/Binary-Data-Toolbox.jpg" height="180" width="141" /&gt;File upload control on toolbox&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;Once user selects appropriate picture file using FileUpload control, click upload button which inserts selected image into PictureTable as new record. The logic to insert the image into PictureTable is handled in Click event of Upload button as shown below.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Protected&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt; Upload_Click(&lt;span style="color:blue;"&gt;ByVal&lt;/span&gt; sender &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Object&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:blue;"&gt;ByVal&lt;/span&gt; e &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; System.EventArgs) &lt;span style="color:blue;"&gt;Handles&lt;/span&gt; Upload.Click&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; fileUpload1 &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; FileUpload = &lt;span style="color:blue;"&gt;CType&lt;/span&gt;(&lt;span style="color:blue;"&gt;Me&lt;/span&gt;.FindControl(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"fileUpload1"&lt;/span&gt;), FileUpload)&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:green;"&gt;'Make sure a file has been successfully uploaded&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;If&lt;/span&gt; fileUpload1.PostedFile &lt;span style="color:blue;"&gt;Is&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Nothing&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;OrElse&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;String&lt;/span&gt;.IsNullOrEmpty(fileUpload1.PostedFile.FileName) &lt;span style="color:blue;"&gt;OrElse&lt;/span&gt; fileUpload1.PostedFile.InputStream &lt;span style="color:blue;"&gt;Is&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Nothing&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Then&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        Label1.Text = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"Please Upload Valid picture file"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Exit&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;If&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:green;"&gt;'Make sure we are dealing with a JPG or GIF file&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; extension &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;String&lt;/span&gt; = System.IO.Path.GetExtension(fileUpload1.PostedFile.FileName).ToLower()&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; MIMEType &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;String&lt;/span&gt; = &lt;span style="color:blue;"&gt;Nothing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Select&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Case&lt;/span&gt; extension&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Case&lt;/span&gt; &lt;span style="color:maroon;"&gt;".gif"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            MIMEType = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"image/gif"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Case&lt;/span&gt; &lt;span style="color:maroon;"&gt;".jpg"&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:maroon;"&gt;".jpeg"&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:maroon;"&gt;".jpe"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            MIMEType = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"image/jpeg"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Case&lt;/span&gt; &lt;span style="color:maroon;"&gt;".png"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            MIMEType = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"image/png"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Case&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Else&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:green;"&gt;'Invalid file type uploaded&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Label1.Text = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"Not a Valid file format"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;span style="color:blue;"&gt;Exit&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Select&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:green;"&gt;'Connect to the database and insert a new record into Products&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Using&lt;/span&gt; myConnection &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;New&lt;/span&gt; SqlConnection(ConfigurationManager.ConnectionStrings(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"ImageGalleryConnectionString"&lt;/span&gt;).ConnectionString)&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Const&lt;/span&gt; SQL &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;String&lt;/span&gt; = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"INSERT INTO [Pictures] ([Title], [MIMEType], [Image]) VALUES (@Title, @MIMEType, @ImageData)"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; myCommand &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;New&lt;/span&gt; SqlCommand(SQL, myConnection)&lt;br /&gt;        myCommand.Parameters.AddWithValue(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"@Title"&lt;/span&gt;, TextBox1.Text.Trim())&lt;br /&gt;        myCommand.Parameters.AddWithValue(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"@MIMEType"&lt;/span&gt;, MIMEType)&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:green;"&gt;'Load FileUpload's InputStream into Byte array&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; imageBytes(fileUpload1.PostedFile.InputStream.Length) &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Byte&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        fileUpload1.PostedFile.InputStream.Read(imageBytes, 0, imageBytes.Length)&lt;br /&gt;        myCommand.Parameters.AddWithValue(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"@ImageData"&lt;/span&gt;, imageBytes)&lt;br /&gt;        myConnection.Open()&lt;br /&gt;        myCommand.ExecuteNonQuery()&lt;br /&gt;        myConnection.Close()&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Using&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;Once the user has selected a file and posted back the form by clicking the "Upload" button, the binary contents of the specified file are posted back to the web server. From the server-side code, this binary data is available through the FileUpload control's PostedFile.InputStream property.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;This event handler starts off by ensuring that a file has been uploaded. It then determines the MIME type based on the file extension of the uploaded file. You can observe how @ImageData parameter is set. First, a byte array named imageBytes is created and sized to the Length of the InputStream of the uploaded file. Next, this byte array is filled with the binary contents from the InputStream using the Read method. It's this byte array that is specified as the @ImageData's value.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;Displaying binary Data&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;Regardless of what technique you employ to store the data in the database, in order to retrieve and display the binary data we need to create a new ASP.NET page for this task. This page, named DisplayPicture.aspx, will be passed ImageID through the Querystring parameter and return the binary data from the specified product's Image field. Once completed, the particular picture can be viewed by browsing the link to view uploaded images. For example&lt;br /&gt;http://localhost:3219/BinaryDataVb/Displaypicture.aspx?ImageID=5. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;Therefore, to display an image on a web page, we can use an Image control whose ImageUrl property is set to the appropriate URL.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Protected&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt; Page_Load(&lt;span style="color:blue;"&gt;ByVal&lt;/span&gt; sender &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Object&lt;/span&gt;, &lt;span style="color:blue;"&gt;ByVal&lt;/span&gt; e &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; System.EventArgs) &lt;span style="color:blue;"&gt;Handles&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Me&lt;/span&gt;.Load&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; ImageID &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Integer&lt;/span&gt; = Convert.ToInt32(Request.QueryString(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"ImageID"&lt;/span&gt;))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:green;"&gt;'Connect to the database and bring back the image contents &amp;amp; MIME type for the specified picture&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;Using&lt;/span&gt; myConnection &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;New&lt;/span&gt; SqlConnection(ConfigurationManager.ConnectionStrings(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"NorthwindConnection"&lt;/span&gt;).ConnectionString)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Const&lt;/span&gt; SQL &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;String&lt;/span&gt; = &lt;span style="color:maroon;"&gt;"SELECT [MIMEType], [Image] FROM [PictureTable] WHERE [ImageID] = @ImageID"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; myCommand &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;New&lt;/span&gt; SqlCommand(SQL, myConnection)&lt;br /&gt;        myCommand.Parameters.AddWithValue(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"@ImageID"&lt;/span&gt;, ImageID)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        myConnection.Open()&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;Dim&lt;/span&gt; myReader &lt;span style="color:blue;"&gt;As&lt;/span&gt; SqlDataReader = myCommand.ExecuteReader&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;If&lt;/span&gt; myReader.Read &lt;span style="color:blue;"&gt;Then&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            Response.ContentType = myReader(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"MIMEType"&lt;/span&gt;).ToString()&lt;br /&gt;            Response.BinaryWrite(myReader(&lt;span style="color:maroon;"&gt;"Image"&lt;/span&gt;))&lt;br /&gt;        &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;If&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        myReader.Close()&lt;br /&gt;        myConnection.Close()&lt;br /&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Using&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p&gt;    &lt;span style="color:blue;"&gt;End&lt;/span&gt; &lt;span style="color:blue;"&gt;Sub&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Code listing for DisplayPicture.aspx&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;img style="width: 640px; height: 18px;" id="Picture_x0020_4" src="cid:image004.jpg@01C814CC.D5ECA9C0" alt="http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Images/Binary-Data-QueryString.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxx6DH1n4FI/AAAAAAAAAAk/oP3rS_99B1c/s1600-h/Binary-Data-QueryString.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxx6DH1n4FI/AAAAAAAAAAk/oP3rS_99B1c/s320/Binary-Data-QueryString.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124104670102937682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="articletext" style="text-align: center;" align="center"&gt; picture using QueryString parameter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;The DisplayPicture.aspx does not include any HTML markup in the .aspx page. In the code-behind class's Page_Load event handler, the specified Pictures row's MIMEType and Image are retrieved from the database using ADO.NET code. Next, the page's ContentType is set to the value of the MIMEType field and the binary data is emitted using Response.BinaryWrite(Image): When DisplayPicture.aspx page complete, the image can be viewed by either directly visiting the URL.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="articletext"&gt;On the same way, we could call .zip, .pdf or any other binary file, stored in database system. If you want to get .zip file from database, you don't need to use Image control. Instead of using src parameter of Image control, for .zip and .pdf files use href parameter of hyperlink tag (e.g. &amp;lt;a href="GetZipFromDB.aspx?id=5"&amp;gt;Get great zip file&amp;lt;/a&amp;gt; ) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-2014338090732408492?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.beansoftware.com/ASP.NET-Tutorials/Binary-Files-To-Database.aspx' title='Upload and Retrive Image or File to Database using ASP.NET 2.0'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/2014338090732408492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=2014338090732408492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/2014338090732408492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/2014338090732408492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/upload-and-retrive-image-or-file-to.html' title='Upload and Retrive Image or File to Database using ASP.NET 2.0'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxx4i31n4EI/AAAAAAAAAAc/AIzTai7I3mk/s72-c/Binary-Data-Database.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-8503549068292558041</id><published>2007-10-22T16:10:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T16:13:34.229+07:00</updated><title type='text'>Kamen Rider Blade</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;Well, I was watching this movie and it&amp;#8217;s the coolest kamen rider movie of all. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-8503549068292558041?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/8503549068292558041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=8503549068292558041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8503549068292558041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/8503549068292558041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/kamen-rider-blade.html' title='Kamen Rider Blade'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-1496942472583792110</id><published>2007-10-22T09:05:00.000+07:00</published><updated>2007-10-22T09:07:57.132+07:00</updated><title type='text'>SQL Server 2005 Data Mining</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;b&gt;&lt;span style='font-size:18.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;SQL Server 2005 Data Mining &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;b&gt;&lt;span style='font-size:13.5pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;Introduction&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;The Microsoft SQL Server&amp;nbsp;2005 Data Mining Platform introduces significant capabilities to address data mining in both traditional and new ways. In traditional terms, data mining can predict future results based on input, or attempt to find relationships among data or cluster data in previously unrecognized yet similar groups. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;Microsoft data mining tools are different from traditional data mining applications in significant ways. First, they support the entire development lifecycle of data in the organization, which Microsoft refers to as &lt;i&gt;Integrate, Analyze, and Report&lt;/i&gt;. This ability frees the data mining results from the hands of a select few analysts and opens those results up to the entire organization. Second, SQL Server&amp;nbsp;2005 Data Mining is a platform for developing intelligent applications, not a stand-alone application. You can build custom applications that are intelligent, because the data mining models are easily accessible to the outside world. Further, the model is extensible so that third parties can add custom algorithms to support particular mining needs. Finally, Microsoft data mining algorithms can be run in real time, allowing for the real-time validation of data against a set of mined data.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;b&gt;&lt;span style='font-size:13.5pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;Creating Intelligent Applications&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;The concept behind creating intelligent applications is to take the benefits of data mining and apply them to the entire data entry, integration, analysis, and reporting process. Most data mining tools show predictions of future results and help determine relationships between different data elements. Most of these tools are run against the data and produce results which are then interpreted separately. Many data mining tools are stand-alone applications that exist for the purpose of forecasting demand or identifying relationships and their functionality stops there. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;Intelligent applications take the output of data mining and apply that as input to the entire process. One example of an application that makes use of a data mining model would be a data entry form for accepting personal information. Users of the application can enter a tremendous amount of data, such as birth date, gender, education level, income level, occupation, and so forth. Certain combinations of attributes don't make logical sense; for example, a seven-year-old person working as a doctor and holding a high-school diploma indicates someone is either filling in random data or showing their inability to handle data input forms. Most applications try to handle such issues by implementing complicated and deeply nested logic, but realistically it is nearly impossible to handle all such combinations of data that are valid or invalid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;To solve this problem, a business can use data mining to look at existing data and build rules for what looks valid. Each combination is scored with a level of confidence. The organization can then build the data entry application to use the data mining model for real-time data entry validation. The model scores the input against the universe of existing data and returns a level of confidence in the input. The application can then decide whether or not to accept the input based on a pre-determined level of confidence threshold.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;This example points out the advantage of using a data mining engine that can run in real time: applications can be written that take advantage of the power of data mining. Rather than data mining being the end result, it becomes a part of the overall process and plays a role at each phase of integration, analysis, and reporting. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;While validating input uses data mining at the front end of the data integration process, data mining can be used in the analysis phase as well. Data mining provides the ability to group or cluster values, such as similar customers or documents based on keywords. These clusters can then be fed back into the data warehouse so that analysis can be performed using these groupings. Once the groupings are known and fed back into the analysis loop, analysts can use them to look at data in ways that were not possible before.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;One of the primary goals of intelligent applications is to make the power of the data mining models available to anyone, not just analysts. In the past, data mining has been the domain of experts with backgrounds in statistics or operations research. The data mining tools were built to support such users, but not to easily integrate with other applications. Thus, the ability to use data mining information was greatly restricted outside of the data mining product itself. However, with a tool that spans the entire process and opens up its models and results to other applications, businesses have the power to create intelligent applications that use data mining models at any stage.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal style='mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto'&gt;&lt;span style='font-size:12.0pt;font-family:"Times New Roman","serif"'&gt;Another aspect of a platform that allows for the creation of intelligent applications is a centralized server to store the data mining models and results. These models tend to be highly proprietary and secret. Storing them on the server protects them from being distributed outside of the organization. An added benefit is that with a shared location for models, companies have a single version of each model, not multiple variants residing on each analyst's desktop. Having a single version of the truth is one of the goals of data warehousing, and this concept can be extended to data mining so that there is a single version of the model that has been created and tuned for the particular business.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif"; color:black'&gt;Regards,&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;Sankata&lt;br&gt; PT. Ecomindo Saranacipta &lt;br&gt; Gedung YDAP Denta Medika, 4th floor &lt;br&gt; Jl. Raya Pasar Minggu No. 45 &lt;br&gt; Jakarta Selatan, Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;Office : +6221 7900909&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;E-mail : sankata.ec@ecomindo.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;Blog : &lt;a href="http://sankatalee.blogspot.com/"&gt;http://sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt; ym: sankatalee | gtalk: sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-1496942472583792110?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/1496942472583792110/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=1496942472583792110' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/1496942472583792110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/1496942472583792110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/sql-server-2005-data-mining.html' title='SQL Server 2005 Data Mining'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-4980779106409129295</id><published>2007-10-19T17:56:00.000+07:00</published><updated>2007-10-19T18:01:37.129+07:00</updated><title type='text'>Cerita ttg 12.5 Dollar</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;Kejadian ini diceritakan terjadi pada tahun 1920 di Amerika Serikat. &lt;br&gt; Saat itu seorang anak berusia 9 tahunan bermain bola di komplek &lt;br&gt; rumahnya. Entah mengapa ia menendang bola terlalu keras dan mengenai &lt;br&gt; kaca jendela sebuah rumah di komplek tersebut. Tak ayal kaca jendela &lt;br&gt; itu pecah berkeping, sementara sang pemilik rumah marah besar.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pemilik rumah minta ganti rugi untuk kaca yang sudah dipecahkan &lt;br&gt; sebesar 12,5 dollar tak peduli siapapun pelakunya, seorang anak &lt;br&gt; kecil sekalipun. Pada saat itu uang sebesar 12,5 dollar nilainya &lt;br&gt; sangat besar, setara dengan 125 ekor ayam betina. Anak itu merasa &lt;br&gt; takut sekaligus bingung karena tak punya uang. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Dengan wajah murung ia pulang meminta bantuan uang kepada &lt;br&gt; ayahnya. &amp;quot;Kamu harus bertanggungjawab atas kesalahanmu. Jangan minta &lt;br&gt; orang lain menanggung kesalahanmu, &amp;quot; kata ayahnya.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;quot;Tapi, saya tidak punya uang,&amp;quot; jawab anak itu memelas.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;quot;Saya akan meminjamkan uang untuk kamu. Tapi kamu harus &lt;br&gt; mengembalikannya dalam satu tahun,&amp;quot; kata si ayah mengajukan syarat.&lt;br&gt; &lt;br&gt; &amp;quot;Baiklah!&amp;quot; jawab anak itu senang.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Setelah itu si anak bekerja sampingan untuk mendapatkan uang. Dalam &lt;br&gt; waktu 6 bulan ia berhasil mengumpulkan uang sebesar 12,5 dollar dan &lt;br&gt; melunasi hutang kepada ayahnya. Si ayah sangat senang menerima uang &lt;br&gt; dari anaknya. &amp;quot;Kamu memang seorang ksatria sejati!&amp;quot; puji ayahnya &lt;br&gt; sambil tersenyum. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Pada masa selanjutnya tersiar kabar bahwa anak kecil itu berhasil &lt;br&gt; menjadi presiden Amerika ke 40. Ia memerintah Amerika sejak tahun &lt;br&gt; 1981 hingga 1989. Kisah tersebut adalah salah satu kejadian yang &lt;br&gt; pernah dialami oleh Ronald Wilson Reagan (1911 &amp;#8211; 2004).&lt;br&gt; &lt;br&gt; Pesan:&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sikap bertanggung jawab adalah modal meraih keberhasilan di bidang &lt;br&gt; apapun. Berdasarkan kisah di atas kita dapat melihat bahwa sikap &lt;br&gt; tanggung jawab mendidik seseorang berusaha mengatasi masalah dan &lt;br&gt; memperbaiki diri. Didikan dari orang tua menjadikan &lt;span class=yshortcuts&gt;Ronald Reagan&lt;/span&gt; &lt;br&gt; kecil tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab. &lt;br&gt; &lt;br&gt; Selama masa kepemimpinannya, &lt;span class=yshortcuts&gt;Ronald Reagan&lt;/span&gt; dinilai cukup berhasil &lt;br&gt; memajukan perekonomian Amerika Serikat. Dirinya juga dicintai &lt;br&gt; rakyat. Hal itu nampak jelas dari kesedihan yang luar biasa dari &lt;br&gt; sebagian besar rakyat Amerika ketika ia meninggal dunia pada tanggal &lt;br&gt; 5 Juni 2004.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Masing-masing diantara kita sudah pasti dituntut bersikap &lt;br&gt; bertanggung jawab, entah terhadap diri sendiri, keluarga, &lt;br&gt; lingkungan, pekerjaan dan lain sebagainya. &amp;quot;Hari dimana Anda &lt;br&gt; menerima tanggungjawab dan berhenti mencari alasan, di hari itulah &lt;br&gt; Anda mulai melangkah menuju sukses,&amp;quot; &lt;span class=yshortcuts&gt;O.J. Simpson&lt;/span&gt;. Menjalankan &lt;br&gt; tanggung jawab dengan baik mendidik diri kita untuk senantiasa &lt;br&gt; melakukan segala hal dengan baik dan benar.&lt;br&gt; &lt;br&gt; Sebagaimana filsuf seperti Aristotle mengatakan, &amp;quot;Kualitas bukan &lt;br&gt; suatu tindakan, tapi suatu kebiasaan.&amp;quot; Bila kita selalu membiasakan &lt;br&gt; diri bersikap bertanggung jawab, maka sikap tersebut akan menjadi &lt;br&gt; ciri khas dan memberi manfaat sangat besar terhadap diri kita. &lt;br&gt; Misalnya seseorang yang selalu bertanggung jawab, maka ia akan &lt;br&gt; memiliki satu jiwa luhur dan satu kekuatan semangat kerja yang luar &lt;br&gt; biasa. Dengan kata lain, membiasakan diri bersikap tanggung jawab &lt;br&gt; memberikan dampak positif lebih besar dibandingkan kerugiannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif"; color:black'&gt;Regards,&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;Sankata&lt;br&gt; PT. Ecomindo Saranacipta &lt;br&gt; Gedung YDAP Denta Medika, 4th floor &lt;br&gt; Jl. Raya Pasar Minggu No. 45 &lt;br&gt; Jakarta Selatan, Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;Office : +6221 7900909&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;E-mail : sankata.ec@ecomindo.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;Blog : &lt;a href="www.sankatalee.blogspot.com"&gt;www.sankatalee.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br&gt; ym: sankatalee | gtalk: sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-4980779106409129295?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/4980779106409129295/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=4980779106409129295' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4980779106409129295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/4980779106409129295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/cerita-ttg-125-dollar.html' title='Cerita ttg 12.5 Dollar'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-7158650908477337546</id><published>2007-10-19T14:22:00.000+07:00</published><updated>2007-10-19T14:24:17.579+07:00</updated><title type='text'>Data Mining - Introduction</title><content type='html'>&lt;h3&gt; Overview &lt;/h3&gt;Generally, data mining (sometimes called data or knowledge discovery) is the process of analyzing data from different perspectives and summarizing it into useful information - information that can be used to increase revenue, cuts costs, or both. Data mining software is one of a number of analytical tools for analyzing data. It allows users to analyze data from many different dimensions or angles, categorize it, and summarize the relationships identified. Technically, data mining is the process of finding correlations or patterns among dozens of fields in large relational databases. &lt;h3&gt;Continuous Innovation &lt;/h3&gt;Although data mining is a relatively new term, the technology is not. Companies have used powerful computers to sift through volumes of supermarket scanner data and analyze market research reports for years. However, continuous innovations in computer processing power, disk storage, and statistical software are dramatically increasing the accuracy of analysis while driving down the cost. &lt;h3&gt;Example &lt;/h3&gt;For example, one Midwest grocery chain used the data mining capacity of &lt;a href="http://www.oracle.com/"&gt;Oracle&lt;/a&gt; software to analyze local buying patterns. They discovered that when men bought diapers on Thursdays and Saturdays, they also tended to buy beer. Further analysis showed that these shoppers typically did their weekly grocery shopping on Saturdays. On Thursdays, however, they only bought a few items. The retailer concluded that they purchased the beer to have it available for the upcoming weekend. The grocery chain could use this newly discovered information in various ways to increase revenue. For example, they could move the beer display closer to the diaper display. And, they could make sure beer and diapers were sold at full price on Thursdays.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;Data, Information, and Knowledge &lt;/h3&gt; &lt;h4&gt;Data&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Data are any facts, numbers, or text that can be processed by a computer. Today, organizations are accumulating vast and growing amounts of data in different formats and different databases. This includes: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; operational or transactional data such as, sales, cost, inventory, payroll, and accounting&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;nonoperational data, such as industry sales, forecast data, and macro economic data &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;meta data - data about the data itself, such as logical database design or data dictionary definitions  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;h4&gt;Information&lt;/h4&gt;   &lt;p&gt;The patterns, associations, or relationships among all this &lt;em&gt;data&lt;/em&gt; can provide &lt;em&gt;information&lt;/em&gt;. For example, analysis of retail point of sale transaction data can yield information on which products are selling and when.  &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Knowledge&lt;/h4&gt; &lt;p&gt;Information can be converted into &lt;em&gt;knowledge&lt;/em&gt; about historical patterns and future trends. For example, summary information on retail supermarket sales can be analyzed in light of promotional efforts to provide knowledge of consumer buying behavior. Thus, a manufacturer or retailer could determine which items are most susceptible to promotional efforts. &lt;/p&gt;&lt;h4&gt;Data Warehouses &lt;/h4&gt;Dramatic advances in data capture, processing power, data transmission, and storage capabilities are enabling organizations to integrate their various databases into &lt;em&gt;data warehouses&lt;/em&gt;. Data warehousing is defined as a process of centralized data management and retrieval. Data warehousing, like data mining, is a relatively new term although the concept itself has been around for years. Data warehousing represents an ideal vision of maintaining a central repository of all organizational data. Centralization of data is needed to maximize user access and analysis. Dramatic technological advances are making this vision a reality for many companies. And, equally dramatic advances in data analysis software are allowing users to access this data freely. The data analysis software is what supports data mining.&lt;br /&gt;&lt;h3&gt;What can data mining do? &lt;/h3&gt; &lt;p&gt; Data mining is primarily used today by companies with a strong consumer focus - retail, financial, communication, and marketing organizations. It enables these companies to determine relationships among "internal" factors such as price, product positioning, or staff skills, and "external" factors such as economic indicators, competition, and customer demographics. And, it enables them to determine the impact on sales, customer satisfaction, and corporate profits. Finally, it enables them to "drill down" into summary information to view detail transactional data. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;With data mining, a retailer could use point-of-sale records of customer purchases to send targeted promotions based on an individual's purchase history. By mining demographic data from comment or warranty cards, the retailer could develop products and promotions to appeal to specific customer segments. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;For example, Blockbuster Entertainment mines its video rental history database to recommend rentals to individual customers. American Express can suggest products to its cardholders based on analysis of their monthly expenditures. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;WalMart is pioneering massive data mining to transform its supplier relationships. WalMart captures point-of-sale transactions from over 2,900 stores in 6 countries and continuously transmits this data to its massive 7.5 terabyte &lt;a href="http://www.attgis.com/product/teradata/"&gt;Teradata&lt;/a&gt; data warehouse. WalMart allows more than 3,500 suppliers, to access data on their products and perform data analyses. These suppliers use this data to identify customer buying patterns at the store display level. They use this information to manage local store inventory and identify new merchandising opportunities. In 1995, WalMart computers processed over 1 million complex data queries. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;The National Basketball Association (NBA) is exploring a data mining application that can be used in conjunction with image recordings of basketball games. The &lt;a href="http://www.research.ibm.com/scout/home.html"&gt;Advanced Scout&lt;/a&gt; software analyzes the movements of players to help coaches orchestrate plays and strategies. For example, an analysis of the play-by-play sheet of the game played between the New York Knicks and the Cleveland Cavaliers on January 6, 1995 reveals that when Mark Price played the Guard position, John Williams attempted four jump shots and made each one! Advanced Scout not only finds this pattern, but explains that it is interesting because it differs considerably from the average shooting percentage of 49.30% for the Cavaliers during that game. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;By using the NBA universal clock, a coach can automatically bring up the video clips showing each of the jump shots attempted by Williams with Price on the floor, without needing to comb through hours of video footage. Those clips show a very successful pick-and-roll play in which Price draws the Knick's defense and then finds Williams for an open jump shot.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;How does data mining work? &lt;/h3&gt; &lt;p&gt;While large-scale information technology has been evolving separate transaction and analytical systems, data mining provides the link between the two. Data mining software analyzes relationships and patterns in stored transaction data based on open-ended user queries. Several types of analytical software are available: statistical, machine learning, and neural networks. Generally, any of four types of relationships are sought: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Classes&lt;/b&gt;: Stored data is used to locate data in predetermined groups. For example, a restaurant chain could mine customer purchase data to determine when customers visit and what they typically order. This information could be used to increase traffic by having daily specials.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Clusters&lt;/b&gt;: Data items are grouped according to logical relationships or consumer preferences. For example, data can be mined to identify market segments or consumer affinities. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Associations&lt;/b&gt;: Data can be mined to identify associations. The beer-diaper example is an example of associative mining. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sequential patterns&lt;/b&gt;: Data is mined to anticipate behavior patterns and trends. For example, an outdoor equipment retailer could predict the likelihood of a backpack being purchased based on a consumer's purchase of sleeping bags and hiking shoes. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Data mining consists of five major elements: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Extract, transform, and load transaction data onto the data warehouse system. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Store and manage the data in a multidimensional database system. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Provide data access to business analysts and information technology professionals. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Analyze the data by application software. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Present the data in a useful format, such as a graph or table. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt; Different levels of analysis are available: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Artificial neural networks&lt;/b&gt;: Non-linear predictive models that learn through training and resemble biological neural networks in structure.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Genetic algorithms&lt;/b&gt;: Optimization techniques that use processes  such as genetic combination, mutation, and natural selection in a design  based on the concepts of natural evolution. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Decision trees&lt;/b&gt;: Tree-shaped structures that represent sets of decisions. These decisions generate rules for the classification of a dataset. Specific decision tree methods include Classification and Regression Trees (CART) and Chi Square Automatic Interaction Detection (CHAID) . CART and CHAID are decision tree techniques used for classification of a dataset. They provide a set of rules that you can apply to a new (unclassified) dataset to predict which records will have a given outcome. CART segments a dataset by creating 2-way splits while CHAID segments using chi square tests to create multi-way splits. CART typically requires less data preparation than CHAID. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Nearest neighbor method&lt;/b&gt;: A technique that classifies each record in a dataset based on a combination of the classes of the &lt;i&gt;k&lt;/i&gt; record(s) most similar to it in a historical dataset (where &lt;i&gt;k&lt;/i&gt; 1). Sometimes called the &lt;i&gt;k&lt;/i&gt;-nearest neighbor technique. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rule induction&lt;/b&gt;: The extraction of useful if-then rules from  data based on statistical significance. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Data visualization&lt;/b&gt;: The visual interpretation of complex relationships in multidimensional data. Graphics tools are used to illustrate data relationships.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;br /&gt;&lt;h3&gt;What technological infrastructure is required?&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;Today, data mining applications are available on all size systems for mainframe, client/server, and PC platforms. System prices range from several thousand dollars for the smallest applications up to $1 million a terabyte for the largest. Enterprise-wide applications generally range in size from 10 gigabytes to over 11 terabytes. &lt;a href="http://www.attgis.com/"&gt;NCR&lt;/a&gt; has the capacity to deliver applications exceeding 100 terabytes. There are two critical technological drivers: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Size of the database&lt;/b&gt;: the more data being processed and maintained, the more powerful the system required. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Query complexity&lt;/b&gt;: the more complex the queries and the greater the number of queries being processed, the more powerful the system required. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;   &lt;p&gt; Relational database storage and management technology is adequate for many data mining applications less than 50 gigabytes. However, this infrastructure needs to be significantly enhanced to support larger applications. Some vendors have added extensive indexing capabilities to improve query performance. Others use new hardware architectures such as Massively Parallel Processors (MPP) to achieve order-of-magnitude improvements in query time. For example, MPP systems from NCR link hundreds of high-speed Pentium processors to achieve performance levels exceeding those of the largest supercomputers. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-7158650908477337546?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.anderson.ucla.edu/faculty/jason.frand/teacher/technologies/palace/datamining.htm' title='Data Mining - Introduction'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/7158650908477337546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=7158650908477337546' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7158650908477337546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/7158650908477337546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/data-mining-introduction.html' title='Data Mining - Introduction'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-975153938596312796</id><published>2007-10-18T17:03:00.000+07:00</published><updated>2007-10-18T17:05:25.116+07:00</updated><title type='text'>Hello....</title><content type='html'>&lt;div class=Section1&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;Let do it&amp;#8230;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt;font-family:"Arial","sans-serif"; color:black'&gt;Regards,&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;b&gt;Sankata&lt;br&gt; PT. Ecomindo Saranacipta &lt;br&gt; Gedung YDAP Denta Medika, 4th floor &lt;br&gt; Jl. Raya Pasar Minggu No. 45 &lt;br&gt; Jakarta Selatan, Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;Office : +6221 7900909&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;b&gt;E-mail : sankata.ec@ecomindo.com&lt;br&gt; ym: sankatalee | gtalk: sankatalee&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=MsoNormal&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-975153938596312796?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/975153938596312796/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=975153938596312796' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/975153938596312796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/975153938596312796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/hello.html' title='Hello....'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-988830816259684648</id><published>2007-10-18T17:01:00.000+07:00</published><updated>2007-10-18T17:03:15.791+07:00</updated><title type='text'>We will win this game</title><content type='html'>If we try the best from our heart, then we will win all the true of the world...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-988830816259684648?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/988830816259684648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=988830816259684648' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/988830816259684648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/988830816259684648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/we-will-win-this-game.html' title='We will win this game'/><author><name>Sankata</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07681641307805927137</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4831359035435215812.post-6003547346983916579</id><published>2007-10-18T16:20:00.000+07:00</published><updated>2007-10-18T16:37:14.037+07:00</updated><title type='text'>Welcome to Our blog</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxco8H1n4DI/AAAAAAAAAAM/1KkwQKRm24Y/s1600-h/S5030044.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 123px; height: 92px;" src="http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxco8H1n4DI/AAAAAAAAAAM/1KkwQKRm24Y/s320/S5030044.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5122608114518450226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hello Everyone,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Welcome to our blog, nice to meet you all. we'll try to publish the newest and fastest information and other articel with trusted source.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;later we'll try to do and publish everythings that make everyone can gain knowledge to develop yourself.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;regards,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sankata &amp;amp; Andina&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4831359035435215812-6003547346983916579?l=sankatalee.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sankatalee.blogspot.com/feeds/6003547346983916579/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4831359035435215812&amp;postID=6003547346983916579' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6003547346983916579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4831359035435215812/posts/default/6003547346983916579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sankatalee.blogspot.com/2007/10/welcome-to-our-blog.html' title='Welcome to Our blog'/><author><name>Sankata &amp;amp; Andina</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12309503007521212131</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_hreB4j_I3zI/Rxco8H1n4DI/AAAAAAAAAAM/1KkwQKRm24Y/s72-c/S5030044.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
